Upacara Ngedeblag di Bali, Tradisi Unik Mirip Halloween Khas Pulau Dewata

Upacara Ngedeblag di Bali

Halloween menjadi tradisi yang kini banyak dilakukan di berbagai negara, tampil dengan kostum yang mengerikan. Namun, tahukah Anda bahwa di Bali, ada pula tradisi serupa, namanya Upacara Ngedeblag di Bali. Dalam tradisi ini, masyarakat Bali berlomba-lomba tampil dengan penampilan yang tak kalah mengerikannya dibandingkan pada tradisi Halloween.

Upacara Ngedeblag di Bali bisa dibilang merupakan tradisi Halloween lokal yang menjadi ciri khas dari masyarakat Pulau Dewata. Dalam tradisi ini, warga akan hadir dengan tampilan yang berbeda, mulai dari anak-anak sampai dewasa. Mereka mencoba untuk tampil dengan dandanan yang seram ataupun bahkan lucu yang kemudian melakukan arak-arakan berkeliling desa.

Upacara Ngedeblag di Bali 3 » Upacara Ngedeblag di Bali, Tradisi Unik Mirip Halloween Khas Pulau Dewata

Arak-arakan ini bukanlah pawai biasa. Pada arak-arakan tersebut, masyarakat akan membawa air suci. Selanjutnya, mereka juga akan membawa barong sakral dengan disertai membunyikan kentongan, gamelan, serta beragam jenis perabotan rumah tangga. Setelah sampai di ujung desa, sepasang barong yang sebelumnya telah dibawa, mendapatkan upacara khusus.

baca juga: Gelang Tri Datu Khas Bali, Bukan Sekadar Aksesoris, Ada Makna Penting di Dalamnya

Pelaksanaan Upacara Ngedeblag di Bali

Pelaksanaan upacara ini juga tak bisa dilakukan dengan sembarangan. Biasanya, masyarakat akan melakukan persiapan terlebih dulu. Persiapan ini di antaranya adalah, mengikutsertakan anak usia 5 sampai 10 tahun yang membawa batang pohon jaka sebagai simbol hutan. Selain itu, anak usia 10-17 tahun yang membawa kukul dari batang bambu. Selanjutnya, orang dewasa membawa beragam jenis peralatan yang bisa dibunyikan.

Upacara Ngedeblag di Bali 2 » Upacara Ngedeblag di Bali, Tradisi Unik Mirip Halloween Khas Pulau Dewata

Upacara ini juga biasanya dimulai pada pukul 12.00 waktu setempat. Upacara diawali dengan pelaksanaan sembahyang secara bersama yang kemudian disertai dengan pemercikan tirta kepada para peserta serta alat yang digunakan. Berikutnya, iring-iringan diawali dengan anak-anak yang membawa batang pohon jaka, dan kemudian diikuti oleh elemen lainnya.

Upacara Ngedeblag di Bali Hanya Dilakukan di Desa Pekraman Kemenuh

Hanya saja, Anda tak akan mendapati upacara Halloween ala Bali ini di sembarang tempat. Hanya ada satu desa di Bali yang secara rutin melakukan tradisi ini. Desa tersebut tak lain adalah Desa Pekraman Kemenuh yang berada di wilayah Gianyar. Upacara ini biasa dilakukan pada tiap Kanjeng Kliwon yang merupakan waktu menjelang peralihan sasih kelima dan keenam menurut penanggaan Bali.

Tradisi ini dilakukan bukan tanpa sebab. Biasanya, warga Desa Pekraman Kemenuh melakukan upacara ini setahun sekali. Namun, tak menutup kemungkinan kalau mereka juga bakal melaksanakannya ketika dibutuhkan. Kapan waktu dibutuhkannya? Tak lain ketika mereka mendapati adanya bencana, seperti wabah penyakit, banjir, ataupun longsor.

baca juga: Upacara Otonan di Bali, Tradisi Penting yang Dilaksanakan 6 Bulan Sekali

Bisa dibilang, Upacara Ngedeblag di Bali ini merupakan salah satu tradisi dari warga Desa Pekraman Kemenuh untuk menolak balak. Oleh karena itu, pada setiap pelaksanaannya, ibu-ibu bakal melakukan penyambutan dengan begitu meriah. Selanjutnya, mereka juga akan memberikan sesajen dengan disertai puja-puja.

Sesajen dan puja-puja itu merupakan upaya para ibu di Desa Pekraman Kemenuh untuk melakukan pembersihan alam dari roh-roh negatif. Pembersihan ini, menurut mereka, merupakan hal penting, karena anggapan bahwa dunia ini telah kotor oleh beragam jenis perbuatan merusak yang dilakukan oleh manusia.

Karena keunikan serta filosofi dalam yang terkandung di dalamnya, upacara ini menjadi begitu menarik di kalangan para wisatawan. Bisa jadi pilihan menarik kalau Anda datang ke Bali dan melihat perayaan ini.

Foto via Masbroo