Sejarah Desa Pejeng Gianyar, Pusat Pemerintahan Kerajaan Bali Kuno

Sejarah Desa Pejeng Gianyar

Nama Desa Pejeng di Gianyar mungkin kurang familier di telinga wisatawan. Popularitasnya kalah jauh kalau dibandingkan dengan desa wisata populer di Bali seperti Desa Penglipuran ataupun Desa Kertalangu. Namun, desa yang satu ini memiliki nilai sejarah sangat penting di Bali. Apalagi, desa ini dikenal sebagai pusat pemerintahaan kerajaan besar pada zaman Bali Kuno.

Sejarah Desa Pejeng Gianyar 2 » Sejarah Desa Pejeng Gianyar, Pusat Pemerintahan Kerajaan Bali Kuno

Desa Pejeng memiliki sejarah yang sangat panjang. Nama desa ini dikenal melalui laporan dari seorang naturalis dari Belanda, yakni GE Rumphias. Dalam laporan berjudul Amboinsche Reteitkamer, Rumphias menyebutkan nama Desa Pejeng. Dia juga menyebut keberadan genderang dari bahan perunggu yang kemudian lebih populer dikenal sebagai Bulan Pejeng.

baca juga: Mengenal Lebih Dekat Sosok Raja Udayana, Penguasa Bali dari Wangsa Warmadewa

Bulan Pejeng Sebagai Awal Terkuaknya Sejarah Desa Pejeng Bali

Penemuan Bulan Pejeng itu kemudian menjadi langkah awal menguak sejarah tersembunyi Desa Pejeng. Apalagi, setelah diteliti lebih lanjut, Bulan Pejeng ternyata merupakan logam perunggu. Padahal, genderang tersebut sebelumnya dianggap sebagai meteorit. Masyarakat lokal pun tidak ada yang berani memindahkannya, karena takut terjadi musibah.

Sejarah Desa Pejeng Gianyar 1 1024x768 » Sejarah Desa Pejeng Gianyar, Pusat Pemerintahan Kerajaan Bali Kuno

Setelah melalui penelitian, para peneliti dari Belanda memperkirakan kalau Desa Pejeng memiliki peran sentral di masa lalu. Apalagi, setelah dilakukan ekskavasi lebih lanjut, ditemukan berbagai peninggalan penting dari kerajaan zaman Bali Kuno. Peninggalan tersebut ditemukan dalam berbagai bentuk, termasuk berupa tulisan. Dari sini, diperkirakan kalau terdapat kerajaan di Pejeng pada rentang antara 883 sampai 1343 Masehi.

baca juga: Sejarah Universitas Udayana, Universitas Negeri Terbaik dan Tertua di Bali

Desa Pejeng Menjadi Tempat Berdirinya Kerajaan Bedulu

Setelah adanya penemuan benda-benda bersejarah tersebut, para peneliti menyimpulkan kalau terdpat sebuah kerajaan besar bernama Kerajaan Bedulu. Nama Pejeng pada era Bali Kuno disebutkan adalah Soma Negara. Wilayah ini disebut-sebut sebagai ibu kota dari Kerajaan Bedulu. Karena lokasinya yang berada di Pejeng, banyak pula yang menyebut kerajaan ini dengan nama Kerajaan Pejeng.

baca juga: Sejarah dan Asal-usul Kota Denpasar Bali

Namun, nama Soma Negara bukanlah penyebutan yang familier bagi masyarakat Pejeng. Mereka lebih terbiasa menyebut nama desanya dengan sebutan Desa Pejeng. Padahal, bagi orang-orang tua yang lahir dan menua di Pejeng, Soma Negara adalah nama asli desa. Pejeng yang memiliki arti payung, disematkan karena desa ini menjadi lokasi dari raja Bali Kuno yang memerintah secara bijak dan memayungi rakyat.

Kerajaan Bedulu yang Mempertahankan Bali dari Gempuran Majapahit

Bagi masyarakat Jawa, nama Kerajaan Bedulu yang berada di Desa Pejeng memang jarang dikenal. Namun, bagi masyarakat Desa Pejeng dan Bali, Bedulu adalah kerajaan penting. Kerajaan ini memiliki peran krusial sebagai kerajaan yang mempertahankan wilayah Bali dari gempuran Kerajaan Majapahit. Peristiwa ini berlangsung pada tahun 1343.

Hanya saja, perjuangan prajurit dari Kerajaan Bedulu ternyata tidak mampu menahan keperkasaan Kerajaan Majapahit. Apalagi, saat itu serangan yang dilakukan oleh Majapahit dipimpin secara langsung oleh Patih Gajah Mada. Dalam pertempuran tersebut, Kerajaan Bedulu mencapai titik akhirnya. Raja terakhir yang memerintah Bedulu adalah Dalem Makambika yang sempat melakukan pemberontakan dan ditumpas Gajah Mada pada tahun 1347.

Selanjutnya, wilayah Pulau Bali menjadi daerah kekuasaan dari Majapahit. Gajah Mada kemudian menempatkan seorang raja atau dalem bernama Sri Kresna Kepakisan. Dari sinilah kemudian muncul kerajaan-kerajaan kecil di Bali yang merupakan keturunan dari Dinasti Kepakisan.