Warung Nasi Lawar Men Tingen, Solusi Ketika Lapar Tengah Malam di Sanur

Warung Nasi Lawar Men Tingen

via Bali Express

Waktu liburan ke Bali, Anda dapat menikmati momen menarik kapan saja. Bisa dibilang, Anda bisa mencoba berbagai aktivitas selama 24 jam. Untuk urusan makanan, Anda juga tidak perlu khawatir. Ketika Anda merasa kelaparan di tengah malam, ada deretan warung enak yang siap mengisi perut. Kalau Anda tengah berada di kawasan Sanur, Warung Nasi Lawar Men Tingen menyediakan solusi santapan yang lezat.

Warung Nasi Lawar Men Tingen 2 » Warung Nasi Lawar Men Tingen, Solusi Ketika Lapar Tengah Malam di Sanur

via Foursquare

Tempat ini, secara khusus menjadi tempat yang populer di kalangan anak muda. Banyak kawula muda yang kerap melakukan check-in di tempat ini dalam aktivitasnya di dunia maya. Di tempat ini, mereka bisa menyantap kuliner tradisional khas Bali yang sudah terkenal lezat. Ditambah lagi, Warung Lawar Men Tingen menyediakan solusi nasi khas Bali dengan harga yang sangat ringan dengan isi kantong anak muda.

Warung Nasi Lawar Men Tingen Telah Berdiri Sejak Tahun 1970-an

Dibandingkan dengan warung kuliner tradisional Bali lainnya, Warung Lawar Men Tingen memang tidak terlalu populer. Meski begitu, bukan berarti warung ini memiliki sejarah yang pendek. Bahkan, eksistensi dari Warung Lawar Men Tingen Sanur sudah ada sejak tahun 1970-an. Warung ini dijalankan secara turun-temurun, dan saat ini berada di tangan Ketut Mariartha.

Warung Nasi Lawar Men Tingen 1 » Warung Nasi Lawar Men Tingen, Solusi Ketika Lapar Tengah Malam di Sanur

via Bali Express

Ibu dari Ketut Mariartha merupakan sosok yang pertama kali membuka usaha warung nasi lawar. Saat itu, Warung Men Tingen memiliki jam operasional yang cukup normal. Para pengunjung berdatangan pada pagi sampai sore hari. Konsumen dari Warung Men Tingen di masa lalu, utamanya adalah para pengunjung Pasar Intaran.

Jenis nasi lawar yang digunakan pada tahun 1970-an juga beda dibandingkan dengan nasi lawar saat ini. Saat itu, ibu Ketut Mariartha menggunakan nasi lawar yang bercampur dengan daging penyu. Pada zaman dulu, perburuan penyu masih diperbolehkan. Namun, situasinya berubah 180 derajat ketika masuk tahun 1980-an dan eksistensi penyu mulai terusik.

Seiring dengan perkembangan zaman, Warung Men Tingen mulai banyak dikunjungi pencinta kuliner. Mereka yang menyantap nasi lawar di warung ini bukan hanya pengunjung Pasar Intaran. Banyak kalangan anak muda yang menjadi langganan. Bahkan, anak-anak muda itu kerap nongkrong di area sekitar warung sampai tengah malam. Untuk itu, Warung Men Tingen kemudian mengalihkan jam operasionalnya sehingga sesuai dengan kebutuhan para pelanggan.

Pilihan Menu Nasi Lawar di Warung Men Tingen Sanur

Sebagai warung nasi lawar, tentu saja Anda hanya akan menjumpai menu berupa nasi lawar selama berkunjung ke Warung Men Tingen di Pasar Inaran Sanur. Anda bisa menikmati lawar dalam dua variasi. Varian pertama adalah nasi lawar yang dicampur dengan potongan daging babi. Pilihan lainnya, Anda dapat menjumpai menu nasi lawar yang disertai dengan lauk berupa daging ayam.

Dibandingkan dengan kondisi tahun 1970-an, nasi lawar di Men Tingen memang beda. Namun, secara resep, Anda tetap akan memperoleh cita rasa yang lezat. Apalagi, Ketut Mariartha berusaha untuk mempertahankan penggunaan bumbu serta cara memasaknya. Mengenai harganya, Anda bisa menikmati nasi lawar yang terkenal enak ini cukup dengan membayar uang sebesar Rp20 ribu per porsi.

Kalau ingin menikmati nasi lawar di sini, Anda bisa datang ke lokasi Warung Men Tingen yang ada di Jl. Pejang Sari, Pasar Intaran, Sanur. Warung ini sebenarnya sudah buka pada sore hari, dan tutup sampai tengah malam. Hanya saja, warung ini biasanya mulai ramai ketika malam hari.