Tjokorda Gde Agung Sukawati, Sosok Raja Ubud dengan Visi Melampaui Masanya

Peran Tjokorda Gde Agung Sukawati

Sistem negara demokrasi yang ada di Indonesia membuat bangsa ini tak berada di bawah kepemimpinan raja. Namun, Anda masih bisa melihat eksistensi beberapa kerajaan yang secara resmi diakui keberadaannya oleh pemerintah Indonesia. Salah satunya adalah Kerajaan Ubud di Bali. Nah, terkait kerajaan ini, ada satu sosok yang tak boleh dilewatkan, yakni Tjokorda Gde Agung Sukawati.

Beliau lahir pada tahun 1910 dan meninggal dunia pada 1978. Kepergiannya menjadi duka yang begitu dalam bagi masyarakat Ubud. Apalagi, Tjokorda Gde Agung Sukawati merupakan sosok raja yang begitu dicintai oleh rakyatnya. Apalagi, Tjokorda Gde Agung adalah tokoh yang penting yang membuat Ubud menjadi destinasi wisata populer di Bali.

Tjokorda Gde Agung Sukawati 2 751x1024 » Tjokorda Gde Agung Sukawati, Sosok Raja Ubud dengan Visi Melampaui Masanya

Peran Tjokorda Gde Agung Sukawati Dalam Memajukan Pariwisata Ubud

Sebutan sebagai sosok yang memiliki pemikiran maju melampaui masanya memang bukan isapan jempol pada diri Tjokorda Gde Agung. Apalagi, kebijakannya ketika menjadi Raja Ubud memang cukup kontras dengan tindakan yang dilakukan oleh para pendahulunya. Namun, lewat kebijakan tersebut, Ubud yang kala itu masih berupa daerah pedesaan, cukup ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.

baca juga: Desa Wisata Nyuh Kuning Ubud, Tawarkan Suasana yang Lebih Dekat dengan Budaya Tradisional Bali

Menyebut Tjokordan Gde Agung Sukawati sebagai marketing pariwisata Ubud juga merupakan hal yang tepat. Dalam setiap kesempatan, beliau selalu memperlihatkan keunggulan Ubud. Hal tersebut dilakukannya dengan tujuan agar banyak yang tertarik berkunjung ke Ubud. Oleh karena itu, tak heran kalau Tjokorda Gde Agung memiliki hubungan yang baik dengan seniman serta peneliti asing seperti Rudolf Bonnet ataupun Walter Spies.

Tjokorda Gde Agung Sukawati 1 » Tjokorda Gde Agung Sukawati, Sosok Raja Ubud dengan Visi Melampaui Masanya

Upayanya dalam mendatangkan para wisatawan ke Ubud juga diperlihatkan dengan tindakan nyata. Beliau sengaja membuka lebar-lebar pintu Puri Ubud untuk para wisatawan. Bahkan, beliau memberi kesempatan wisatawan untuk bisa menginap di puri ini. Padahal, puri merupakan bangunan suci yang hanya boleh ditempati mereka yang merupakan anggota keturunan kerajaan.

baca juga: Cocoa Ubud Private Villa, Penginapan Mewah yang Memberi Jaminan Liburan Penuh Privasi di Bali

Tidak hanya itu, beliau juga kerap mengajak para wisatawan untuk berkeliling menjelajahi wilayah Ubud. Tidak tanggung-tanggung, beliau juga terlihat sering menjadi ojek untuk para wisatawan. Hal tersebut membuat beliau sebagai sosok yang begitu dihormati oleh masyarakat. Apalagi, lewat kemajuan pariwisata yang ada, masyarakat Ubud bisa mendapatkan pemasukan yang lebih baik.

Sosok Tjokorda Gde Agung Sukawati yang Memiliki Pemikiran Terbuka

Kebijakan yang dimiliki oleh Tjokordan Gde Agung juga memperlihatkan bahwa beliau memiliki pola pikir yang maju dan terbuka. Beliau tidak takut dalam mengubah tradisi demi kemajuan Ubud. Apalagi, kedatangan para wisatawan juga disambutnya tidak sebagia seorang tamu, melainkan menjadi teman.

baca juga: Istana Puri Saren Ubud – Wisata Sejarah Kejayaan Masa Lalu Kerajaan Ubud di Bali

Dengan jasa besarnya dalam memajukan Ubud sebagai daerah pariwisata terkenal di Bali, Tjokorda Gde Agung Sukawati memang layak menjadi sumber inspirasi. Sebagai bentuk penghargaan kepad ajasa-jasanya, wajah beliau terpampang secara jelas di Museum Puri Lukisan Ubud yang dikenal sebagai museum tertua di Pulau Bali.

Museum Puri Lukisan Ubud ini memiliki area yang sangat luas, dengan 10 bangunan di dalamnya. Wisatawan dapat menyaksikan berbagai jenis lukisan dari berbagai era di sini. Museum ini juga memiliki tempat tersendiri di hati Tjokorda. Beliau berpesan kepada para penerusnya untuk selalu menjaga keberadaan museum ini.