Tradisi Ngejot Di Bali, Bentuk Toleransi Antar Umat Beragama


Bali merupakan daerah di Indonesia yang memiliki berbagai keberagaman budaya dan tradisi unik yang sarat makna. Salah satunya adalah tradisi ngejot yaitu sebuah tradisi berbagi antara umat Hindu dan Islam. Tradisi ini sebenarnya merupakan sebuah tradisi yang menggambarkan hubungan kerukunan antar umat beragama. Dalam tradisi ini menggambarkan kerukunan antara umat Hindu dengan umat Islam yang berada di Pulau Bali.

Merupakan Sebuah Tradisi Saling Mempercayai

ngejot
(sumber gambar: kabardamai. id)

Pengertian ngejot adalah sebuah tradisi yang lebih dari sekedar saling berbagi makanan. Namun tradisi ini memiliki makna yang sangat dalam diantara kedua pemeluk keyakinan baik umat Islam maupun Hindu. Kedua pemeluk Agama ini tentu saja memiliki rasa saling mempercayai dan menghargai. 

Dalam hal ini terlihat dari makanan yang berikan umat Hindu yang sengaja memberikan daging ayam khusus untuk tetangga yang beragama Islam. Sebaliknya tetangga yang beragama Islam juga tidak ragu untuk memakan hidangan pemberian dari tetangga yang beragama Hindu. Karena keduanya memiliki rasa saling percaya dan saling menghargai untuk menjaga toleransi beragama.

Dengan saling menjaga toleransi ini maka keberadaan tradisi ngejot di Pulau Bali masih sangat kental sekali. Baik di kalangan umat Hindu maupun umat Islam. Bahkan bagi yang masih tinggal di daerah pedesaan tradisi ini masih tetap lestari..

Tujuan Diadakannya Tradisi Ngejot Di Pulau Bali

Dengan diadakannya tradisi ini di Pulau Bali ini sebenarnya tujuannya adalah sebagai berikut.

1. Sebagai Simbol Persaudaraan dan Keakraban Antar Umat Beragama

Tujuan tradisi ini yang pertama adalah sebagai simbol persaudaraan dan juga keakraban antar umat beragama. Dalam hal ini adalah umat Islam dan juga umat Hindu agar dapat hidup selaras sesuai masing masing keyakinan di Tanah Dewata.

2. Untuk Saling Menjaga dan Menghormati Keyakinan 

Tujuan yang kedua agar para pemeluk agama dapat saling menjaga dan saling menghormati dalam menjalankan ibadah masing masing. Sesuai dengan keyakinannya. Karena masalah keyakinan ini merupakan hal yang sangat prinsip.

3. Sebagai Ungkapan Rasa Syukur

Dengan demikian adanya tradisi ngejot ini lebih merupakan sebuah ungkapan rasa syukur. Tentang keharmonisan hubungan antar sesama pemeluk agama maupun dengan pemeluk agama yang lainnya.

Begini Cara Melaksanakan Tradisi Ngejot di Pulau bali

Pelaksanaan tradisi ini sebenarnya merupakan perwujudan rasa syukur yang biasa dilakukan oleh masyarakat Bali. Baik yang beragama Hindu maupun yang beragama Islam dalam menyambut hari raya masing masing Agama. Umat Hindu yang melaksanakan tradisi ini akan membagikan makanan dan minuman kepada tetangga di sekitar rumahnya. 

Baik bagi tetangga sesama penganut agama Hindu maupun tetangga yang menganut agama Islam. Demikian juga dengan umat Islam akan melaksanakan tradisi ngejot dengan membagikan makanan kepada para tetangga yang berada sekitar tempat tinggal mereka, baik tetangga yang sesama beragama Islam maupun Hindu.

Jenis Makanan Yang Dibagikan Saat Tradisi Ngejot

ngejot
(sumber gambar: food.detik.com)

Masing masing pemeluk agama baik umat Hindu maupun umat Islam akan membagikan makanan tentu saja yang sesuai dengan  tuntunan keyakinannya. Lalu jenis makanan apa saja yang biasanya dibagikan? Berikut ulasannya.

Biasanya umat Islam akan membagikan jenis makanan kepada tetangga yang beragama Hindu pada pelaksanaan tradisi ini yaitu hidangan khas lebaran. Seperti ketupat dan opor ayam. Sedangkan umat Hindu sendiri membagikan makanan kepada tetangga yang beragama adalah jenis makanan khas Bali. Seperti dagingnya yaitu  khusus daging ayam, berupa urap, lawar dan yang lainnya.

Lawar ini merupakan sejenis masakan khas Bali. Biasanya jenis makanan ini terbuat dari campuran daging sapi cincang atau babi dengan sayur sayuran. Yang ditambahkan dengan racikan bumbu khas dan juga tambahan santan kelapa.

Tradisi Ini Kapan Dilaksanakan?

Biasanya Umat Hindu dan umat Islam akan melaksanakan tradisi ini pada saat akan merayakan hari raya masing masing. Bagi umat Hindu biasanya akan melaksanakan tradisi ini pada hari raya nyepi, galungan dan juga hari raya kuningan. 

Sedangkan bagi umat Islam sendiri tradisi ini akan dilaksanakan pada saat menjelang hari raya idul fitri. Biasanya tradisi ini dilaksanakan sehari sebelum umat Islam merayakan hari raya Idul Fitri.

Demikian informasi singkat mengenai tradisi ngejot yang biasanya dilakukan oleh masyarakat di Pulau Bali. Khususnya masyarakat di Pulau Bali yang memeluk Agama Islam dan juga Agama Hindu. Semoga dapat bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kamu perihal berbagai tradisi keagamaan yang ada di Pulau Bali ya! 


Like it? Share with your friends!

Jarot Triguritno
Jarot is a content writer at Kintamani. He keeps on pursuing opportunities to engage with more people through articles about travel

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *