Rujak Kuah Pindang Khas Bali, Kuliner Tradisional dengan Rasa yang Menyegarkan dari Pulau Dewata

Rujak Kuah Pindang Khas Bali

Di Jawa Timur, Anda bisa mendapati rujak cingur. Di tanah sunda, ada pula rujak yang namanya rujak bebek. Nah, di Bali, ada rujak yang namanya rujak kuah pindang khas Bali. Penampilan dari rujak ini pun sangat jauh berbeda dibandingkan dengan rujak cingur ataupun rujak bebek. Demikian pula rasanya.

Rujak tradisional khas Bali ini dibuat dengan mencampurkan berbagai jenis buah. Buah-buahan yang kerap dipakai di antaranya adalah bengkuang, nanas, pepaya, mangga muda, serta kedondong. Selanjutnya, potongan buah itu akan dikombinasikan dengan kuah pindang. Kuah inilah yang membuat rujak khas Bali ini berbeda dengan rujak di tempat lain.

Rujak Kuah Pindang Khas Bali 1 » Rujak Kuah Pindang Khas Bali, Kuliner Tradisional dengan Rasa yang Menyegarkan dari Pulau Dewata

via Kumparan

Kuah pindang dibuat dengan beberapa bahan, di antaranya adalah daging ikan tuna, lengkuas, serai, jahe, daun salam, serta daun jeruk. Tidak lupa, rujak ini juga disertai dengan bumbu rujak. Bumbu rujak dibuat dari bahan perpaduan antara cabe rawit, asam jawa, terasi goreng, gula merah, serta asam jawa.

baca juga: Jaja Cerorot Khas Bali, Kuliner Tradisional yang Wajib Hadir saat Perayaan Nyepi

Kombinasi ketiganya membuat rasa rujak kuah pindang khas Bali akan terasa begitu menyegarkan. Tak hanya itu, gurih dari rujak ini membuatnya jadi pilihan tepat ketika ingin mencari makanan di siang hari. Menariknya, penambahan daging ikan tuna pada rujak ini membuatnya tidak terasa amis. Bahkan, banyak orang yang lebih suka menyantap rujak kuah pindang ketimbang rujak buah ketika berada di Bali.

Rujak Kuah Pindang Khas Bali Mudah Didapatkan

Dikenal sebagai jajanan tradisional khas Bali, makanan yang satu ini bisa didapatkan dengan mudah. Anda tinggal berkunjung ke beragam pasar tradisional yang ada di Pulau Dewata. Rasa dari rujak kuah pindang ini juga sangat murah. Biasanya, rujak kuah pindang ini bisa didapatkan dengan harga berkisar antara Rp5 ribu sampai Rp10 ribu.

baca juga: Nasi Tepeng Khas Gianyar, Kuliner Pagi Hari yang Murah Meriah di Bali

Ada hal unik yang kerap dilakukan oleh orang-orang ketika menyantap kuliner tradisional khas Bali ini. Cara tersebut adalah dengan menambahkan es batu sehingga membuatnya terasa lebih segar dan dingin. Cara tersebut sangat efektif ketika dipakai untuk menyantap rujak kuah pindang ini di siang hari yang panas.

Rekomendasi Tempat untuk Mencicipi Rujak Kuah Pindang Khas Bali yang Enak

Seperti yang telah disebutkan, untuk mencicipi kuliner tradisional ini, banyak tempat yang bisa dipilih. Hanya saja, tidak semua tempat mampu menghadirkan rasa rujak kuah pindang yang begitu menyegarkan. Nah, dari sekian banyak pilihan, ada 4 lokasi yang terkenal mampu menghadirkan rujak kuah pindang yang segar dan gurih.

Empat rekomendasi warung tradisional tersebut adalah:
– Warung Bu Putu
Warung yang satu ini bisa dijumpai di alamat Jl. Blambangan 4x, Kuta. Warung ini biasanya buka mulai dari pukul 10.00 sampai malam hari di pukul 19.30.

– Gula Bali The Joglo
Opsi berikutna, bisa datang ke Gula Bali The Joglo. Warung ini bisa ditemukan di alamat Jl. Merdeka II Nomor 16, Renon Denpasar. Anda bisa memilih datang ke sini pada rentang antara pukul 10.00 sampai 18.00.

– Warung Satria
Warung ini tersedia di 2 lokasi, yakni di Jl. Kedondong 11A, Denpasar dan Jl. Kendedes Nomor 5, Kuta. Kedua warung ini masing-masing pukul 11.00-17.00 dan 09.00-17.00.

– Warung Rujak Gelogor
Warung Rujak Gelogor bisa dijumpai di alamat Jl. Bukit Tunggal Nomor 27, Pamecutan. Warung ini buka mulai pukul 10.00 sampai 19.00.