3 Kebiasaan Unik yang Hanya Bisa Anda Temukan saat liburan ke Bali

kebiasaan unik orang Bali

Pulau Bali yang kerap memiliki sebutan sebagai surganya liburan memang punya banyak daya tarik wisata. Daya tarik tersebut tidak hanya bisa Anda temukan pada keindahan alam yang ada. keunikan budaya masyarakat Bali juga membuat banyak wisatawan berbondong-bondong menghabiskan waktu liburan ke Bali.

kebiasaan unik orang Bali 1 » 3 Kebiasaan Unik yang Hanya Bisa Anda Temukan saat liburan ke Bali

Berbicara terkait budaya yang dimiliki oleh masyarakat Bali, Anda akan menemukan keunikan tersendiri. Budaya yang dimiliki masing-masing tempat di Bali bisa sangat berlainan. Hal ini bisa terjadi karena orang Bali punya prinsip bahwa cara pelaksanaan tradisi agama dan budaya disesuaikan dengan desa, kala, serta patra atau tempat, waktu, dan keadaan.

Kebiasaan Unik Masyarakat Bali

Saat liburan ke Bali, Anda akan menemui begitu banyak tradisi serta kebiasaan unik yang bakal tidak dijumpai di tempat tinggal, seperti:

1. Mesaiban atau ngejot
Mesaiban atau juga dikenal dengan nama ngejot merupakan tradisi yang dalam bahasa Sansekerta disebut yadnya sesa. Tradisi ini menjadi kebiasaan yang secara rutin dilakukan oleh masyarakat Bali sebelum mereka menikmati sajian makanan yang sudah dalam kondisi matang.

kebiasaan unik orang Bali 2 1024x576 » 3 Kebiasaan Unik yang Hanya Bisa Anda Temukan saat liburan ke Bali

Pada tradisi mesaiban ini, masyarakat Bali akan mempersembahkan makanan dengan porsi yang tak banyak, ditempatkan di atas daun pisang. Persembahan tersebut ditujukan kepada para Dewa Dewi dan mereka bakal sengaja menempatkannya di sanggah.

Cara masyarakat Bali melakukan mesaiban juga cukup sederhana. Mereka biasa hanya menempatkan nasi putih yang disertai dengan saur (kelapa parut yang telah diwarnai kuning). Tujuan dari persembahan tersebut adalah sebagai bentuk rasa syukur. Selain itu, mesaiban juga mereka lakukan sebagai bentuk permohonan maaf atas dosa yang ada dalam makanan.

baca juga: Festival Layang-Layang Bali, Suasana Seru Penuh Kreativitas Masyarakat Bali

Dosa dalam makanan ini mungkin terdengar aneh. Namun, masyarakat Bali mempercayai bahwa makanan yang tersaji di meja makan, bisa saja mengandung dosa. Apalagi, tak menutup kemungkinan bahwa proses pembuatan makanan bisa saja membunuh beberapa hewan kecil, seperti bakteri, semut, serangga, dan lain-lain.

2. Ngumpinin
Kebiasaan unik kedua disebut dengan nama ngumpinin yang penyebutannya berasal dari kata kumpi, artinya cicit. Oleh karena itu, kebiasaan ngumpinin merupakan aktivitas yang biasa dilakukan oleh orang tua di Bali yang telah menjadi cicit. Caranya juga cukup sederhana. Mereka akan memberikan sejumlah uang kepada bayi sembari menorehkan inang sirih pada bagian kening.

baca juga: Devdan Show Nusa Dua, Pertunjukan Teater yang Menyajikan Budaya Khas Indonesia

Tujuan dari tradisi ngumpinin di Bali adalah agar cicit tersebut dapat sebagai penuntun jalan bagi kakek atau nenek ketika telah meninggal dunia. Hanya saja, kebiasaan ini sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat Bali. Ada beberapa alasan yang menjadi penyebabnya. Pertama, karena sudah sangat jarang orang tua di Bali yang memiliki cicit. Selain itu, kebiasaan menggunakan inang juga sudah mulai ditinggalkan.

3. Kebiasaan ketika bertamu
Kebiasaan unik masyarakat Bali juga bisa Anda lihat ketika bertamu. Saat mereka menikmati sajian minuman, baik berupa teh, kopi, ataupun es, ada beberapa tetes minuman yang sengaja mereka jatuhkan ke tanah. Kebiasaan ini mereka lakukan untuk penghormatan kepada Ibu Pertiwi sekaligus sebagai sarana untuk menangkal serangan ilmu hitam.

baca juga: Tradisi Metatah Bali, Tradisi Mengikir Gigi Bagi Anak-Anak Menjadi Remaja

Itulah 3 kebiasaan unik yang bisa Anda temukan saat liburan ke Bali. Unik! Ketika mendapati kebiasaan unik seperti itu, pastikan Anda untuk tidak menganggu mereka. Apalagi, sampai bertindak tidak sopan. Jangan, ya!