Tradisi Sampi gerumbungan khas Buleleng

via Dewata News

Di Pulau Madura, Anda bisa mendapati tradisi berupa karapan sapi atau balapan menggunakan sapi yang disertai dengan joki atau penunggangnya. Nah, di Bali, Anda juga bisa mendapati tradisi serupa yang disebut dengan nama tradisi sampi gerumbungan khas Buleleng. Seperti halnya karapan sapi, sampi gerumbungan juga dilakukan dengan ajang adu balap.

Meski begitu, tradisi sampi gerumbungan khas Buleleng memiliki perbedaan yang cukup mencolok dengan karapan sapi. Apalagi, hal yang paling diutamakan dalam tradisi khas Bali ini bukan pada adu kecepatan. Masyarakat Buleleng lebih mengutamakan unsur kesenian yang dihadirkan dalam tradisi tersebut.

Tradisi Sampi gerumbungan khas Buleleng 2 » Uniknya Tradisi Sampi Gerumbungan Khas Buleleng

via Bale Begong

baca juga: Danau Tamblingan, Danau Eksotis dengan Pemandangan yang Indah di Buleleng

Karena dikenal sebagai tradisi khas masyarakat Buleleng, Anda tak akan mendapati budaya unik ini di wilayah lainnya di Bali. Sebaliknya, masyarakat setempat menggunakan pelaksanaan sampi gerumbungan sebagai ajang pagelaran seni. Oleh karena itu, tak heran kalau tradisi ini pun menjadi daya tarik para wisatawan.

Tradisi Sampi Gerumbungan Khas Buleleng Wujud Rasa Syukur

Pelaksanaan tradisi sampi gerumbungan khas Buleleng dilakukan hampir setia tahun. Anda bisa mendatai pelaksanaan tradisi ini di berbagai lokasi di Kabupaten BUleleng. Hal ini cukup mahfum, mengingat sebagian besar masyarakat Buleleng merupakan warga yang banyak bermatapencaharian sebagai petani yang terbiasa membajak sawah.

Tradisi Sampi gerumbungan khas Buleleng 1 » Uniknya Tradisi Sampi Gerumbungan Khas Buleleng

via Dewata News

Tradisi sampi gerumbungan, oleh masyarakat Buleleng merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. Nama gerumbungan pada tradisi ini, didapatkan dari penggunaan gerumbungan atau genta besar yang biasa dikalungkan pada leher-leher sapi yang ikut dalam tradisi sampi gerumbungan.

baca juga: Brahmavihara-Arama Buleleng, Wihara Terbesar di Seantero Pulau Bali

Menurut warga Buleleng, tradisi turun temurun ini memiliki peran penting untuk bisa menjaga hasil panen biar terus melimpah. Apalagi, sapi yang digunakan untuk pelaksanaan tradisi ini, merupakan sapi yang biasa digunakan untuk membajak sawah. Oleh karena itu, mereka pun percaya bahwa sapi dengan kualitas baik, mampu menghasilkan panen yang melimpah untuk sawah.

Pelaksanaan Tradisi Sampi Gerumbungan Khas Buleleng

Sapi yang ikut serta dalam tradisi sampi gerumbungan bukanlah sapi biasa. Ada kriteria khusus yang diperlukan bagi sapi yang ikut dalam budaya ini. Pertama, sapi itu harus merupakan sapi dengan jenis kelamin jantan. Selanjutnya, sapi juga harus memiliki tubuh yang kekar.

Genta besar yang dikalungkan pada leher sapi bukanlah satu-satunya peralatan wajib dalam tradisi sampi gerumbungan khas Buleleng. Kedua sapi yang digunakan dalam tradisi ini, akan diikatkan satu sama ain menggunakan sebatang kayu disebut uga yang ada di tengah. Uga ini juga menjadi lokasi berdiri joki yang bertugas untuk mengendalikan sapi.

baca juga: Danau Kembar Buleleng, Dua Danau dengan Pemandangan Eksotis yang Menyegarkan Mata

Lokasi Pelaksanaan Tradisi Sampi Gerumbungan Khas Buleleng

Ada berbagai momen yang bisa digunakan untuk bisa menyaksikan tradisi ini. Pada perayaan hari ulang tahun Kota Singaraja merupakan salah satunya. Pada momen ini, pemerintah setempt akan mengadakan lomba rutin yang memperebutkan piala bupati.

Selain, pelaksanaan tradisi ini juga sering dilakukan di Lapangan Desa Kaliasem yang berada tak jauh dari Pantai Lovina. Lokasi lainnya, Anda juga dapat melihat pelaksanaan tradisi ini di Desa Bebetin yang masuk dalam wilayah Kecamatan Sawan.

So, kalau ingin liburan dengan cara yang berbeda di Bali, Anda bisa memilih untuk menyaksikan atraksi ini.