Gamelan Bumbang Khas Bali, Alat Musik Tradisional yang Tercipta Berkat Kreativitas Tinggi

gamelan bumbang khas Bali

via Tatkala

Pulau Bali terkenal sebagai pulau yang memiliki banyak seniman. Oleh karena itu, tidak heran kalau Anda akan menemukan bahwa orang-orang Bali punya kreativitas tinggi. Lewat kreativitas yang mereka miliki, berbagai benda bisa diciptakan, bahkan dengan kondisi yang serba terbatas sekalipun. Salah satu contohnya adalah terkait proses penciptaan gamelan bumbang khas Bali.

Gamelan bumbang merupakan gamelan tradisional yang dibuat dari bahan bambu. Dalam kesenian karawitan di Bali, gamelan bumbang merupakan jenis alat musik tradisional yang dikategorikan dalam gamelan anyar. Alasannya adalah, karena keberadaan gamelan bumbang baru dikenal oleh masyarakat pada abad ke 20, tepatnya tahun 1985.

gamelan bumbang khas Bali 2 » Gamelan Bumbang Khas Bali, Alat Musik Tradisional yang Tercipta Berkat Kreativitas Tinggi

via Bali Express

Gamelan Bumbang Khas Bali yang Dibuat dengan Memanfaatkan Sampah Bambu

Sosok yang menjadi kreator dari gamelan bumbang dari Bali adalah seniman yang bernama I Nyoman Rembang. Dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh Bali Express kepada anak paling kecil dari Nyoman Rembang, I Gede Putra Widyutamala, terungkap bahwa proses penciptaan gamelan bumbang tak lain berasal dari sampah bambu atau potongan bambu sisa yang tak lagi digunakan.

Proses pembuatan gamelan bumbang berawal ketika Nyoman Rembang menjadi guru di SMKN 5 Denpasar yang dulu disebut dengan nama Kokar. Lokasinya juga bukan berada di tempat yang sekarang, melainkan di Batubulan. Hanya saja, waktu itu Nyoman Rembang mengalami kesulitan untuk menempuh perjalanan dari rumah ke sekolah, karena badannya sudah tak lagi seperti dulu.

Dengan kondisi tubuh yang sulit bersepeda motor, Nyoman Rembang kemudian meminta pihak sekolah agar murid bisa diajar di rumah. Di waktu yang sama, waktu-waktu tenang menjelang pensiun di rumah, dihabiskan oleh Nyoman Rembang untuk membuat kreasi berupa gamelan bumbang. Gamelan ini sengaja dibuat dari sisa bambu yang merupakan bekas-bekas eksperimen gagal yang dilakukan Nyoman Rembang.

Penciptaan gamelan bumbang sebenarnya juga berawal dari kunjungan Nyoman Rembang ke sebuah hotel. Di situ, dia melihat ikan hias yang ada di dalam akuarium. Dalam pengamatannya, Nyoman Rembang berkeinginan untuk menciptakan kesenian yang berdasarkan gerakan serta warna ikan hias. Dari sini, Nyoman Rembang kemudian memilih untuk melakukan berbagai eksperimen membuat alat musik tradisional dari bambu.

Hasilnya ternyata cukup menarik. Sisa bambu yang awalnya dianggap tidak berharga, sanggup memunculkan suara yang berseni tinggi. Ketika menjumpai bahwa bambu sisa tersebut bisa dimanfaatkan, Nyoman Rembang kemudian mengembangkannya lebih lanjut di Banjar Tengah. Alasan pengembangan dilakukan di Banjar Tengah karena Nyoman Rembang punya tanggung jawab untuk menghidupkan jiwa seni masyarakat banjar.

baca juga: Mencoba Tantangan Pendakian Gunung Batukaru Bali yang Ramah untuk Pendaki Pemula

Kesenian Bumbang sebagai Sarana Meningkatkan Jiwa Seni Anak Muda di Bali

gamelan bumbang khas Bali 1 1024x682 » Gamelan Bumbang Khas Bali, Alat Musik Tradisional yang Tercipta Berkat Kreativitas Tinggi

via Tatkala

Dalam upayanya tersebut, Nyoman Rembang berusaha mengajak anak-anak muda Banjar Tengah untuk berlatih menggunakan gamelan bumbang. Bahkan, ketika terdapat pelaksanaan pawai budaya, terdapat tokoh adat Banjar Tengah yang mencoba mengusulkan penggunaan gamelan bumbang. Hanya saja, waktu itu Nyoman Rembang mengalami kesulitan karena kondisi yang masih belum siap.

baca juga: Konsep Desa Pakraman yang Menjadi Upaya Pemersatu Masyarakat Bali Sejak Zaman Dulu

Selanjutnya, gamelan bumbang ini secara resmi dipenaskan untuk pertama kalinya pada tanggal 16 November 1988. Pementasan tersebut dilakukan ketika terdapat pawai budaya untuk pembukaan lomba yang dilakukan di Desa Sesetan, Denpasar. Cukup unik dan menarik, kisah tentang Nyoman Rembang yang berupaya cukup keras dalam menciptakan gamelan bumbang, kan?