Tari Baris Khas Bali, Kesenian Tradisional Representasi Ketangguhan Prajurit

Tari Baris Khas Bali

Banyak jenis kesenian yang bisa disaksikan selama berlibur ke Pulau Bali. Apalagi, produk kesenian berupa tarian. Salah satu jenis tarian yang begitu menarik untuk disaksikan selama berkunjung ke Pulau Dewata adalah tari baris khas Bali. Tarian tradisional yang satu ini merupakan jenis kesenian yang ditujukan untuk menggambarkan ketangguan para prajurit Bali.

Tari Baris Khas Bali 2 » Tari Baris Khas Bali, Kesenian Tradisional Representasi Ketangguhan Prajurit

Tari baris khas Bali pun menjadi jenis tarian tradisional yang dipertunjukkan oleh para laki-laki. Bahkan, jenis tarian ini menjadi budaya yang secara turun-temurun diajarkan kepada setiap anak laki-laki di Bali. Mereka pun akan mempelajari cara menari baris sebelum menginjak usia dewasa. Meski ditujukan untuk laki-laki, tetapi gerakan tarian ini memerlukan tubuh yang lentur agar tarian terlihat anggun.

baca juga: Bali Swing Abiansemal, Tempat Berfoto Selfie Keren Sekaligus Menantang di Pulau Dewata

Sejarah Tari Baris khas Bali

Tari baris khas Bali merupakan jenis tarian perang. Pada pemetasan tarian tradisional ini, wisatawan bisa memperlihatkan penggambaran prajurit bali yang akan berangkat menuju ke medan perang. Dalam penampilan tersebut, akan terlihat sosok prajurit yang gagah berani dan begitu jantan. Di waktu yang sama, tarian ini juga memperlihatkan kebaktian seorang prajurit kepada raja.

Tari tradisional dari Bali ini, menurut catatan sejarah, diperkirakan telah ada sejak pertengahan abad ke 16 Masehi. Bukti dari keberadaan tari baris khas Bali pada abad tersebut bisa ditemukan pada Kidung Sunda yang merupakan peninggalan sejarah dari tahun 1550 Masehi. Dalam naskah bersejarah tersebut, diperlihatkan ada 7 jenis tari baris yang dibawakan pada upacara kremasi.

Tari Baris Khas Bali 1 » Tari Baris Khas Bali, Kesenian Tradisional Representasi Ketangguhan Prajurit

Pementasan tari baris khas Bali pada waktu itu bukan sekadar untuk pertunjukan hiburan. Pementasannya memiliki makna yang sangat penting, bahkan dikenal sebagai bagian dari ritual keagamaan yang dijalankan oleh masyarakat Bali. Dalam pementasannya, tarian ini dijalankan oleh sebanyak 8 sampai 40 orang. para penari tersebut kemudian disertai dengan beragam pernak-pernik berbentuk senjata tradisional.

baca juga: Liburan Antimainstream Berkunjung ke Kebun Anggur Hatten Wines di Bali

Pada abad ke-19, muncul varian baru dari tari baris khas Bali, namanya tari baris tunggal. Jenis tarian yang satu ini tidak digunakan sebagai bagian dari ritual keagamaan, melainkan sepenuhnya untuk sarana hiburan rakyat. Jumlah penari yang mementaskan hiburan ini juga lebih sedikit, hanya perlu 1 atau 2 penari.

Pementasan tarian sebelum berangkat ke medan perang bukanlah tanpa maksud dan tujuan. Pertunjukan tari ini, dipercaya oleh masyarakat Bali, sebagai cara untuk menyambut kedatangan dewa serta leluhur.

Keindahan Tari Baris Khas Bali

Dalam pementasan tari tradisional ini, para penari akan dilengkapi dengan berbagai pernak-pernik. Mahkota yang memiliki bentuk segitiga dengan hiasan kulit kerang vertikal sejajar di bagian atas menjadi ciri yang utama. Selanjutnya, penari mengenakan kostum yang longgar berwarna-warni dan terlihat menjuntai ke lantai.

baca juga: Basanta Agro Organic Ubud, Wisata Asyik Melihat Proses Pembuatan Kopi Luwak

Gerakan pundak yang mencapai setara telinga menjadi ciri khas dari tarian khas Bali ini. Selain itu, kedua tangan penari juga senantiasa berada dalam posisi horizontal dan gerakannya terlihat begitu tegas. Selain itu, gerakan mata penari juga bakal terus berubah-ubah, mewakili sifat prajurit yang awas terhadap segala situasi di medan perang.

Untuk semakin memperlihatkan kesan dramatis, pementasan tarian tradisional ini juga disertai dengan alunan musik. Alunan musik yang menyertai tentu saja dilakukan dengan beragam peralatan musik tradisional, seperti gog kebyar ataupun gong gede.

Foto via Indonesia Kaya