Sustaining Lab Potato Head, Upaya Pengelolaan Sampah Mandiri oleh Kafe Kekinian yang Trendi

Sustaining Lab Potato Head

via Globe Trotter Magz

Potato Heat dikenal sebagai salah satu beach club terbaik di Bali. Di sini, Anda bisa menemukan pemandangan matahari terbenam yang sangat cantik. Namun, tahukah Anda kalau kafe kekinian ini juga punya upaya positif dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan keberadaan Sustaining Lab Potato Head?

Sustaining Lab adalah cara pengelolaan sampah secara mandiri yang dilakukan oleh Potato Head. Tak sekadar mengolah, Sustaining Lab dimanfaatkan oleh Potato Head untuk mengubah sampah menjadi barang-barang yang berguna. Menariknya lagi, para pengunjung juga bisa berpartisipasi mengikuti kelas belajar mengelola sampah secara gratis di sini.

Sustaining Lab Potato Head 2 1024x575 » Sustaining Lab Potato Head, Upaya Pengelolaan Sampah Mandiri oleh Kafe Kekinian yang Trendi

via Globe Trotter Magz

Sebulan, Potato Head Menghasilkan Sampah 40 Ton

Sebagai sebuah beach club yang sangat populer, sangat masuk akal kalau Potato Head memiliki sampah yang sangat banyak. Menurut catatan pihak beach club, dalam kurun sebulan, total ada sebanyak 40 ton sampah bisa didapatkan dari Potato Head. Untuk itu, pihak Beach Club kemudian berinisiatif untuk menggunakan pola pengelolaan sampah mandiri.

Sustaining Lab Potato Head 1 1024x732 » Sustaining Lab Potato Head, Upaya Pengelolaan Sampah Mandiri oleh Kafe Kekinian yang Trendi

via Potato Head

Dengan jumlah sampah sebanyak itu, bisa jadi sampah milik Potato Head berkontribusi pada timbunan sampah yang kerap muncul di pantai-pantai Bali. Oleh karena itu, Potato Head melakukan upaya meminimalkan dampak buruk terhadap lingkungan. Hasilnya sangat efektif. Keberadaan Sustaining Lab Potato Head bisa mengurangi jumlah sampai yang dikirim ke TPA dalam jumlah yang signifikan. Dari total sampah yang mereka hasilkan, hanya 10 persen dikirim ke TPA.

Upaya Sustaining Lab Potato Head dalam Mengurangi Sampah

Langkah awal Potato Head dalam mengoperasikan Sustaining Lab adalah dengan mendorong para karyawan untuk melakukan pemilahan sampah. Dari aktivitas pemilahan tersebut, Sustaining Lab bisa mengatur jenis sampah yang didaur ulang sendiri, dikirim ke pengepul, atau dibuang ke TPA. Pihak perusahaan juga telah memiliki kerjasama dengan pengepul limbah organik yang bekerja dalam menghasilkan pakan ternak.

Sementara itu, plastik jenis polyethylene therepthalate atau PET dikirim ke pengepul yang kemudian dibawa ke Surabaya. Tetrapak serta bungkus rukuk juga dibawa ke pengepul. Karena bahan ini sulit untuk didaur ulang sendiri. Alasannya, karena tetrapak memiliki bentuk bahan yang berlapis-lapis. Kabar baiknya, ada pengepul yang memiliki kemampuan dalam mendaur ulang jenis sampah ini.

Sustaining Lab Potato Head 3 » Sustaining Lab Potato Head, Upaya Pengelolaan Sampah Mandiri oleh Kafe Kekinian yang Trendi

via Mongabay

Selain itu, ada pula jenis sampah yang diolah secara mandiri oleh Sustaining Lab. Di sini, mereka memiliki peralatan untuk mencacah sampah serta alat untuk mencetak hasil olahan sampah. Produk daur ulang sampah juga bisa Anda temukan di Sustaining Lab, berupa batu bata yang dibuat dengan campuran bijih plastik serta pasir.

Semua aktivitas tersebut bisa dijalankan oleh Sustaining Lab dengan lancar berkat pemilahan sampah para karyawan. hasilnya, Potato Head kini memiliki target untuk bisa mendirikan bangunan baru yang dibuat dengan bahan batu bata hasil daur ulang. Mereka menargetkan untuk bisa membuat 400 ribu batu bata yang diproduksi memakai plastik kemasan serta kresek LDPE. Selain menjadi batu bata, ada pula produk berupa dekorasi yang berasal dari cangkang kerang.

Kerjasama dengan para seniman juga membuat hasil daur ulang Sustaining Lab terlihat trendi. Salah satu contohnya adalah penataan 5 ribu sandal jepit hasil daur ulang yang berjudul “5000 Soles”. Sandal-sandal ini dikumpulkan dari sampah yang dibuang ke laut dan dirangkai sehingga membentuk gradasi warna yang cantik.

Nah, melihat aksi dari Sustaning Lab Potato Head ini, sampah bisa terlihat trendi kalau diolah dengan tepat. Yuk, kurangi penggunaan sampah dan mulai memilah sebelum dibuang.