Wisata Gratis Menyaksikan Kemegahan Vihara Satya Dharma Pelabuhan Benoa

Vihara Satya Dharma Pelabuhan Benoa

via Detik

Mengisi waktu liburan ke Bali dengan kunjungan ke pura menjadi hal yang begitu lumrah. Apalagi, Bali dikenal sebagai pulau seribu pura. Namun, bagaimana kalau memilih untuk kelenteng yang menjadi tempat ibadah umat Konghucu? Ada banyak pilihan kelenteng yang dapat dikunjungi, salah satunya adalah Vihara Satya Dharma Pelabuhan Benoa.

Vihara Satya Dharma Pelabuhan Benoa 3 1024x620 » Wisata Gratis Menyaksikan Kemegahan Vihara Satya Dharma Pelabuhan Benoa

via Pemkot Denpasar

Vihara Satya Dharma Pelabuhan Benoa merupakan sebuah kelenteng yang terbilang baru. Bangunan kelenteng ini diresmikan pada tahun 2012. Oleh karena itu, kelenteng ini bukanlah merupakan tujuan destinasi bersejarah. Meski begitu, keunikan serta kemegahan bangunan Vihara Satya Dharma menjadi daya tarik tersendiri yang membuat banyak wisatawan datang ke sana.

Pembangunan Vihara Satya Dharma Pelabuhan Benoa Menggunakan Swadaya Masyarakat

Sejarah pembangunan Vihara Satya Dharma Pelabuhan Benoa diawali pada tahun 2006. Saat itu, umat Konghucu di Bali yang mayoritas merupakan warga keturunan Tionghoa, berinisiatif untuk membangun tempat ibadah. Niatan tersebut didukung dengan membanjirnya sumbangan dana dari berbagai pihak.

Dana sumbangan untuk pembangunan Vihara Satya Dharma tak hanya berasal dari umat Konghucu Bali. Ada pula sumbangan dari umat Konghucu dari berbagai kota di Indonesia. Sebagai tambahan, tak sedikit pula dana sumbangan yang didapatkan dari para pelaut asing yang tengah singgah ke Pelabuhan Benoa, terutama adalah pelaut dari Taiwan, Jepang, serta Thailand.

Vihara Satya Dharma Pelabuhan Benoa 2 » Wisata Gratis Menyaksikan Kemegahan Vihara Satya Dharma Pelabuhan Benoa

via Detik

Proses pembangunan Vihara Satya Dharma Pelabuhan Benoa butuh waktu yang begitu lama. Secara total, pembangunan bangunan ibadah ini memakan waktu sekitar 6 tahun. Peresmian tempat ibadah umat Konghucu Bali ini kemudian dilakukan pada tanggal 22 Agustus 2012 dan dihadiri secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali AA Ngurah Puspayoga.

Vihara Satya Dharma Pelabuhan Benoa Menjadi Tempat Ibadah 3 Umat Beragama

Biasanya, bangunan yang disebut sebagai vihara merupakan tempat ibadah untuk umat Budha. Namun, kondisi berbeda dimiliki oleh Vihara Satya Dharma Pelabuhan Benoa. Di sini, Anda akan menjumpai fungsi bangunan yang digunakan untuk sarana beribadah 3 umat beragama, yakni Buddha, Konghucu, serta penganut Taoisme.

Tidak hanya itu, kelenteng ini juga menjadi salah satu bukti bahwa warga Tionghoa mampu hidup secara rukun dengan umat Hindu Bali. Apalagi, di dalam wihara ini Anda bisa menjumpai adanya akulturasi dengan agama Hindu Bali. Sebagai buktinya, dapat dijumpai dengan adanya pelinggih Padmasana serta Tugun Karang yang berada di halaman bagian depan bangunan.

baca juga: Warung Pepe Bali, Tempat Berburu Kuliner Hits dengan 27 Varian Pizza

Vihara Satya Dharma Pelabuhan Benoa 1 » Wisata Gratis Menyaksikan Kemegahan Vihara Satya Dharma Pelabuhan Benoa

via Wikipedia

Wisatawan yang berkunjung ke sini, sebaiknya terlebih dahulu mengajukan izin ke pengurus wihara. Selain itu, Anda juga hanya diperkenankan untuk berkeliling serta mengambil foto di area luar bangunan. Suasana selama di tempat ini juga begitu tenang, membuat para pengunjung bisa khusyuk beribadah.

Pengambilan foto di area bagian dalam bangunan, sepenuhnya dilarang. Selain itu, pastikan pula aktivitas pengambilan foto tidak menganggu kegiatan ibadah para pengunjung. Selain itu, Anda juga tidak akan dikenakan biaya apapun selama berada di bangunan kelenteng.

baca juga: Bumbu Base Genep, Bumbu Khas yang Menjadi Rahasia Kelezatan Kuliner Bali

Cara Menuju Lokasi Vihara Satya Dharma Pelabuhan Benoa

Untuk menyaksikan kemegahan Vihara Satya Dharma Pelabuhan Benoa tidak terlalu sulit. Bangunan tempat ibadah ini bisa dijumpai di alamat Jl. Raya Pelabuhan Benoa, Pedungan, Denpasar Selatan. Anda dapat menjangkau tempat ini dengan melintasi Tol Bali Mandara dari arah Nusa Dua, Kuta, serta Denpasar.