Puri Agung Peliatan, Istana Besar Tempat Tinggal Para Raja yang Mewah dan Bersejarah

Puri Agung Peliatan

via livejournal/vtaysaev

Budaya merupakan salah satu daya tarik yang membuat wisata Bali beda dengan tempat lain. Di sini, Anda masih bisa menyaksikan deretan hasil budaya warisan leluhur yang masih terjaga. Keberadaan Puri Agung Peliatan merupakan bukti kecil dari upaya menjaga budaya yang dilakukan oleh masyarakat Bali.

Puri Agung Peliatan 3 » Puri Agung Peliatan, Istana Besar Tempat Tinggal Para Raja yang Mewah dan Bersejarah

via @puriagungpeliatan

Melihat keberadaan bangunan puri yang merupakan sebuah istana kerajaan di Bali bukanlah hal yang aneh. Meski saat ini Provinsi Bali bergabung dengan Republik Indonesia, tetapi keberadaan kerajaan-kerajaan masih diakui. Hanya saja, kerajaan tersebut tidak memiliki kekuatan secara politis.

Sejarah Puri Agung Peliatan

Puri Agung menjadi salah satu bangunan istana paling tua yang bisa Anda temukan di wilayah Pulau Bali. Puri ini diketahui telah ada sejak tahun 1700-an. Saat itu, Ubud masih terbagi menjadi beberapa wilayah kerajaan, termasuk di antaranya adalah Kerajaan Peliatan. Keberadaan puri ini merupakan sebagai istana utama yang berguna menjadi tempat tinggal para Raja Kerajaan Peliatan.

Puri Agung Peliatan 1 » Puri Agung Peliatan, Istana Besar Tempat Tinggal Para Raja yang Mewah dan Bersejarah

via livejournal/vtaysaev

Saat pendirian Puri Agung, wilayah Ubud masih sangat sepi. Sebagian besar wilayah Ubud waktu itu masih berupa areal sawah dan semak belukar. Kondisi ini terjadi karena Kerajaan Peliatan waktu itu mengalami perseteruan sengit dengan Kerajaan Mengwi. Namun, kondisinya berubah sejak tahun 1800-an. Ubud dan kawasan di sekitar Kerajaan Peliatan, mulai ramai penduduk.

Alasan utama mulai ramainya kawasan di sekitar Puri Agung adalah karena upaya rekonsiliasi antara Kerajaan Peliatan dengan Kerajaan Mengwi. Hal ini dibuktikan dengan kedatangan orang-orang dari Mengwi yang berbondong-bondong menempati lahan kosong di wilayah Ubud. Seiring dengan keramaian tersebut, budaya Ubud terus berkembang sampai sekarang.

baca juga: Bali Handara Gate, Gerbang Berdesain Tradisional Bali yang Instragramable dan Ikonik di Buleleng

Ada Apa Saja di Puri Agung Bali?

Puri Agung Peliatan 2 » Puri Agung Peliatan, Istana Besar Tempat Tinggal Para Raja yang Mewah dan Bersejarah

via @puriagungpeliatan

Memiliki fungsi sebagai istana, tidak membuat para wisatawan dilarang untuk berkunjung ke Puri Agung. Sebaliknya, saat ini Pemerintah Bali mendorong para pelancong dari mancanegara ataupun dalam negeri untuk berbondong-bondong datang ke istana utama ini. Selama di sini, Anda dapat mengagumi keindahan desain arsitektur penuh seni yang ada di Puri Agung.

Desain arsitektur tradisional Bali yang bisa Anda saksikan di sini dapat dijadikan sebagai sarana untuk memperoleh inspirasi dalam menata rumah. Selain itu, keindahan bangunan yang dimiliki oleh Puri Agung, dapat pula dimanfaatkan sebagai lokasi untuk berfoto. Kapan lagi bisa puas berkunjung dan berfoto di area istana kerajaan?

baca juga: Tugu Singa Ambara Raja, Patung Megah yang Menjadi Simbol Kota Singaraja

Selain itu, Puri Agung juga kerap mengadakan upacara yang disebut dengan pelebon. Pelebon, yang lebih populer dikenal dengan nama ngaben, merupakan upacara kremasi mayat yang sakral. Biasanya, upacara pelebon yang dilakukan di Puri Agung berlangsung secara megah dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan mancanegara dan lokal.

Selanjutnya, Puri Agung juga menjadi pilihan tepat bagi Anda yang tertarik dengan kesenian tradisional Bali. Di puri ini, wisatawan punya kesempatan menonton secara langsung pertunjukan tari legong. Biasanya, pertunjukan tari legong dilakukan dengan durasi mencapai 20 menit untuk sekali sesi. Ada pula pertunjukan tari kecak yang tidak kalah menarik.

Para pengunjung yang ingin menyaksikan tari kecak atau tari legong di Puri Agung bisa datang langsung ke alamat puri yang ada di Jl. Cok Gede Rai, Peliatan, Kecamatan Ubud. Anda tidak perlu membayar tiket masuk untuk berkeliling area puri. Hanya saja, ada tiket seharga Rp80 ribu kalau ingin menyaksikan pertunjukan tari.