Mau Pergi ke Bali? Cermati Syarat Terbaru Pergi ke Bali Berikut Ini!


Sudah setahun penuh seluruh negara mengalami pandemi COVID-19, termasuk Indonesia. Hal tersebut membuat sektor pariwisata menyesuaikan keadaan yang berlaku demi mengurangi resiko meningkatnya kasus COVID-19. Salah satu tempat pariwisata yang sangat terdampak adalah Bali yang merupakan destinasi favorit wisatawan mancanegara. SATGAS (Satuan Tugas) Penanganan COVID-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2021. 

Surat edaran ini berisi tentang syarat dan ketentuan pelaku perjalanan dalam negeri atau biasa disingkat dengan PPDN dalam masa Pandemi COVID-19. Surat Edaran tersebut ditandatangani oleh Ketua SATGAS Penanganan COVID-19, Doni Monardo, pada tanggal 26 Maret dan diberlakukan mulai 1 April 2021. Syarat dan ketentuan PPDN ke Bali ini berlaku baik menggunakan transportasi udara, darat, maupun laut. Apa saja syaratnya? Mari simak ulasan di bawah ini.

Syarat Naik Pesawat untuk Pergi ke Bali 

syarat terbaru pergi ke bali 1 » Mau Pergi ke Bali? Cermati Syarat Terbaru Pergi ke Bali Berikut Ini!
(sumber gambar: imperial.ac.co.uk)

Sesuai dengan Surat Edaran, pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) ke Bali yang menggunakan transportasi udara atau pesawat harus menunjukan:

  1. Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR. Pengambilan sampel dibatasi maksimal 2X24 jam atau 48 jam sebelum keberangkatan. 
  2. Selain itu juga bisa mengambil sampel melalui tes rapid antigen dalam kurun waktu maksimal 2X24 jam atau 48 jam sebelum keberangkatan dengan hasil negatif.
  3. Jika tidak sempat melakukan tes, maka PPDN bisa melakukan tes GeNose C19 di Bandar Udara sebelum keberangkatan sebagai persyaratan dan mengisi E-HAC Indonesia.

Syarat Perjalanan Darat & Laut ke Bali 

syarat terbaru pergi ke bali 2 » Mau Pergi ke Bali? Cermati Syarat Terbaru Pergi ke Bali Berikut Ini!
(sumber gambar: imperial.ac.co.uk)

Pelaku perjalanan via laut mempunyai aturan juga seperti halnya perjalanan via udara. Pelaku perjalanan yang menggunakan transportasi laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 2X24 jam atau 48 jam sebelum keberangkatan. Seperti halnya di bandara, di pelabuhan juga menyediakan tes GeNose C19 bagi penumpang yang tidak sempat melakukan tes sebelum berangkat sebagai persyaratan dan mengisi E-HAC Indonesia.

Perjalanan darat ke Bali yang dimaksud di sini adalah yang menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi. PPDN ke Bali yang menggunakan bus ataupun kendaraan pribadi diwajibkan:

  1. Menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3X24 jam atau 48 jam sebelum keberangkatan.
  2. Selain itu, pelaku perjalanan juga dapat menunjukkan hasil negatif tes GeNose C19 di pelabuhan sebelum keberangkatan.
  3. Semua itu sebagai syarat melakukan perjalanan dan mengisi E-HAC Indonesia.

Apabila hasil tes menunjukkan negatif, namun pelaku perjalanan menunjukkan gejala COVID-19, maka tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan. Semua tes yang diberlakukan untuk menunjukkan hasil negatif dari COVID-19 kecuali anak-anak berusia di bawah lima tahun. Mereka tidak diwajibkan untuk melakukan tes, baik PCR/rapid test antigen, maupun tes GeNose C19 sebagai syarat melakukan perjalanan.

Kesimpulannya adalah diwajibkan bagi Pelaku Perjalan yang hendak mengunjungi Bali untuk menunjukkan hasil negatif, baik dari RT-PCR, rapid test antigen, maupun tes GeNose C19 yang baru diadakan mulai 1 April 2021 di bandara, pelabuhan, dan terminal. Disebutkan bahwasanya tes GeNose C19 ini produk dalam negeri yang deteksinya berbasis hembusan nafas. Tenggat waktu hasil tes maksimal 2X24 jam atau 48 jam sebelum keberangkatan ke Pulau Dewata Bali.

Setelah melakukan test yang hasilnya negatif, pelaku perjalanan diwajibkan untuk mengisi E-HAC (Electronic-Health Alert Card). Dilaunching oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, aplikasi yang tergolong baru dan dapat diunduh di Google Playstore maupun Apple Store itu merupakan kartu kewaspadaan kesehatan versi modern yang bentuknya elektronik. Jika tidak bisa mendownload aplikasinya, pengguna bisa membuka versi web. Nah, setelah mengunduh aplikasi maupun membuka versi web, langkah selanjutnya adalah mengisi form yang ada. Isi sesuai petunjuk dan tujuan perjalanan Kamu. Terakhir, setelah teregistrasi, nanti akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas sebelum melanjutkan perjalanan. Baik di bandara, pelabuhan, maupun terminal. 

Sudah jelaskan apa yang perlu dipersiapkan jika kamu ingin pergi ke Bali? Ikuti sesuai prosedur dan nikmati perjalanan Kamu. Tetap jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan agar pandemi segera usai dan bebas traveling ke mana saja, termasuk Bali ya!


Like it? Share with your friends!

Jarot Triguritno
Jarot is a content writer at Kintamani. He keeps on pursuing opportunities to engage with more people through articles about travel