Sejarah Bali Pada Masa Peperangan Melawan Penjajah Belanda

Perang melawan belanda di Bali

via Wikipedia

Sejarah mencatat bahwa Belanda menjejakkan kaki ke Indonesia pada 1595 di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Namun, dalam kedatangannya itu, pasukan Belanda tidak secara langsung memerangi seluruh wilayah nusantara. Di Bali, interaksi yang terjadi antara masyarakat lokal dengan Pasukan Belanda, baru terjadi pada rentang abad ke-19, ditandai dengan adanya Perang Bali I.

Perang melawan belanda di Bali 2 » Sejarah Bali Pada Masa Peperangan Melawan Penjajah Belanda

via Wikipedia

Catatan tentang kedatangan Belanda di Pulau Bali sekitar abad ke-16 di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Saat itu, pasukan Belanda memperoleh sambutan positif dari warga Bali. Hanya saja, waktu itu Belanda masih belum tertarik membangun koloni di Bali. Keinginan untuk menetap dan mendirikan di Bali baru dimiliki oleh Belanda pada tahun 1800-an.

Awal Mula Pertikaian Kerajaan-Kerajaan Bali dengan Belanda

Perang melawan belanda di Bali 1 » Sejarah Bali Pada Masa Peperangan Melawan Penjajah Belanda

via Wikipedia

Hubungan baik antara Belanda dengan kerajaan-kerajaan yang ada di Bali memburuk karena mereka keberatan dengan tradisi tawan karang. Tradisi ini memang sangat merugikan Belanda. Menurut aturan tradisi ini, raja-raja di Bali punya hak istimewa untuk memiliki atau menyita kapal mengalami kecelakaan dan akhirnya terdampar di wilayah kekuasaannya. Hak kepemilikan tersebut termasuk muatan di dalamnya.

baca juga: Menelisik Jejak Kerajaan Majapahit di Tanah Bali

Pemerintah Hindia Belanda pun melakukan berbagai upaya agar tradisi yang merugikan mereka tersebut dihilangkan. Akhirnya, terdapat perjanjian dengan kerajaan-kerajaan di Bali untuk menghilangkan tradisi tawan karang. Hanya saja, tak disangka kalau perjanjian itulah yang menjadi awal mula pertikaian antara kerajaan di Bali dengan Belanda. Apalagi, Kerajaan Buleleng merupakan pihak yang secara getol menolak perjanjian tersebut.

Kerajaan Buleleng pun berulang kali melakukan pelanggaran terhadap isi perjanjian. Penolakan tersebut kemudian menjadi dasar bagi Pemerintah Hindia Belanda untuk melakukan penyerangan militer ke berbagai wilayah kerajaan-kerajaan di Bali. Invasi militer tersebut memunculkan berbagai peperangan antara kerajaan Bali melawan pasukan Belanda.

baca juga: Sejarah Desa Pejeng Gianyar, Pusat Pemerintahan Kerajaan Bali Kuno

Peperangan Besar Rakyat Bali Melawan Pasukan Belanda

Pada era kerajaan, terdapat beberapa pertempuran besar yang melibatkan pasukan kerajaan di Bali dengan prajurit Belanda. Perang-perang tersebut di antaranya:

1. Perang Bali I
Perang Bali I juga dikenal dengan nama Perang Buleleng. Perang ini berlangsung pada tahun 1846 antara Pasukan Belanda melawan Kerajaan Buleleng. Dalam pertempuran ini, Belanda membawa total 40 kapal dan 1.280 serdadu. Hasilnya, Belanda tidak hanya berhasil menguasai Buleleng dengan ibu kotanya, Singaraja. Kerajaan Karangasem juga takluk. Benteng kemudian mendirikan benteng di Buleleng.

2. Perang Bali II
Perang Bali II dikenal pula dengan nama Perang Jagaraga (1848-1849). Dalam pertempuran ini, pasukan Belanda melawan pasukan Kerajaan Karangasem yang dipimpin I Gusti Ketut Jelantik. Dalam pertempuran ini, Belanda mengalami kekalahan.

3. Perang Bali III

Perang ini dikenal dengan sebutan Perang Kusamba, berlangsung tahun 1849. Dalam pertempuran ini, Belanda berhasil membunuh Raja Buleleng dan I Gusti Ketut Jelantik dari Karangasem. Belanda pun berhasil menguasai Jagaraga.

4. Perang Banjar (1858)

Pertempuran ini melibatkan pasukan Belanda melawan rakyat Bali yang dipimpin oleh Njoman Gempol.

5. Puputan Badung

Puputan Badung yang terjadi pada tahun 1906 menjadi penaklukan besar yang dilakukan Belanda di Bali bagian selatan. Belanda pun berhasil menguasai wilayah Kerajaan Badung.

6. Puputan Klungkung

Terakhir, ada perlawanan dari Kerajaan Klungkung yang dipimpin Dewa Agung Jambe. Beliau memimpin sebanyak 200 pengikutnya berperang sampai penghabisan pada tahun 1908 melawan Belanda.

Itulah sejarah yang memperlihatkan betapa gigihnya perjuangan rakyat Bali pada zaman kerajaan.