Eks Pelabuhan Buleleng Singaraja, Pelabuhan Terbesar Bali di Zaman Dulu

Eks Pelabuhan Buleleng Singaraja

Bicara tentang pelabuhan di Bali, wisatawan pasti mengemukakan nama Pelabuhan Gilimanuk. Namun, tahukah Anda tentang keberadaan Eks Pelabuhan Buleleng Singaraja? Pelabuhan yagn satu ini dikenal sebagai pelabuhan dengan nilai sejarah yang tinggi. Apalagi, pada zaman dulu, Pelabuhan Buleleng merupakan pintu masuk utama ke Bali dan dikenal sebagai pelabuhan terbesar.

Eks Pelabuhan Buleleng Singaraja 3 » Eks Pelabuhan Buleleng Singaraja, Pelabuhan Terbesar Bali di Zaman Dulu

Embel-embel sebagai pelabuhan terbesar di Bali bisa didapatkan oleh Eks Pelabuhan Buleleng Singaraja karena Singaraja dulunya dikenal sebagai Ibu Kota Nusa tenggara. Namun, pada rentang tahun 1950, terjadi pemindahan lokasi pusat pemerintahan dari Bali Utara ke Bali Selatan. Pemindahan lokasi pusat pemerintahan ini pun berdampak secara nyata pada situasi di Pelabuhan Buleleng.

baca juga: Pura Dalem Jagaraga Singaraja, Pura Unik dengan Relief Kehidupan Rakyat Bali di Zaman Kolonial

Kondisi yang membuat Eks Pelabuhan Buleleng Singaraja mengalami penurunan tidak hanya itu. Keberadaan Pelabuhan Celukan Bawang Buleleng juga menjadi faktor lain. Apalagi, Pelabuhan Celukan Bawang berjarak hanya sekitar 40 km dari Kota Singaraja. Hasilnya, Pelabuhan Buleleng yang dulu menjadi lokasi bongkar muat dan tempat bersandarnya kapal pesiar, kini tinggal nama.

Eks Pelabuhan Buleleng Singaraja Jadi Saksi Sejarah Perjuangan Rakyat Bali

Eks Pelabuhan Buleleng Singaraja tak hanya menjadi pelabuhan terbesar Bali di zaman dulu. Keberadaan pelabuhan ini juga merupakan bukti pertarungan sengit yang dilakukan oleh rakyat Bali melawan para penjajah Belanda. Di sini pun sempat terjadi aksi perobekan bendera merah putih yang dilakukan oleh Belanda.

Eks Pelabuhan Buleleng Singaraja 1 » Eks Pelabuhan Buleleng Singaraja, Pelabuhan Terbesar Bali di Zaman Dulu

Peristiwa perobekan tersebut menyulut perang antara pasukan Belanda dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Alhasil, para prajurit TKR memaksa untuk merobek bagian biru pada bendera Belanda. Mengetahui peristiwa seperti ini, bakal mengingatkan kita pada momen perobekan serupa yang terjadi di Hotel Oranje Surabaya yang kini berganti nama jadi Hotel Majapahit, kan?

baca juga: Pelabuhan Celukan Bawang Buleleng, Alternatif Pintu Masuk Liburan ke Bali

Untuk mengenang peristiwa heroik tersebut, Pemerintah Bali membangun monumen bernama Yudha Mandala Tama di area pelabuhan. Monumen ini memiliki ketinggian mencapai 12 meter dengan disertai pemuda bertubuh kekar yang tengah memegang bambu runcing dengan bendera merah puti di bagian ujungnya.

Kondisi Eks Pelabuhan Buleleng Singaraja Saat Ini

Meski tak lagi beroperasi sebagai pelabuhan, bukan berarti tempat ini teronggok begitu saja. Bahkan, saat ini Eks Pelabuhan Buleleng Singaraja telah difungsikan sebagai salah satu tempat wisata menarik yang ada di Buleleng. Ditambah lagi, keberadaan bangunan kuno yang dibangun oleh Belanda masih bisa disaksikan di tempat ini.

Untuk menunjang aktivitas wisata, Pemerintah Bali pun menyediakan beragam fasilitas penunjang di sini. Fasilitas penunjang tersebut di antaranya adalah taman bermain untuk anak, restoran, toilet, fasilitas olahraga, serta area yang bisa dipakai untuk memancing. Tidak ketinggalan, di sini Anda juga bisa mendapati pura unik yang memadukan unsur Bali dengan ornamen khas Tiongkok.

Untuk menuju ke tempat ini, caranya cukup mudah. Jarak pelabuhan dengan pusat Kota Singaraja hanya 2,5 km. Selain itu, tiket masuk ke sini juga murah alias gratis. Anda hanya perlu mengeluarkan biaya untuk parkir ketika membawa kendaraan pribadi.

Bagi Anda yang tertarik utnuk datang ke Eks Pelabuhan Buleleng Singaraja, momen terbaiknya adalah saat sore hari. Pemandangan matahari terbenam di pelabuhan ini terlihat begitu eksotis. So, pastikan untuk membawa kamera agar bisa mengabadikan momen pemandangan cantik di sini.

Foto via David Christopher