Sensasi Liburan Yang Berbeda Di Wisata Petik Jeruk Kintamani


2
2 points

Ingin merasakan sensasi liburan yang berbeda di Bali? Tidak ada salahnya mencoba wisata petik jeruk Kintamani yang semakin banyak diminati pelancong. Jadi, tidak hanya kaya dengan pesona wisata pantai saja, keindahan alam pegunungan Bali seperti yang ada di Kintamani ini juga cukup menarik.

Kintamani terletak di Kabupaten Bangli, Bali. Daerahnya yang merupakan pegunungan dengan pesona danau yang indah, menawarkan gaya berwisata yang berbeda. Selain hiking sambil berburu sunrise, wisatawan juga dapat mencoba serunya memetik jeruk sendiri.

Keunggulan Wisata Petik Jeruk Di Kintamani dan Harga Tiketnya

Saat berkendara ke Kintamani, Anda akan menemukan hamparan perkebunan jeruk yang luas. Perkebunan ini umumnya memiliki komoditas unggul berupa jeruk kintamani. Wisata kebun jeruk semakin diminati karena memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya sebagai berikut ini.

1.  Akses Jalan yang Mudah

wisata petik jeruk kintamani
(sumber gambar: tamaninspirasi.com)

Kintamani dapat ditempuh dengan berkendara sejauh kurang lebih 80 km dari denpasar. Jalanan menuju lokasi wisata ini cukup baik, sehingga pelancong dapat menikmati perjalanan yang nyaman. Di sepanjang perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan pegunungan yang sejuk dan asri.

Di Kintamani, ada beberapa agrowisata yang dapat dikunjungi wisatawan agar dapat merasakan suasana perkebunan. Salah satunya adalah agrowisata yang ada di Desa Catur. Perkebunan ini dikelola cukup baik, sehingga wisatawan akan merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke sana.

2. Hamparan Pohon Jeruk Yang Memanjakan Mata

Wisata petik jeruk Kintamani cukup menggoda, apalagi jika melihat lokasi perkebunannyaย yang memanjakan mata. Komoditas jeruk yang dimiliki kawasan Kintamani memang diakui kualitasnya. Ada beberapa jenis jeruk unggulan yang umum dibudidayakan oleh masyarakat Kintamani.

Anda akan banyak menemukan kebun jeruk siam di Kintamani. Jeruk yang memiliki cita rasa manis bercampur dengan asam segar ini memang menjadi produk unggulan perkebunan yang ada di wilayah ini. Tidak hanya dipasarkan secara lokal saja, jeruk Kintamani bahkan dipasarkan hingga ke pulau Jawa.

Selain jeruk siam, beberapa perkebunan di Kintamani juga mengembangkan varietas lain. Salah satunya adalah jeruk jenis Slayer. Jenis ini dinilai memiliki karakteristik buah yang lebih menarik dibandingkan jeruk siam karena bagian kulitnya yang tampak mulus. Uniknya, saat baru dipetik, rasa jenis jeruk ini cenderung asam, tetapi menjadi semakin manis setelah 3-4 hari.

3. Dapat Menjadi Wisata Edukasi Bagi Buah Hati

wisata petik jeruk kintamani
(sumber gambar: m.youtube.com)

Tidak hanya sekedar lokasi rekreasi, perkebunan jeruk yang ada di Kintamani ini dapat dijadikan obyek wisata edukasi bagi anak. Ajak anak Anda untuk mengetahui lebih jauh tentang cara menanam, merawat dan juga memanen buah jeruk. Pengalaman ini tentunya akan membekas dalam ingatan mereka dan menjadi momen berharga yang menyenangkan.

Sesuai dengan karakteristik warga Bali yang ramah, para petani di perkebunan jeruk Kintamani ini juga murah senyum dan mudah akrab. Wisatawan yang datang di wisata petik jeruk Kintamani ini akan merasa kerasan menyusuri deretan pohon-pohon jeruk yang tumbuh subur. Umumnya, kesuburan tanaman ini didukung oleh pemberian pupuk organik.

4. Sensasi Makan Jeruk Segar Langsung Dari Pohonnya

Salah satu hal yang paling menarik dari wisata kebun jeruk yang ada di Kintamani ini adalah pengunjung dapat menikmati buah yang segar dan baru dipetik dari pohonnya. Banyak pengelola kebun yang ada di kawasan ini membolehkan pengunjungnya untuk memetik sendiri jeruk yang diinginkannya. 

Pengalaman memetik jeruk sendiri ini menjadi momen istimewa yang memberikan kesan tersendiri. Bandingkan dengan rasa saat Anda memakan jeruk dari swalayan, tentunya akan berbeda sensasinya. Hal inilah yang menjadi incaran para wisatawan yang datang berkunjung.

Namun, sebelum berkunjung, sebaiknya memastikan bahwa perkebunan jeruk di Kintamani sedang memasuki masa panen. Umumnya puncak masa panen jeruk di Kintamani terjadi pada bulan Juli hingga September. Jadi, jika ingin merasakan serunya memetik sendiri buah jeruk dari pohonnya, ada baiknya berkunjung di bulan-bulan tersebut.

5. Harga Yang Relatif Murah

wisata petik jeruk kintamani
(sumber: balijestro.litbang.pertanian.go.id)

Berwisata di kebun jeruk Kintamani ini tidaklah memerlukan dana yang tinggi. Beberapa pengelola kebun menerapkan sistem timbang buah. Artinya, wisatawan tidak dikenai harga tiket masuk. Adapun buah jeruk yang dipetik akan ditimbang untuk ditentukan berapa yang harus dibayar. 

Tidak usah khawatir, harga jeruk yang manis segar ini relatif jauh lebih murah dibandingkan jika membelinya di kios buah ataupun swalayan. Bahkan, harganya bisa jadi hanya separuh dari harga di pasaran. Tentu saja ini bisa terjadi karena anda membelinya langsung dari petani.

Kadang, pada suatu musim panen, harga jeruk mengalami penurunan drastis. Dari yang biasanya pada kisaran Rp10.000 per kilogram, bisa merosot hingga hanya Rp4000 per kilogram. Biasanya saat harga sedang anjlok, petani menunda masa panen, dengan harapan harga jeruk bisa kembali naik dalam waktu dekat.

Itulah tadi keunggulan wisata petik jeruk Kintamani yang sangat menarik untuk dicoba. Ajak seluruh keluarga Anda untuk menikmati hawa perkebunan yang pastinya jauh lebih menyegarkan dibandingkan perkotaan. Jadi, tidak hanya di pantai saja, rasakan sensasi wisata bali yang berbeda di Kintamani.


Like it? Share with your friends!

2
2 points
Jarot Triguritno
Jarot is a content writer at Kintamani. He keeps on pursuing opportunities to engage with more people through articles about travel