Tanah Lot Bali Jadi Pelopor Penerapan E-Ticketing untuk Akses Masuk Wisatawan

tiket tanah lot Bali

Tanah Lot dikenal sebagai destinasi wisata terpopuler di Bali. Setiap harinya, ada sekitar 6 ribu sampai 7 ribu wisatawan yang berkunjung ke Tanah Lot. Nah, pada akhir tahun 2019 lalu, Pemerintah Kabupaten Tabanan memberlakukan kebijakan baru terkait akses masuk ke Tanah Lot. Kebijakan tersebut adalah upaya penerapan e-ticketing atau tiket elektronik.

tiket tanah lot Bali 2 » Tanah Lot Bali Jadi Pelopor Penerapan E-Ticketing untuk Akses Masuk Wisatawan

Pemanfaatan teknologi menjadi hal yang diharapkan bakal memberi rasa nyaman kepada para wisatawan. Apalagi, saat ini telah tersedia berbagai sarana pembayaran menggunakan uang elektronik. Tanah Lot sebagai pelopor penggunaan layanan e-ticketing, diharapkan menjalankan kebijakan ini dengan baik. Apalagi, penerapannya juga berguna untuk meningkatkan transparansi keuangan.

baca juga: Dulang Restaurant Bali, Hadirkan Pengalaman Bersantap ala Bangsawan

Tanah Lot Jadi Pengguna Layanan E-Ticketing Pertama di Bali

Bupati Tabanan Eka Wiryastuti pada bulan Oktober lalu menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah awal untuk perbaikan pelayanan wisata di Kabupaten Tabanan. Tidak hanya Tanah Lot, beberapa tempat wisata populer lain di Tabanan juga bakal memperoleh perlakuan serupa, yaitu menggunakan pembelian tiket secara elektronik.

tiket tanah lot Bali 1 » Tanah Lot Bali Jadi Pelopor Penerapan E-Ticketing untuk Akses Masuk Wisatawan

Sebenarnya, rencana tiket elektronik di Tanah Lot ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Hanya saja, penerapannya kerap mengalami kendala. Nah, baru pada akhir tahun 2019, e-ticketing secara resmi diberlakukan. Dengan metode tiket elektronik seperti ini, para wisatawan dapat membeli tiket masuk menuju Tanah Lot dengan cara yang sangat mudah.

baca juga: 5 Tips Penting Memilih Hotel untuk Rombongan Liburan Study Tour ke Bali

Pembelian tiket tidak perlu dilakukan dengan datang secara langsung ke outlet tiket. Sebagai gantinya, Anda bisa membeli tiket menggunakan layanan pembelian online yang bisa dilakukan lewat situs resmi BPD, Tanah Lot, serta Pemda Tabanan. Hal ini memberi kemudahan karena tidak perlu adanya antrean panjang saat pembelian tiket.

Layanan e-ticketing di Tanah Lot merupakan pilot project di wilayah administratif Kabupaten Tabanan. Selanjutnya, Pemerintah Tabanan akan memperluas pemberlakuan kebijakan baru ini. Menurut rencana, Bupati Eka mengatakan bahwa layanan serupa juga akan dihadirkan di Ulun Danu Beratan serta Desa Jatiluwih. Hanya saja, masih belum ada waktu secara pasti tentang pemberlakuannya.

Rencana Kenaikan Tiket Masuk Wisata Tanah Lot

Pemberlakuan tiket elektronik di Wisata Tanah Lot juga disertai dengan rencana peningkatan tarif masuk para wisatawan. Nominal kenaikan harga masuk bervariasi, mulai dari Rp5 ribu sampai Rp35 ribu. Pihak pengelola tempat wisata mengungkapkan kalau rencana kenaikan harga tiket masuk ini sudah ada sejak 2 tahun sebelumnya.

Saat ini, tiket masuk untuk wisatawan dewasa ke Tanah Lot adalah sebesar Rp20 ribu. Menurut rencana, harga tersebut akan melonjak ke angka Rp35 ribu. Sementara itu, untuk pengunjung anak, dikenai kenaikan Rp5 ribu, dari Rp15 ribu menjadi Rp20 ribu. Selanjutnya, wisatawan mancanegara bakal diharuskan untuk membayar tiket masuk dari awalnya Rp60 ribu menjadi Rp75 ribu.

Dengan adanya peningkatan harga tiket masuk tersebut, pemerintah berharap bisa memperoleh pendapatan asli daerah (PAD) yang lebih tinggi. Apalagi, sebagian besar pengunjung kawasan wisata Tanah Lot adalah turis mancanegara, yang cukup mendominasi di kisaran 70 persen dari total pengunjung harian.

Selanjutnya, PR berat yang harus diselesaikan oleh pengelola wisata Tanah Lot adalah menjaga kenyamanan para pengunjung. Saat ini, terdapat sebanyak 14 alat yang digunakan untuk melayani pembelian tiket elektronik. Selain itu, ada 40 tenaga karyawan yang bekerja dalam 2 shift untuk melayani para pengunjung.