Upacara Sambah Ayunan, Tradisi Unik Bermain Bersama yang Bertujuan Menolak Bala

Upacara Sambah Ayunan

Upacara piodalan yang dilakukan oleh masyarakat Bali punya makna yang penting. Tidak hanya berlangsung khidmat, terkadang ada pula piodalan yang diwujudkan dengan cara unik dan menyenangkan. Salah satunya adalah upacara sambah ayunan yang secara rutin dilaksanakan oleh warga Desa Subaya, Kintamani. Pada acara piodalan ini, masyarakat Bali merayakannya dengan cara bermain ayunan raksasa secara bersama-sama.

Melihat cara pelaksanaan sambah ayunan, Anda mungkin tidak akan menganggap kalau tradisi ini merupakan sebuah permainan belaka. Padahal, masyarakat Desa Subaya di Kintamani menganggap pelaksanaan sambah ayunan sebagai piodalan yang penting. Bahkan, mereka percaya kalau piodalan berupa sambah ayunan yang dilaksanakan secara rutin di Pura Bale Agung sebagai salah satu upaya untuk menolak bala.

upacara sambah ayunan 1 » Upacara Sambah Ayunan, Tradisi Unik Bermain Bersama yang Bertujuan Menolak Bala

Tujuan Pelaksanaan Piodalan Sambah Ayunan

Sambah ayunan merupakan salah satu jenis upacara kuno yang masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Subaya, Kintamani. Pelaksanaannya dilakukan hanya satu kali dalam setahun. Perhitungan waktu pelaksanaan sambah ayunan dilakukan dengan menggunakan sistem kalender tradisional Bali. Biasanya, waktu pelaksanaan upacara kuno di Bali ini bertepatan dengan Bulan Januari.

Piodalan sambah ayunan merupakan salah satu bentuk persembahan yang dilakukan masyarakat Desa Subaya kepada Ratu Ayu Mas Subandar yang memiliki stana di Pura Pengubengan. Tujuan pelaksanaannya adalah agar masyarakat Desa Subaya bisa terhindar dari segala malapetaka yang menimbulkan korban jiwa. Pelaksanaan upacara ini melibatkan hampir semua warga, baik laki-laki ataupun perempuan.

Prosesi Pelaksanaan Upacara Sambah Ayunan di Desa Subaya

Prosesi piodalan sambah ayunan yang ada di Desa Subaya memiliki durasi yang cukup panjang. Biasanya, pelaksanaan upacara ini dapat memakan waktu dari sore sampai tengah malam. Acara dimulai dengan adanya iring-iringan warga, baik laki-laki dan perempuan menuju ke Pura Bale Agung. Para wanita datang dengan membawa sodan yang di dalamnya berisi sesajen. Sementara itu, para lelaki melengkapi dirinya dengan peralatan berupa tombak.

upacara sambah ayunan 2 » Upacara Sambah Ayunan, Tradisi Unik Bermain Bersama yang Bertujuan Menolak Bala

Perjalanan iring-iringan menuju ke Pura Bale Agung kerap menjadi tontonan menarik para wisatawan. Pada iring-iringan tersebut, mereka yang berpartisipasi memang kerap mengenakan baju yang spesial. Tidak hanya itu, Anda juga akan menyaksikan permainan musik tradisional yang turut meramaikan iring-iringan tersebut. Tidak heran kalau di sisi jalan, terdapat kerumunan warga yang seolah tidak sabar dengan pelaksanaan upacara ini.

Di Pura Bale Agung, Anda bisa menemukan keberadaan ayunan raksasa setinggi sekitar 15 meter yang terbuat dari bambu. Proses pembuatan ayunan raksasa tersebut sepenuhnya dilakukan dengan cara tradisional yang diturunkan secara turun-temurun. Waktu pembangunan ayunan raksasa itu bisa cukup lama, sekitar 3 sampai 5 hari. Namun, masyarakat melaksanakan proses pembangunan ayunan raksasa ini dengan bergotong royong sesuai dengan tugas masing-masing.

Ketika upacara akan dimulai, biasanya terdapat aksi balas pantun yang dilakukan oleh peserta laki-laki dan perempuan. Saat balas pantun selesai, mereka yang datang ke Pura Bale Agung akan mengikuti proses persembahyangan. Di waktu yang sama, banyak pula masyarakat yang mempersembahkan hasil panen dan menempatkannya dengan cara digantung pada ayunan. Prosesi upacara kemudian diakhiri dengan aksi simbolis Jero Kebayan menaiki ayunan.

Aksi simbolis itu menjadi momen penutup piodalan sambah ayunan di Desa Subaya. Selanjutnya, masyarakat boleh secara bebas menggunakan ayunan raksasa itu untuk bermain, termasuk para wisatawan. Tidak ada batasan aturan yang melarang seseorang untuk menggunakan ayunan ini. Jadi, kalau Anda penasaran dengan upacara ini, bisa turut berpartisipasi juga, lho!

Foto via Desa Subaya