Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh, Vihara Tua Bernuansa Tionghoa dengan Unsur Hindu yang Kental

ihara Amurva Bhumi Blahbatuh

via Katajari

Vihara seharusnya menjadi tempat ibadah bagi para pemeluk agama Buddha. Namun, suasana yang cukup berbeda dan bisa dibilang unik bakal Anda jumpai ketika berkunjung ke Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh. Vihara yang hadir dengan desain arsitektur khas Tiongkok ini ternyata punya unsur agama Hindu yang sangat kental, bukti dari akulturasi budaya dan kerukunan umat beragama di Bali.

Vihara Amurva Bhumi merupakan salah satu vihara tertua yang bisa Anda jumpai di Bali. Usia tempat ibadah ini bahkan telah mencapai ratusan tahun. Keberadaan Vihara Amurva Bhumi juga konon punya hubungan yang sangat erat dengan Vihara Caow Eng Bio, Tanjung Benoa. Keduanya merupakan vihara yang sama-sama dibangun oleh para imigran yang berasal dari Pulau Hainan, Tiongkok.

Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh 2 » Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh, Vihara Tua Bernuansa Tionghoa dengan   Unsur Hindu yang Kental

via Katajari

Sejarah Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh

Keberadaan vihara Buddha di tanah Hindu Bali ini bisa ditelusuri sejak tahun 1826. Pada awal pendiriannya, bangunan vihara ini terlihat sangat biasa dan tidak memiliki keistimewaan apapun. Dulu, bagian atap dari Vihara Amurva Bhumi menggunakan ilalang kering sebagai penutup. Seiring dengan kedatangan para umat Buddha yang melakukan persembahyangan, bangunan vihara terus mengalami perbaikan.

baca juga: Villa Batu Jimbar Sanur, Penginapan Mewah dan Legendaris yang Menjadi Favorit Artis Mancanegara

Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh 1 » Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh, Vihara Tua Bernuansa Tionghoa dengan   Unsur Hindu yang Kental

via Jia Xiang

Menurut catatan juru kunci atau penjaga Vihara Amuva Bhumi, bangunan tempat ibadah ini telah tiga kali mengalami pemugaran, tepatnya pada tahun 1951,1968, serta 1988. Selain itu, nama vihara ini juga pernah mengalami pergantian menjadi Vihara Singa Mas. Hanya saja, pada proses pemugaran yang terakhir, nama vihara dikembalikan ke asalnya, yakni Vihara Amurva Bhumi Bali.

Setiap tahun, vihara tua di Bali ini memiliki acara spesial yang diadakan setiap bulan purnama Fik Wik Cap Go atau bulan kedelapan dalam sistem penanggalan Cina. Pada awal pendiriannya, acara ini hanya didatangi oleh para pejabat kerajaan, penasehat raja, serta pedagang. Namun, lambat laut acara ini juga diramaikan oleh masyarakat umum.

baca juga: Klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja, Klenteng Tua Dengan Arsitektur Unik di Tepi Laut Buleleng

Desain Arsitektur Unik dan Akulturasi Budaya di Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh

Melihat penampilan luar dari bangunan Vihara Amurva Bhumi, Anda tidak akan bisa membedakannya dengan vihara di tempat lain. Kesan khas Tiongkok yang kental bisa dirasakan baik di dalam ataupun bagian luar bangunan. Apalagi, penempatan bangunan ini juga cukup unik, berada di bawah sebuah jembatan gantung dan berada tak jauh dari tepi sungai.

Namun, Anda akan menemukan unsur Hindu yang sangat kental ketika melihat praktik yang dijalankan di dalam vihara. Hal yang cukup mengejutkan adalah vihara ini ternyata juga punya tradisi mengadakan piodalan yang notabene merupakan salah satu praktik yang dijalankan oleh umat Hindu Bali. Pelaksanaan piodalan itu biasanya dilakukan pada Purnamaning Kapat pada penanggalan Bali.

Cara pelaksanaan piodalan di Vihara Amurva Bhumi juga tak ubahnya seperti piodalan di pura Hindu. Anda akan menjumpai adanya persembahan banten, caru, ataupun gebodan. Meski begitu, di dalam bangunan vihara ini, Anda akan menjumpai keberadaan patung dewa dalam agama Buddha seperti Dewa Harimau, Dewi Kwan Im, serta altar Buddha.

Lokasi Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh

Kalau Anda tertarik untuk melihat keunikan serta akulturasi budaya yang ada di vihara ini, bisa datang secara langsung ke Desa Blahbatuh di Kabupaten Gianyar. Lokasinya cukup mudah dijumpai karena berada tepat di tepi jalan raya. Hanya saja, posisi bangunan vihara ini agak ke bawah.