Tahu Dadong Songkeg Pedapdapan Khas Desa Pejeng Gianyar yang Legendaris

Tahu Dadong Songkeg Pedapdapan

via Luh De Suryani

Produk industri rumahan berupa tahu memang bisa dapat ditemukan dengan mudah di berbagai lokasi. Namun, kalau di Bali, Anda perlu berkunjung secara langsung atau paling tidak mencicipi Tahu Dadong Songkeg Pedapdapan yang dapat Anda temukan di Kabupaten Gianyar. Tahu Dadong Songkeg merupakan produk kuliner legendaris yang telah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Tahu Dadong Songkeg Pedapdapan 3 » Tahu Dadong Songkeg Pedapdapan Khas Desa Pejeng Gianyar yang Legendaris

via Luh De Suryani

Pendiri dari Dadong Songkeg adalah wanita tua yang dikenal dengan nama Ni Wayan Songkeg. Wayan Songkeg yang kini sudah berusia tua, mendirikan usaha produksi tahu sejak zaman dulu. Karena usianya yang sudah sangat tua, beliau dipanggil dengan sebutan Dadong Songkeg yang artinya dalam bahasa Bali adalah Nenek Songkeg. Panggilan tersebut, secara tak langsung juga menjadi brand tahu di tempat ini.

baca juga: Babi Guling Selingsing Cepaka, Kuliner Babi Guling Legendaris dan Terenak di Bali

Sejarah Panjang Tahu Dadong Songkeg Pedapdapan di Gianyar

Keberadaan usaha produksi Tahu Dadong Songkeg memiliki usia yang jauh lebih panjang dibandingkan dengan berdirinya Republik Indonesia. Tahu Dadong Songkeg yang legendaris di Banjar Pedapdapan Desa Pejeng ini bermula pada sekitar tahun 1935. Usaha tersebut didirikan secara langsung oleh Wayan Songkeg dan sampai saat ini masih terus bertahan.

Tahu Dadong Songkeg Pedapdapan 1 » Tahu Dadong Songkeg Pedapdapan Khas Desa Pejeng Gianyar yang Legendaris

via Pejeng.org

Dalam proses pembuatannya, Tahu Dadong Songkeg menggunakan metode tradisional. Anda tidak akan menemukan pemakaian bahan kimia, baik formalin ataupun bahan berbahaya lainnya dalam pembuatan Tahu Dadong Songkeg. Sebagai gantinya, bahan yang digunakan untuk pembuatan tahu di tempat ini adalah kacang kedelai serta air garam.

baca juga: Museum Le Mayeur Sanur, Sarana Menikmati Koleksi Lukisan Seniman Legendaris Belgia

Selanjutnya, proses pembuatan tahu dilakukan dengan menggunakan mesin giling yang berguna untuk menggiling kacang kedelai. Tungku digunakan sebagai tempat untuk merebus gilingan kedelai, belong yang menjadi wadah hasil perebusan kedelai dan sekaligus tempat pencampuran dengan air garam dan penyaringan.

Tahu Dadong Songkeg Pedapdapan 2 » Tahu Dadong Songkeg Pedapdapan Khas Desa Pejeng Gianyar yang Legendaris

via Luh De Suryani

Hanya saja, Anda perlu tahu bahwa waktu pembuatan tahu cukup panjang, karena butuh perendaman kedelai selama kurang lebih 3 jam. Setelah direndam, baru digiling, direbus, dan diaduk sampai matang. Selanjutnya, baru adonan kedelai disaring dan dicampur dengan air garam. Selanjutnya, proses pembuatannya adalah pendiaman dan pencetakan.

baca juga: Ayam Betutu Men Tempeh, Sajian Kuliner Tradisional Legendaris Sejak Tahun 1978 yang Menggugah Selera

Semua proses pembuatan yang diperlukan tetap dipertahankan seperti pada zaman penjajahan. Hasilnya, Anda akan menemukan tahu dengan tekstur serta rasa yang berbeda. Tahu Dadong Songkeg memiliki tekstur yang lebih padat dibandingkan dengan tahu yang biasa Anda temukan di pasar-pasar tradisional. Anda dapat membeli sekotak tahu di tempat ini dengan banderol Rp20 ribu.

Tahu Pedadapan yang diproduksi oleh Dadong Songkeg juga terkenal memiliki daya tahan lebih tinggi. Anda dapat menyimpannya selama beberapa hari di dalam kulkas. Kandungan air yang lebih sedikit, membuat tahu ini memang memiliki rasa berbeda dan lebih cepat matang. Untuk menyantapnya juga mudah. Anda bisa menggorengnya secara langsung dengan disertai sambal kecap.

Lokasi Tahu Dadong Songkeg Desa Pejeng

Untuk mencoba pengalaman mencicipi Tahu Dadong Songkeg yang legendaris, Anda dapat berkunjung ke Banjar Pedapdapan di Desa Pejeng. Kalau dari Denpasar, Anda perlu menempuh perjalanan kurang lebih sekitar 1 jam berkendara untuk sampai ke Desa Pejeng. Selanjutnya, Anda bisa menemukan lokasi Tahu Dadong Songkeg yang berjarak sekitar 1 km dari Pasar Pejeng.