Uniknya Iring-iringan Gadis Pembawa Sesajen dalam Tradisi Mapeed di Bali

tradisi mapeed di Bali

via Bali Kami

Liburan ke Bali tak sekadar menjadi kesempatan untuk menikmati pemandangan pantai yang indah. Anda juga bisa melihat keunikan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Bali. Tradisi Mapeed di Bali merupakan salah satu keunikan tersebut.

Tradisi mapeed di Bali merupakan upacara unik yang tidak terjadi setiap hari. Tradisi ini dijalankan oleh masyarakat Bali dengan adanya iring-iringan para gadis dan ibu-ibu yang membawa sesajen. Hal yang menarik, sesajen yang diusung disusun dalam bentuk gebogan.

Tradisi Mapeed di Bali 2 1024x678 » Uniknya Iring-iringan Gadis Pembawa Sesajen dalam Tradisi   Mapeed di Bali

via Jukut Buangit

baca juga: Tradisi Pemakaman Unik Warisan Leluhur di Desa Trunyan Bali

Tradisi Mapeed di Bali Harus Dilakukan Secara Berkelompok

Pelaksanaan tradisi mapeed di Bali memiliki aturan yang jelas. Selain harus dialkukan oleh perempuan, mapeed juga tidak boleh dilakukan sendiri. Pelaksanaannya harus dilakukan secara berkelompok atau beriringan.

Oleh karena itu, pemandangan tradisi mapeed ini akan terlihat begitu menarik. Anda bisa melihat sekelompok wanita yang berjalan dalam satu baris dengan mengusung gebogan. Gebogan yang mereka bawa juga biasanya disusun secara rapi dengan ketinggian mencapai 1 meter.

Tradisi Mapeed di Bali 3 1024x682 » Uniknya Iring-iringan Gadis Pembawa Sesajen dalam Tradisi   Mapeed di Bali

via Metro TV News

Pelaksanaan iring-iringan tradisi mapeed di Bali biasanya dilakukan dalam 2 gelombang. Gelombang pertama merupakan iring-iringan pembawa sesajen bagi kelompok masyarakat yang berasal dari wilayah bagian barat desa atau disebut tempek kauh. Selanjutnya, gelombang kedua dilakukan oleh warga yang berasal dari area timur desa atau tempek kangin.

baca juga: Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh, Pura Unik yang Terpahat di Atas Tebing di Bali

Tradisi Mapeed di Bali Sebagai Bentuk Rasa Syukur Kepada Tuhan

Sesajen yang disusun dalam bentuk gebogan bisa dibuat dalam berbagai bentuk. Umumnya, jenis sesajen yang biasa dipakai adalah buah serta beragam jenis jajanan tradisional Bali. Makanan tersebut tidak hanya harus disusun secara rapi, tetapi juga dipercantik dengan hiasan daun janur.

Tradisi Mapeed di Bali 1 1024x683 » Uniknya Iring-iringan Gadis Pembawa Sesajen dalam Tradisi   Mapeed di Bali

via Bali Kami

Iring-iringan kedatangan para wanita yang tengah mengusung gebogan tersebut merupakan wujud rasa terima kasih serta kebahagiaan atas segala yang mereka dapatkan. Persembahan ini mereka tujukan secara khusus kepada Sang Hyang Widhi Wasa yang merupakan sosok persembahan bagi umat Hindu Bali.

baca juga: Menikmati Sajian Tradisional Bali Berbahan Kambing di Warung Makan Mang Raka Gianyar

Selanjutnya, para wanita akan menempatkan gebogan tersebut di atas kepala dan membawanya menuju ke pura kahyangan desa. Setelah itu, gebogan yang sudah sampai di pura, akan menjalani prosesi khusus sebagai sarana penyucian yang dilakukan oleh pemangku setempat. Setelah penyucian menggunakan air suci selesai, maka proses sembahyang bisa dimulai.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menyaksikan Tradisi Mapeed di Bali

Tradisi ini memang begitu menarik perhatian para wisatawan. Anda pun dibebaskan kalau ingin menyaksikan iring-iringan para wanita yang tengah membawa gebogan menuju pura. Hanya saja, selama prosesi ibadah di dalam pura, para wisatawan dilarang untuk berturut serta, karena bisa menganggu kekhusyukan umat Hindu.

Para pemangku akan membatasi kedatangan para wisatawan di area persembahyangan. Sebagai gantinya, Anda dapat menyaksikan upacara persembahyangan dari area tembok pagar pura atau dari luar tembok. Dengan begitu, Anda tetap bisa menyaksikan upacara dengan tanpa menganggu.

Untuk menyaksikan tradisi mapeed di Bali ini, Anda harus datang pada momen yang spesial. Pelaksanaannya kerap dilakukan ketika momen khusus seperti piodalan. Salah satu momen yang bisa Anda pilih untuk menyaksikan upacara ini ketika berlibur ke Bali adalah 10 hari sesudah Hari Raya Kuningan.