Tradisi Mesuryak Bali, Tradisi Mengantar Roh Leluhur Masyarakat Bali

tradisi mesuryak bali

via Rappler

Terdapat sebuah tradisi yang ada di Bali yang disebut dengan tradisi mesuryak Bali. Tradisi warisan leluhur yang satu ini masih bertahan hingga saat ini. Apalagi, dalam tradisi ini masyarakat Bali melakukannya dengan gembira dan bahkan bagi-bagi uang.

Mesuryak sendiri memiliki arti yaitu bersorak, berteriak-riak, atau beramai-ramai. Tradisi yang satu ini rutin diadakan setiap 210 hari atau 6 bulan dalam perhitungan kalender Bali, yaitu tepat pada Hari Raya Kuningan atau 10 hari setelah Hari Raya Galungan.

tradisi mesuryak bali 1 » Tradisi Mesuryak Bali, Tradisi Mengantar Roh Leluhur Masyarakat Bali

via Rappler

Tujuan Tradisi Mesuryak Bali

Tujuan adanya tradisi mesuryak adalah untuk memberi bekal serta mengantarkan roh para leluhur kembali ke nirwana dengan rasa suka cita. Menurut kepercayaan orang Hindu, para roh leluhur turun ke dunia pada Hari Raya Galungan dan akan kembali ke surga pada Hari Raya Kuningan. Oleh karena itu, momen tersebut merupakan momen yang istimewa bagi masyarakat Hindu Bali.

baca juga: Desa Bayung Gede, Desa Adat dengan Budaya Tradisional Bali Aga di Bangli

Para roh leluhur itu akan diantarkan kembali dengan sorak sorai, suka cita dan beramai-ramai dalam tradisi Mesuryak. Tradisi Mesuryak sebelumnya diawali dengan melakukan persembahyangan di pura keluarga dan di Pura Kahyangan tiga yang terdapat di desa adat setempat.

Setelah melaksanakan persembahyangan, para warga membawa sesajen ke depan pintu rumah mereka, dan selanjutnya akan ada yang memimpin melantunkan doa-doa, biasanya yang akan memimpin adalah pemangku (pemimpin upacara) atau juga seseorang yang dituakan. Setelah itu acara langsung dilanjut dengan tradisi mesuryak.

Pemberian Bekal Kepada Leluhur dalam Tradisi Mesuryak Bali

Para anggota keluarga akan memberi bekal kepada leluhur semampunya, mulai dari uang recehan logam hingga uang bernilai 100 ribu rupiah, yang terpenting adalah mereka memberikannya secara ikhlas dan penuh suka cita.

tradisi mesuryak bali 3 1024x683 » Tradisi Mesuryak Bali, Tradisi Mengantar Roh Leluhur Masyarakat Bali

via Tirto

baca juga: Tradisi Pemakaman Unik Warisan Leluhur di Desa Trunyan Bali

Uang-uang tersebut akan dilemparkan di udara dan para warga lainnya akan bersiap untuk menangkapnya. Walaupun saat berebt terdapat kejadian desak-desakan dan ada yang terjatuh, namun tidak ada kericuhan atau pertengkarang, semua dilakukan dengan rasa senang.

Jika anda melihat, maka akan seperti terjadi sebuah hujan uang. Tradisi yang unik ini juga bertujuan untuk berbagi rasa bahagia dan kegembiraan pada sesama, selain itu menambah keakraban antar warga.

Tradisi Mesuryak diikuti oleh beragam usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, laki-laki maupun perempuan berbaur menjadi satu berdesakan memperebutkan uang-uang yang bertebaran dengan diselimuti suasana kegembiraan.

baca juga: Melihat Keunikan Tradisi Perang Pandan Mekare-kare di Desa Tenganan

Tidak semua warga ikut “panen uang”, namun begitu warga yang ikut wajib bersorak riang. Zaman dahulu, Tradisi Mesuryak menggunakan uang logam kini dapat digantikan dengan kepingan uang kertas. Selain uang, leluhur yang telah dilepas kepergiannya dibekali dengan sesajen pangadegan. Yakni sesajen yang berisi telur, pis bolong, beras dan bekal lainnya.

Lokasi Tradisi Mesuryak Bali

Anda dapat menyaksikan tradisi mesuryak Bali di dusun Bongan Gede, Kabupaten Tabanan, Bali. Tradisi ini diawali pukul 09.00 hingga 12.00, sebab diyakini bahwa arwah leluhur telah kembali ketika pukul 12.00. Anda yang dating menyaksikan Tradisi Mesuryak, juga dapat ikut “panen uang” loh!.

Keunikan dari tradisi Mesuryak ini dapat menjadi daya tarik tersendiri sehingga menjadi pusat perhatian bagi para wisatawan. Anda yang juga tertarik dengan tradisi Mesuryak, mungkin anda dapat liburan pada hari-hari dimana Mesuryak diadakan, sehingga anda dapat menyaksikan keseruan tradisi Mesuryak ini.