Jaje Uli Bali, Jajanan Tradisional yang Menjadi Pelengkap Upacara Keagamaan

Jaje Uli Bali

Kuliner Bali tidak sekadar menjadi makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Ada pula beberapa jenis tradisi yang mengharuskan kehadiran jenis jajanan tertentu pada acara keagamaan. Salah satunya adalah jajanan tradisional yang bernama jaje uli Bali. Keberadaan jajanan ini tidak bisa terlepaskan dari pelaksanaan upakara yadnya di Bali.

Jaje Uli Bali 2 » Jaje Uli Bali, Jajanan Tradisional yang Menjadi Pelengkap Upacara Keagamaan

Jajanan tradisional khas Bali ini sendiri memiliki tampilan yang sederhana. Apalagi, bahan yang dibutuhkan untuk membuat jaje uli juga sangat mudah. Anda bisa menjumpai jaje uli yang dibuat dengan bahan utama ketan ataupun tepung beras. Selain itu, cara penyajian dan pengolahan jaje uli bisa dijumpai dalam 2 model, yakni sebagai jajanan kering dan jajanan basah.

baca juga: Jenis Makanan Khas yang Wajib Hadir Dalam Perayaan Kuningan dan Galungan di Bali

Ketika dijadikan sebagai jajanan kering, adonan jaje uli yang telah disiapkan, biasanya dibentuk secara pipih. Anda pun bisa menemukan jaje uli kering dengan ukuran yang begitu tipis, biasanya berbentuk lingkaran. Sementara itu, jaje uli basah, bisa dibuat cukup dengan mengepalkannya dengan tangan. Kedua jenis jaje uli ini, bisa dinikmati secara langsung.

Jaje Uli Bali Sebagai Bagian dari Tradisi Turun-temurun

Penggunaan jaje uli sebagai bagian dari sarana banten yadnya tidak terlepas dari tradisi turun temurun yang didapatkan dari leluhur. Dalam setiap penyajiannya, Anda akan menemukan jaje uli yang dibuat dalam bentuk jaje uli merah serta jaje uli putih. Kehadiran 2 jenis jaje uli tersebut menjadi makna dari lambang kegembiraan serta bakti terhadap kedua orang tua.

Jaje Uli Bali 1 1024x768 » Jaje Uli Bali, Jajanan Tradisional yang Menjadi Pelengkap Upacara Keagamaan

Dengan makna yang begitu dalam tersebut, tak heran kalau jaje uli menjadi sajian wajib yang ada dalam setiap upacara keagamaan. Namun, selain bisa menemukan jajanan ini pada upacara keagamaan, jaje uli juga bisa didapatkan dengan begitu mudah pada waktu sehari-hari. Anda bisa memilih untuk membuatnya sendiri atau membelinya di pasar tradisional.

baca juga: Jaje Pisang Rai, Jajanan Tradisional Khas Bali Legit dan Lembut

Cara Membuat Jaje Uli Bali yang Enak

Seperti yang telah disebutkan, jaje uli Bali bisa Anda buat dengan ketan ataupun tepung beras. Anda bisa memilih salah satu. Kalau ingin membuat jaje uli dari bahan ketan, Anda bisa menambahkan bahan lainnya, seperti kelapa parut, serta daun pandan. Sebagai pelengkap, Anda juga perlu menyediakan garam sesuai selera serta air secukupnya.

Jaje Uli Bali 3 576x1024 » Jaje Uli Bali, Jajanan Tradisional yang Menjadi Pelengkap Upacara Keagamaan

baca juga: Pasar Malam Gianyar, Lokasi Tepat untuk Berburu Kuliner Tradisional Khas Bali

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengaroni ketan sampai dalam kondisi setengah matang. Selanjutnya, Anda perlu menyiapkan proses pemasakan air yang dicampur dengan garam serta daun pandan. Kalau sudah, tahap berikutnya adalah memasukkan ketan yang sudah diaroni dan mengaduknya hingga rata. Aduk perlahan sampai air menyusut serta kering.

Langkah berikutnya, Anda perlu mengukus ketan sampai matang. Di waktu yang sama, Anda juga dapat mengukus kelapa parut. Selanjutnya, Anda dapat mencampur ketan dengan kelapa selagi dalam kondisi panas. Lalu, tahap berikutnya adalah menumbuk atau menghaluskannya. Proses penumbukan terus dilakukan sampai tekstur adonan menjadi begitu halus.  Langkah terakhir, Anda pun tinggal mencetak jaje uli Bali dalam bentuk yang pipih dan tipis.

Kalau sudah dingin, jaje uli sudah siap untuk disantap. Kalau enggan membuatnya sendiri, jaje uli Bali juga bisa Anda dapatkan di pasar tradisional dengan harga murah, cukup Rp10 ribu.

Foto via Kooliner