Sate Mujair Khas Bangli, Kuliner Tradisional Unik yang Kini Mulai Langka di Bali

Sate Mujair Khas Bangli

Banyak pilihan kuliner sate yang bisa Anda temukan di Bali. Salah satu jenis sate yang sangat populer di Pulau Dewata adalah sate lilit. Biasanya, sate lilit dibuat dengan bahan utama daging ikan laut atau ayam. Namun, ada jenis sate lilit berbeda yang bisa Anda temukan ketika berkunjung ke Kabupaten Bangli. Di sini, Anda punya kesempatan untuk mencicipi kuliner sate mujair khas Bangli.

Sate mujair yang menjadi ciri khas Kabupaten Bangli kini menjadi jenis sate yang sangat jarang dijumpai. Anda bakal cukup kesulitan kalau penasaran ingin mencicipi makanan yang satu ini. Alasannya adalah, karena cara pengolahan daging ikan mujair yang lebih rumit dibandingkan dengan jenis ikan laut ataupun daging ayam. Kalaupun ada, Anda juga perlu mengeluarkan uang lebih banyak, karena sate mujair harganya lebih mahal.

Sate Mujair Khas Bangli 1 » Sate Mujair Khas Bangli, Kuliner Tradisional Unik yang Kini Mulai Langka di Bali

via Bali Tribune

Sate Mujair Khas Bangli Sebagai Identitas Lokal Masyarakat Bangli

Menyebut sate mujair sebagai kuliner khas yang menjadi identitas masyarakat Kabupaten Bangli memang sangat tepat. Apalagi, Kabupaten Bangli dikenal sebagai wilayah kabupaten yang memiliki ikon berupa ikan mujair. Masyarakat Kabupaten Bangli, melakukan berbagai upaya untuk bisa mencicipi olahan daging mujair, termasuk di antaranya adalah mengolahnya menjadi kuliner sate yang unik.

Proses pembuatan sate mujair yang menjadi ciri khas dari masyarakat Bangli punya tingkat kerumitan tinggi. Cara pemisahan daging dengan bagian tulang lebih sulit dibandingkan dengan jenis ikan lain. Apalagi, sate mujair dibuat dengan hanya membutuhkan dagingnya. Sementara itu, bagian kepala tidak dimanfaatkan. Biasanya, bagian kepala mujair digunakan sebagai bahan untuk membuat sup atau pepes.

Setelah proses pemisahan daging yang rumit, langkah pembuatan sate lilit dari daging ikan mujair belum selesai. Daging yang telah terpisahkan dari tulang, selanjutnya digiling sehingga menjadi lebih halus. Proses penggilingan ini disertai dengan pemberian bumbu. Setelah bumbu bercampur dengan daging halus, maka tahapan berikutnya adalah proses pengadonan.

Sate Mujair Khas Bangli 2 » Sate Mujair Khas Bangli, Kuliner Tradisional Unik yang Kini Mulai Langka di Bali

via Bisnis Bali

Proses pengadonan sate mujair tidak bisa dilakukan sembarangan. Sate lilit yang dibuat dari daging ikan mujair bakal menimbulkan bau amis kalau tidak diolah secara tepat. Untuk itu, pada proses pengadonan disediakan parutan kelapa untuk menghilangkannya. Selain itu, daging yang sudah disertai dengan bumbu dan parutan kelapa juga harus disertai dengan larutan santan. Tujuannya adalah untuk memudahkan proses pelilitan.

Di Mana Lokasi Kedai yang Menjual Sate Lilit Daging Mujair Khas Bangli?

Seperti yang telah disebutkan, kuliner sate lilit yang berasal dari daging mujair memang sudah sangat langka. Salah satu tempat yang menyediakan kuliner sate ini adalah seorang warga Puri Kanginan, Kelurahan Kawan, Bangli bernama Anak Agung Anom Budiarta yang telah menjalankan usaha pembuatan sate ikan mujair secara turun-temurun sejak 50 tahun lalu.

Budiarta secara rutin menyediakan sate mujair dengan kuota sebesar 3 kg per hari. Selain itu, dia juga menerima pesanan bagi para wisatawan yang ingin menyantap sate mujair dalam jumlah banyak. Mengenai harganya, sate lilit dari daging mujair yang dibuat oleh Budiarta, dipatok dengan harga standar di angka Rp1.500 per biji.

Harga tersebut jauh lebih mahal kalau dibandingkan dengan sate lilit yang berasal dari daging ayam. Sate lilit daging ayam, bisa Anda dapatkan cukup dengan mengeluarkan uang Rp1.000 per biji. Sementara itu, sate mujair buatan Budiarto, ada pula yang bisa Anda dapatkan dengan banderol mencapai Rp2.000 per biji.