Tari Sanghyang Janger Maborbor, Tari Tradisional yang Jadi Ritual Penting Umat Hindu Bali

Tari Sanghyang Janger Maborbor

via Potret Bali

Di beberapa ritual agama akan terdapat sebuah seni yang melengkapi. Tari Sanghyang Janger Maborbor adalah salah satunya. Tarian ini pun kerap dipentaskan sebagai salah satu ritual keagamaan para pemeluk agama Hindu di Pulau Dewata Bali.

Salah satu seni tradisional ini dipertunjukkan ketika desa terserang wabah penyakit yang menyerang manusia maupun hama yang menyerang tanaman. Selain itu Tari Sanghyang Janger Maborbor juga dipentaskan untuk melengkapi upacara keagamaan yang ada di Pura Masceti dan pura lainnya yang ada di Desa Yangapi.

Tari Sanghyang Janger Maborbor 1 » Tari Sanghyang Janger Maborbor, Tari Tradisional yang Jadi Ritual Penting Umat Hindu Bali

via Potret Bali

Tari Sanghyang Janger Maborbor ini juga dapat dijadikan sebagai sarana hiburan juga bagi para warga atau para turis yang berlibur di Bali. Mengingat, tari tradisional ini menyimpan sisi religius penting, dan itu membuat para wisatawan merasa ada keunikan dalam tarian ini.

baca juga: Menelusuri Wisata Budaya Bali di Desa Adat Tenganan Pegringsingan

Asal Usul Tari Sanghyang Janger Maborbor

Asal usul Tari Sanghyang Janger Maborbor ini sendiri adalah berasal dari Pura Penyimpenan Dukuh Bukti. Saat itu masyarakat yang ada di Desa Yangpi terserang wabah penyakit. Ketika Tari Janger Maborbor dipentaskan, masyarakatnya pun menjadi mulai sehat.

Maka dari itu hingga sekarang tari Janger Maborbor ini dijadikan sebagai penolak marabahaya. Masyarakatnya percaya setiap melakukan upacara yadnya, Janger Maborbor harus dipentaskan. Jika tidak, ditakutkan hal-hal buruk seperti wabah penyakit atau musibah lainnya akan melanda masyarakat.

Tarian Janger Maborbor akan dtarikan oleh 5 hingga 10 pasang penari putra dan putri yang masih belum menginjak dewasa. Sekelompok penari putra disebut Kecak, dan sekolompok penari putri disebut Janger. Pertunjukkan janger Maborbor merupakan perpaduan antara gerak tari, lagu vokal yag disebut sekar rare, musik, rias dan busana.

Mereka menggunakan pakaian adat Bali yang biasa dipakai untuk sembahyang. Pertunjukkan tari akan dilaksanakan di tempat yang terbuka disebut dengan kalangan. Tempat keluar masuknya penari dibatasi dengan selembar kain. Area pertunjukkan juga mendapatkan penerangan dari lampu listrik.

baca juga: Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma, Wisata Budaya Gratis di Gianyar

Daya Tarik Tari Sanghyang Janger Maborbor

Keunikan dari tari Janger Maborbor ini adalah dimana para penari akan beraksi menggunakan media api. Hal tersebut sesuai dengan namanya ‘Maborbor’ yang memiliki makna, yaitu ‘dibakar’.

Saat puncak ritual, setelah pemangku selesai menghaturkan persembahan dan mempersiapkan tumpukan bara api di hadapan para penari, penari-penari tersebut lansung beraksi dan menginjak bara api.

Mereka beraksi dalam keadaan kerasukan atau kesurupan. Para penari beraksi diatas bara api, ada yang memakan bara api tersebut, namun tidak ada satu pun orang yang terluka karena luka bakar.

Semua kekuatan tersebut diyakini berasal dari sesuhunan setempat yang merasuki para penari. Setelah semua bara api padam, para penari akan diperciki tirta dan mereka akan pulih dan sadar.

Tempat Pelaksanaan Tari Sanghyang Janger Maborbor

Tari Janger Maborbor ini masih dilestarikan di Desa Yangapi, Kabupaten Bangli, Bali. Janger Maborbor ini dipentaskan sebagai bentuk menolak wabah penyakit. Dari Denpasar, Anda akan menempuh perjalanan kurang lebih 60 km atau sekitar 1,5 jam perjalanan menggunakan kendaraan.

Apabila anda sedang liburan di Kabupaten Bangli, mungkin anda dapat beruntung menyaksikan ritual ini. Karena keunikan dari Tari Janger Maborbor ini benar-benar menakjubkan dan dapat menjadikan pengalaman liburan anda semakin seru dan tak terlupakan.