Mengenal Sosok I Gusti Anglurah Panji Sakti, Raja Pertama dan Pendiri Kerajaan Buleleng

I Gusti Anglurah Panji Sakti

Kerajaan Buleleng menjadi salah satu kerajaan besar yang ada di Pulau Bali. Pada masa kejayaannya, wilayah kekuasaan Buleleng tak hanya mencakup Bali, tetapi juga Blambangan di Pulau Jawa. Saat ini, Kerajaan Buleleng juga masih tetap berdiri. Hanya saja, Raja Buleleng tidak memiliki kekuatan secara politik.

I Gusti Anglurah Panji Sakti 1 » Mengenal Sosok I Gusti Anglurah Panji Sakti, Raja Pertama dan Pendiri Kerajaan Buleleng

Berbicara tentang Kerajaan Buleleng, nama yang tak bisa terlewatkan adalah I Gusti Anglurah Panji Sakti. Beliau dikenal dengan banyak sebutan, termasuk di antaranya adalah Ki Panji Sakti, i barak, Gusti Panji, Gede pasekan, serta Ki Gusti Anglurah Panji Sakti. Selain terkenal sebagai sosok yang sakti, Ki Panji Sakti merupakan sosok pemimpin yang merakyat dan teguh.

baca juga: Mengenal Lebih Jauh Singaraja, Kota Besar di Masa Lalu Pusat Pemerintahan Buleleng dan Soenda Ketjil

Silsilah dan Masa Kecil I Gusti Anglurah Panji Sakti

Nama I Gusti Anglurah Panji Sakti dikenal sebagai raja pertama sekaligus pendiri dari Kerajaan Buleleng. Beliau merupakan keturunan dari I Gusti Ngurah Jelantik yang berhubungan dengan hamba sahaya Ni Luh Pasek dari Desa Panji, Den Bukit. I Gusti Ngurah Jelantik merupakan Raja Gelgel yang memiliki gelar Dalem Segening, memerintah Gelgel pada rentang (1580-1665 M).

I Gusti Anglurah Panji Sakti 2 1024x650 » Mengenal Sosok I Gusti Anglurah Panji Sakti, Raja Pertama dan Pendiri Kerajaan Buleleng

Panji Sakti diperkirakan lahir pada tahun 1584 M, dengan nama kecil Ki Barak Panji. Konon, kesaktian Panji Sakti sudah terlihat sejak kecil, berupa sinar kecil yang keluar dari kepala–menandakan prabawa yang merupakan tanda kebesaran. Karena itu, I Gusti Ayu Brang-Singa yang merupakan permaisuri dari Dalem Segening, meminta agar Panji Sakti diasingkan.

baca juga: Patih Kebo Iwa, Sosok Pahlawan Pelindung Kerajaan Bali di Masa Lalu

Alhasil, Panji Sakti yang waktu itu berusia 12 tahun, diminta oleh Dalem Segening untuk tinggal di Desa Panji yang merupakan tempat kelahiran ibu kandungnya. Dalam perjalanan ke Desa Panji di Den Bukit, Panji Sakti disertai dengan 40 orang prajurit, pusaka leluhur, Ni Pasek Gobleg (ibu kandung), serta pamannya yang bernama I Wayan Pasek.

I Gusti Anglurah Panji Sakti Menjadi Penguasa Den Bukit

Keberadaan Panji Sakti di Den Bukit merupakan cikal bakal berdirinya Kerajaan Buleleng. Dengan kekuatan yang dimilikinya, I Gusti Ngurah Panji melakukan upaya penyatuan wilayah Den Bukit. Pada tahun 1660, Ki Panji Sakti secara resmi berkuasa dan mendirikan Kerajaan Buleleng. Beliau memerintah Kerajaan Buleleng dari tahun 1660 sampai 1697.

Pada masa pemerintahan Ki Gusti Anglurah Panji Sakti, Kerajaan Buleleng mencapai puncak kejayaan. Wilayah Kerajaan Buleleng tidak hanya meliputi Buleleng, tetapi juga Jembrana, Blambangan, serta Pasuruan. Kesaktian serta kepemilikan pusaka keris Ki Tunjungtutur dan Ki Semang, membuat kekuasaan Panji Sakti tidak tergoyahkan dan bahkan tidak ada yang berani melakukan penentangan.

baca juga: I Gusti Ketut Pudja, Sosok Pahlawan Nasional dari Bali di Uang Pecahan Rp1.000

Di samping itu, Ki Panji Sakti juga memiliki pasukan perang yang terkenal kuat, disebut Taruna Goak. Pasukan ini dibentuk secara khusus oleh Panji Sakti di bawah kepemimpinan Ki Tambang Sampun dan diwakili oleh I Gusti Made Bahatan. Persenjataan yang dimiliki tak hanya berupa senjata tradisional, tetapi juga senjata api yang didapatkan secara diam-diam.

Sayangnya, puncak kejayaan Kerajaan Buleleng berlangsung sangat singkat. Kerajaan ini kemudian beralih ke Kerajaan Mengwi dan Karangasem. Kemunduran ini disebabkan oleh banyak faktor, termasuk di antaranya adalah ketidakmampuan dari para penerus Ki Panji Sakti dalam memimpin Kerajaan Buleleng.