Sejarah Kerajaan Badung di Bali

Kerajaan Badung

Badung saat ini menjadi wilayah kabupaten yang ada di Pulau Bali. Kabupaten Badung di Bali sangat terkenal, karena di dalamnya banyak terdapat destinasi wisata terkenal, di antaranya adalah Kuta dan Nusa Dua. Terkait keberadaan Kabupaten Badung, Anda perlu mengetahui adanya sebuah kerajaan besar yang dulu menjadi wilayah penguasa Kabupaten Badung. Namanya adalah Kerajaan Badung.

Kerajaan Badung 3 » Sejarah Kerajaan Badung di Bali

Kerajaan Badung dikenal sebagai salah satu kerajaan yang berjuang melawan penjajahan Belanda. Saat ini, Kerajaan Badung memang masih berdiri. Hanya saja, keberadannya sudah tidak memiliki peran dalam dunia politik. Sebagai gantinya, wilayah yang dulu menjadi bagian dari Kerajaan Badung, kini termasuk dalam wilayah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar.

Pendirian Kerajaan Badung Tak Lepas dari Kerajaan Gelgel.

Dalem Benculuk Tegeh Kori adalah raja pertama dari Kerajaan Badung yang waktu itu masih memusatkan pemerintahannya di Puri Benculuk. Pada masa ini, Kerajaan Badung dikenal sebagai bawahan dari Kerajaan Gelgel di Klungkung. Kerajaan Badung dalam rentang sekitar 1360 sampai 1750, dikabarkan sebagai wilayah pemerintahan di bawah keturunan Tegeh Kori.

Kerajaan Badung 1 » Sejarah Kerajaan Badung di Bali

Setelah Dalem Benculuk Tegeh Kori memberikan kepemimpinan kepada generasi berikutnya, istana yang dimiliki oleh Kerajaan Badung bertambah. Kerajaan ini juga membangun dua bangunan istana lain, yaitu Puri Tegal Agung dan Puri Ksatriya. Lalu, peristiwa besar terjadi pada abad ke 18, yakni perang perebutan kekuasaan yang berimbas pada rusaknya Puri Ksatriya. Tampuk kepemimpinan Kerajaan Badung pun jatuh ke tangan Kyayi Ngurah Jambe Ksatriya.

Pendirian Puri Agung Denpasar oleh I Gusti Ngurah Made Pemecutan

Karena kerusakan parah pada Puri Ksatriya, Kyayi Ngurah Jambe kemudian berinisiatif membangun istana baru, yang kini dikenal dengan Puri Agung Denpasar. Beliau kemudian memperoleh gelar sebagai I Gusti Ngurah Made Pemecutan. Tahun 1778, pusat pemerintahan Kerajaan Badung secara resmi dipindahkan oleh I Gusti Ngurah Made Pemecutan ke Puri Agung Denpasar.

Keberadaan Kerajaan Badung di Puri Agung Denpsar berlangsung sampai sekarang. Bangunan ini memang sempat mengalami kerusakaan hebat. Apalagi, anggota Kerajaan Badung berperang melawan pasukan Belanda secara gigih. Peperangan ini dipicu tuduhan Belanda atas pengrusakan serta perampasan isi kapal dagang dengan bendera Belanda bernama Sri Komala yang merupakan miliki warga Tionghoa Banjarmasin.

Perang Kerajaan Badung Bali Melawan Penjajah Belanda

Kerajaan Badung 2 » Sejarah Kerajaan Badung di Bali

Atas tuduhan pengrusakan dan perampasan tersebut, Kerajaan Badung tidak terima. Apalagi, Belanda meminta kompensasi dengan jumlah yang tidak tanggung-tanggung dengan diserti pemberian hukuman fisik. Kerajaan Badung kemudian berinisiatif melawan Beland dengan taktik perang puputan, yakni perang sampai titik darah penghabisan. Perang ini berlangsung pada tahun 1906 di bawah pimpinan Raja I Gusti Ngurah Made Agung.

Dalam peperangan tersebut, seluruh anggota kerajaan tewas. Hanya saja, sebelum peperangan, putra mahkota Kerajaan Badung yang waktu itu berusia 10 tahun, I Gusti Alit Ngurah, dilarikan ke daerah Seminyak. Selepas pertempuran, Belanda kemudian menangkap I Gusti Alit Ngurah dan mengasingkannya ke wilayah Matram, Lombok. Tahun 1917, masyarakat Badung mendesak Belanda untuk mengembalikan I Gusti Alit Ngurah dan permintaan tersebut dikabulkan.

Setelah perang, Pemerintah Belanda menguasai Kerajaan Badung secara penuh. Puri Agung Denpasar yang sempat mengalami kerusakan, mereka perbaiki. Selain itu, Belanda juga menerapkan sistem pemerintahan baru disebut Zelfbestuur atau yang dikenal swapraja. I Gusti Alit Ngurah dengan gelar Cokorda Alit Ngurah diangkat Belanda menjadi Raja Badung atau yang mereka sebut Zelbestuur Badung.

Setelah Indonesia merdeka, Kerajaan Badung secara resmi menjadi bagian dari NKRI. Selanjutnya, tanggal 1 Desember 1958, wilayah yang dulunya menjadi swapraja berubah bentuk menjadi Daerah Tingkat II atau kabupaten, dalam hal ini termasuk Badung. Tidak hanya itu, Denpasar juga ditunjuk sebagai Ibu Kota Provinsi Bali menggantikan Singaraja.