Rumah Adat Khas Bali, Tak Sekadar Unik, Nilai Filosofinya Juga Tinggi Lho!

rumah adat khas Bali

via Balubu

Pulau Bali memiliki budaya yang begitu menarik. Salah satu keunikan budaya Bali, bisa Anda temukan ketika menengok keberadaan rumah adat khas Bali. Rumah adat seperti ini, dapat dijumpai di berbagai pelosok Pulau Bali, baik di kota besar ataupun di kawasan pinggiran.

rumah adat khas Bali 2 » Rumah Adat Khas Bali, Tak Sekadar Unik, Nilai Filosofinya Juga Tinggi Lho!

via Miraya Mira

Pembangunan rumah adat khas Bali dilakukan dengan cara yang tidak sembarangan. Pembangunan rumah tradisional mengacu pada keselarasan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Hasilnya, rumah tradisional khas Bali bisa disaksikan dengan begitu cantik dan indah.

Filosofi Dalam Desain Rumah Adat Khas Bali

Dalam proses pembuatannya, masyarakat Bali menggunakan konsep yang disebut Asta Kosala Kosali. Konsep inilah yang memperlihatkan adanya keselarasan dalam bangunan yang dibuat. Keselarasan yang dimaksud adalah keselarasan antara 3 aspek dalam kehidupan, disebut dengan Tri Hita Kirana.

rumah adat khas Bali 1 » Rumah Adat Khas Bali, Tak Sekadar Unik, Nilai Filosofinya Juga Tinggi Lho!

via Balubu

baca juga: Nasi Ayam Ibu Oki Jimbaran, Kuliner Pinggir Jalan yang Menjadi Makanan Favorit di Bali

Asta Kosala Kosali bisa dibilang merupakan aturan feng shui yang diterapkan oleh masyarakat Bali ketika membangun rumah adat tradisional. Penataan dilakukan dengan berlandaskan pada anatomi tubuh yang dimiliki oleh manusia. Selain itu, pengukurannya juga tak memakai satuan yang kerap digunakan, tapi ada satuannya tersendiri.

Satuan ini dihitung dengan ukuran bagian tubuh. Misalnya, musti merupakan ukuran yang dihitung dari dimensi ukuran kepalan tangan pada posisi ibu jari yang menghadap ke atas. Ada pula depa yang merupakan ukuran ketika dua bentang tangan direntangkan dari arah kiri menuju ke kanan.

rumah adat khas Bali 3 » Rumah Adat Khas Bali, Tak Sekadar Unik, Nilai Filosofinya Juga Tinggi Lho!

via Kompasiana

Tak hanya itu, Asta Kosala Kosali dalam pembangunan rumah adat khas Bali juga mengenal adanya 9 arah mata angin yang disebut dengan Nawa Sanga. Penempatan bagian bangunan pun disesuaikan dengan arah mata angin. Sebagai contoh, dapur diposisikan pada bagian selatan karena berhubungan denan api. Sementara itu, sumur ditempatkan pada bagian utara yang menunjukkan lokasi keberadaan gunung.

Prosesi Pembangunan Rumah Adat Khas Bali

Bagi masyarakat Bali, pembangunan rumah merupakan momen yang sangat penting. Oleh karena itu, ada tahapan-tahapan krusial yang harus dilalui dalam setiap proses pembangunannya. Tahapan-tahapan tersebut di antaranya adalah:

baca juga: Pasar Tradisional Ubud, Tempat Asyik Berburu Oleh-Oleh Suvenir Khas Bali

1. Penetapan lokasi rumah
Memilih lokasi rumah harus dilakukan dengan teliti. Masyarakat Bali dalam membangun rumah adat khas Bali harus menghindari lokasi yang disebut karang panes. Karang panes merupakan tanah yang memiliki posisi lebih rendah dibandingkan dengan area disekelilingnya. Tanah seperti ini, dianggap memiliki hawa panas.

2. Nyukat tanah
Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan upacara nyukat tanah atau nyukat karang yang dilakukan ketika masyarakat Bali telah menentukan lokasi pembangunan rumah. Tahapan ini dilakukan untuk menghitung pekarangan rumah.

3. Mengukur luas pemerajan
Tahapan berikutnya adalah menentukan luas parhyangan yang bakal ditempatkan di area tanah yang telah dihitung luasnya. Setelah itu, ada pula tahapan perhitungan luas bangunan pawongan yang merupakan tempat istirahat.

4. Upacara Yadnya
tahap terakhir sebelum pembangunan rumah adalah upacara yadnya. Kalau dalam adat Jawa, upacara ini memiliki tujuan yang hampir mirip dengan selamatan, dengan tujuan agar rumah bisa bermanfaat kepada para penghuninya.

Itulah sebagian dari nilai filosofi yang bisa Anda dapatkan dari keberadaan rumah tradisional khas Bali. So, kalau Anda berkesempatan untuk tinggal di hotel atau rumah yang dibentuk dengan desain tradisional Bali, pastikan untuk menghormati tak hanya penghuninya, tapi juga rumahnya, ya.