Tradisi Nikah Massal di Pengotan, Budaya Unik Menyucikan Perkawinan di Bali

Tradisi Nikah Massal di Pengotan

via Bale Begong

Biasanya, nikah massal merupakan program pemerintah yang dilakukan dengan tujuan untuk melegalkan hubungan pernikahan di masyarakat. Mereka yang berpartisipasi, tak jarang adalah pasangan berusia lanjut. Hal ini cukup lumrah, karena banyak masyarakat Indonesia yang melakukan pernikahan tanpa melakukan pencatatan ke KUA atau catatan sipil.

Tradisi Nikah Massal di Pengotan 3 » Tradisi Nikah Massal di Pengotan, Budaya Unik Menyucikan Perkawinan di Bali

via Bale Begong

Namun, di sebuah desa di Bali, yakni Desa Pengotan yang ada di Kabupaten Bangli, Anda akan menjumpai tradisi nikah massal yang wajib diikuti oleh masyarakat. Mereka yang berpartisipasi dalam tradisi nikah massal di Pengotan ini tak hanya kawula muda. Banyak pula pasangan lanjut usia yang turut serta.

Keikutsertaan pasangan dari berbagai kalangan usia di Pengotan pada tradisi nikah massal ini memang cukup normal bagi masyarakat setempat. Apalagi, tradisi nikah massal di Pengotan, menurut hukum adat setempat, harus dilakukan oleh setiap warga. Kalau tidak mengikuti tradisi ini, masyarakat percaya bahwa pernikahan yang dijalani masih dalam kondisi kotor, belum disucikan.

baca juga: Pura Kehen Bangli, Wisata Religi Pura dengan Keunikan dan Nilai Sejarah Tinggi

Waktu Pelaksanaan Tradisi Nikah Massal di Pengotan

Proses penyucian dalam tradisi nikah massal di Pengotan disebut dengan nama mewidiwidana. Mereka yang berpartisipasi dalam acara ini, akan menggunakan pakaian adat khas Desa Pengotan. Pelaksanaannya pun secara khusus dipusatkan di Pura Penataran Agung. Selain itu, pelaksanaan tradisi ini juga tidak bisa sembarang waktu.

baca juga: Pura Goa Giri Putri Nusa Penida, Pura Unik yang Berada di Dalam Gua

Tradisi Nikah Massal di Pengotan 2 » Tradisi Nikah Massal di Pengotan, Budaya Unik Menyucikan Perkawinan di Bali

via iNews

Dalam satu tahun, hanya ada 2 kali pelaksanaan tradisi nikah massal di Pengotan. Dua momen pelaksanaan tradisi tersebut adalah Sasih Kadasa dan Sasih Kapat dalam penanggalan Saka Hindu Bali. Biasanya, kedua momen tersebut bertepatan dengan bulan September dan bulan Maret dalam penanggalan Masehi.

Rangkaian Acara Dalam Tradisi Nikah Massal di Pengotan

Pelaksanaan tradisi nikah massal di Pengotan merupakan hajatan besar warga desa setempat. Oleh karena itu, tidak heran kalau acara ini dilaksanakan dalam kurun waktu yang cukup panjang. Biasanya, rangkaian acara nikah massal ini bisa berlangsung kurang lebih selama enam hari.

Tiga hari sebelum acara puncak, masing-masing pasangan pengantin akan mempersembahkan canang sedah yang ditujukan sebagai sesaji untuk pemimpin adat desa. Persembahan ini dilakukan dengan tujuan untuk memperlihatkan bukti kesungguhan niatan menikah dari masing-masing pasangan.

baca juga: Tradisi Pemakaman Unik Warisan Leluhur di Desa Trunyan Bali

Tradisi Nikah Massal di Pengotan 1 » Tradisi Nikah Massal di Pengotan, Budaya Unik Menyucikan Perkawinan di Bali

via Bale Begong

Selanjutnya, acara ini juga mengharuskan adanya pemotongan setidaknya satu ekor sapi. Pemotongan sapi tersebut tujuannya sebagai bentuk persembahan di Pura Agung Bali. Selain itu, ada pula deretan sesaji lain yang menemani, seperti daging ayam, nasi, serta buah-buahan. Semuanya ditata begitu rapi dalam pura.

Biaya yang perlu dikeluarkan oleh para calon pengantin dalam tradisi nikah massal di Pengotan begitu murah meriah. Umumnya, pasangan pengantin hanya mengeluarkan uang sekitar Rp200 ribu rupiah. Selain itu, tidak ada batasan mengenai jumlah pasangan yang bakal dinikahkan dalam tradisi ini. Pokoknya, masyarakat setemapat melarang adanya pernikahan yang dilakukan secara personal.

Keberadaan tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Apalagi, pada acara puncak, wisatawan bisa menjumpai deretan tradisi yang begitu menarik, termasuk di antaranya adalah mepamit, saling menyuapi makanan, ataupun nyanyian kidung berbahasa Bali. Tradisi tersebut pun dapat disaksikan oleh para wisatawan secara gratis dan terbuka. Tertarik?