Ekowisata Mangrove Wanasari, Cara Berbeda Menikmati Liburan di Bali

Ekowisata Mangrove Wanasari Bali

Memilih Bali sebagai tempat berlibur tidak pernah salah. Kunjungan berulang kali ke pulau indah ini, Anda tidak akan merasa bosan. Apalagi, ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan, termasuk kunjungan ke tempat wisata yang tak biasa seperti Ekowisata Mangrove Wanasari Bali.

Ekowisata Mangrove Wanasari Bali 1 1024x683 » Ekowisata Mangrove Wanasari, Cara Berbeda Menikmati   Liburan di Bali

Sesuai dengan namanya, Ekowisata Mangrove Wanasari merupakan sebuah kawasan hutan bakau yang fungsinya begitu penting bagi lingkungan. Keberadaan hutan bakau punya peran dalam mencegah terjadinya abrasi pantai. Di waktu yang sama, hutan bakau juga menjadi habitat beragam jenis hewan serta sumber pemasukan nelayan.

baca juga: Desa Wisata Dukuh Penaban, Pilihan Tempat Liburan Baru dengan Aktivitas Unik

Di waktu yang sama, suasana yang ada di hutan mangrove Wanasari ini juga membuatnya sebagai pilihan tempat liburan menarik. Selama berada di sini, wisatawan bisa merasakan suasana tenang. Pemandangan hutan bakau yang rindang juga Anda dapat berlibur dengan suasana yang teduh.

Keberadaan Ekowisata Mangrove Wanasari Bali Mendorong Perekonomian Nelayan

Eksistensi Ekowisata Mangrove Wanasari memberi dampak yang sangat positif bagi para nelayan. Tempat wisata ini telah ada sejak tahun 2009 dengan menggunakan dana CSR bantuan dari Pertamina. Keberadaannya memiliki fungsi utama sebagai lokasi budidaya kepiting. Dengan adanya usaha budidaya ini, para nelayan bisa menangkap kepiting dengan tanpa merusak lingkungan.

Ekowisata Mangrove Wanasari Bali 2 1024x680 » Ekowisata Mangrove Wanasari, Cara Berbeda Menikmati   Liburan di Bali

Ekowisata Mangrove Wanasari memiliki ukuran yang sangat luas, mencapai 20 hektare. Semua lahan tersebut merupakan miliki para nelayan. Total, sebanyak 95 nelayan menjadi bagian dari organisasi yang mengelola wilayah ini. Mereka pun memiliki kebijakan pembatasan penangkapan jumlah kepiting, hanya 25 ekor per hari. Hal ini semata-mata dilakukan demi menjaga keseimbangan lingkungan.

baca juga: Berpetualang ke Air Terjun Goa Giri Campuhan, Destinasi Alami Terbaru di Bali

Aktivitas Wisata di Ekowisata Mangrove Wanasari Bali

Pembatasan jumlah penangkapan kepiting di area hutan mangrove memang mengurangi penghasilan para nelayan. Oleh karena itu, tempat ini juga difungsikan sebagai objek wisata. Para wisatawan dapat melihat secara langsung budidaya kepiting selama berkunjung ke Ekowisata Mangrove Wanasari yang ditempatkan pada keramba tancap.

Selain itu, wisatawan juga akan diajak untuk berkeliling area hutan bakau menggunakan perahu nelayan. Setiap perahu punya kapasitas penumpang mencapai 10 orang. Anda pun akan diajak untuk menjalajahi keindahan hutan bakau yang masih sangat asri ini.

baca juga: Savana Tianyar Karangasem, Padang Rumput Eksotis dengan Latar Belakang Gunung Agung

Setelah lelah berkeliling, Anda dapat mencoba aktivitas berikutnya, yakni kuliner. Di area Ekowisata Mangrove Wanasari terdapat restoran dengan sajian utama berupa olahan kepiting, namanya Kampoeng Kepiting. Ada menu khas yang bisa Anda coba, namanya kepiting tol bergoyang.

Lokasi tempat wisata ini juga berada sangat dekat dengan Bandara Internasional Ngurah Rai. Oleh karena itu, tidak heran Anda bakal menemukan pemandangan yang unik, ketika melihat keberadaan pesawat yang akan mendarat atau tengah take-off. Meski begitu, dijamin Anda tidak akan merasa terganggu dengan keberadaan pesawat-pesawat tersebut, dan bahkan suasana di sini terdengar cukup menenangkan.

Tiket Masuk dan Lokasi Ekowisata Mangrove Wanasari Bali

Tempat wisata ini bisa Anda temukan berada di alamat Jl. By Pass Ngurah Rai Nomor 1 Kuta. Anda dapat menghabiskan waktu liburan di sini pada rentang antara pukul 8 pagi sampai pukul 6 sore. Mengenai tiket masuknya, pihak pengelola menetapkan biaya masuk per rombongan, yakni Rp100 ribu untuk 10 orang.

Foto via Ekowisata Mangrove