Tradisi Tumpek Kandang di Bali, Bentuk Rasa Kasih Sayang Pada Hewan Peliharaan

tradisi tumpek kandang di Bali

via Bali Kami

Beragam tradisi unik membuat Pulau Bali begitu attraktif di mata para wisatawan. Tak hanya itu, tradisi tersebut juga membuktikan kalau masyarakat Bali memiliki budaya yang tinggi. Salah satunya adalah pelaksanaan tradisi tumpek kandang di Bali. Tradisi ini merupakan wujud rasa cinta masyarakat Bali pada hewan peliharaan.

tradisi tumpek kandang di Bali 3 » Tradisi Tumpek Kandang di Bali, Bentuk Rasa Kasih Sayang Pada Hewan Peliharaan

via Tirto

Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Bali secara menyeluruh, terutama oleh masyarakat yang punya hewan peliharaan. Menariknya lagi, kepemilikan tersebut tidak terbatas pada hewan peliharaan untuk sarana kesenangan seperti anjing atau kucing. Tradisi tumpek kandang di Bali juga dilaksanakan oleh mereka yang memiliki hewan peliharaan seperti babi ataupun kambing.

baca juga: Desa Batubulan Gianyar, Dari Ukiran Khas Tradisional Hingga Tari Barong Bali Ada di Tempat Ini

Makna Pelaksanaan Tradisi Tumpek Kandang di Bali

Pelaksanaan upacara tumpek kandang oleh masyarakat Bali bukan sekadar seremonial. Pelaksanaan tradisi ini memiliki makna yang cukup dalam bagi masyarakat Bali. Upacara ini merupakan wujud rasa terima kasih serta penghargaan yang diberikan oleh masyarakat Bali kepada para ternak dan hewan peliharaan tersebut.

tradisi tumpek kandang di Bali 1 » Tradisi Tumpek Kandang di Bali, Bentuk Rasa Kasih Sayang Pada Hewan Peliharaan

via Bali Kami

Tidak hanya itu, meski menjadi hewan yang dijadikan sebagai sumber makanan, hewan peliharaan juga harus dijaga kelestariannya. Selain itu, eksistensi hewan-hewan tersebut juga bisa berguna dalam membantu aktivitas sehari-hari. Sebagai contoh, sapi atau kerbau, tidak hanya bisa diambil dagingnya. Tenaga hewan tersebut juga berguna bagi para pemilik sawah.

Apalagi, masyarakat Bali merupakan warga yang memegang prinsip Tri Hita Karana begitu ketat. Oleh karena itu, mereka melakukan penghormatan tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kepada alam serta para dewa. Di waktu yang sama, upacara ini merupakan bentuk pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Sang, Hyang Siwa Pasupati yang merupakan penggembala makhluk Rare Angon.

baca juga: Tradisi Pemakaman Unik Warisan Leluhur di Desa Trunyan Bali

Cara Pelaksanaan Tradisi Tumpek Kandang di Bali

Ketika menyaksikan pelaksanaan upacara ini, Anda akan menemukan bahwa setiap pemilik hewan peliharaan melakukan ritual yang berbeda. Perbedaan tersebut terletak pada bebanten yang digunakan. Menurut kepercayaan warga Bali, bebanten yang dipakai untuk selamatan para hewan tersebut memang memiliki perbedaan bergantung dengan jenisnya.

tradisi tumpek kandang di Bali 2 » Tradisi Tumpek Kandang di Bali, Bentuk Rasa Kasih Sayang Pada Hewan Peliharaan

via Good News from Indonesia

Bagi masyarakat Bali yang memiliki hewan peliharaan seperti kuda, sapi, atau kerbau, maka bebanten yang digunakan berupa sesayut, tumpeng tetebasan, canang raka, serta panyeneng. Sementara itu, bebanten selamatan yang hewan peliharaan seperti babi, menggunakan ketipat, belayag, tumpeng canang raka, serta penyeneng.

baca juga: Melihat Keunikan Tradisi Perang Pandan Mekare-kare di Desa Tenganan

Selanjutnya, bebanten untuk pemilik hewan unggas seperti ayam, angsa, burung, serta itik, menggunakan bebanten sesuai dengan jenis unggas. Anda akan mendapati bebanten yang hadir dalam beragam jenis yang kemudian disertai dengan kembang payas, tetebus, serta penyeneng.

Dengan makna yang begitu dalam, tradisi tumpek kandang di Bali merupakan sebuah upacara penting. Anda bisa mendapati pelaksanaan upacara ini setiap 210 hari sekali. Masyarakat Bali juga tidak akan terganggu ketika ada pengunjung yang menyaksikan pelaksanaan upacara ini.

Wisatawan yang berkenan menyaksikan pelaksanaan tradisi tumpek kandang yang unik ini juga bisa melakukannya dengan sangat mudah. Anda tidak hanya bisa berkunjung ke rumah warga. Pada pelaksanaannya, wisatawan dapat pula menyaksikan tradisi tumpek kandang yang diadakan di tempat wisata, utamanya destinasi wisata yang memiliki hewan.