Klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja, Klenteng Tua Dengan Arsitektur Unik di Tepi Laut Buleleng

Klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja

via Tradisi Tri Dharma

Jumlah klenteng yang ada di Bali memang sangat terbatas. Meski begitu, keberadaannya menjadi daya tarik yang unik bagi para wisatawan di Bali. Salah satunya adalah sebuah klenteng tua yang ada di Buleleng, yakni Klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja. Klenteng ini merupakan klenteng yang berada di wilayah eks Pelabuhan Singaraja.

Klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja 1 1024x768 » Klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja, Klenteng Tua Dengan Arsitektur Unik di Tepi Laut   Buleleng

via Liburku

Klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja merupakan sebuah bangunan ibadah yang telah berusia sangat tua. Bangunan klenteng ini berdiri pada tahun 1873. Pendirian bangunan klenteng ini tak lepas dari adanya hubungan internasional antara kerajaan di Pulau Bali dengan Dinasi Ching yang ada di Daratan Cina.

Desain Arsitektur Khas Tiongkok di Klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja

Seperti halnya bangunan klenteng di tempat lain, Klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja menawarkan desain bangunan yang begitu khas. Arsitektur Tiongkok terlihat begitu mencolok saat Anda menyaksikan bangunan ini secara langsung. Cat warna merah yang mencolok, sengaja dikombinasikan dengan warna kuning keemasan.

Klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja 2 1024x683 » Klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja, Klenteng Tua Dengan Arsitektur Unik di Tepi Laut   Buleleng

via Tradisi Tri Dharma

Di dalam klenteng, suasana yang terasa begitu tenang. Anda bisa menemukan keberadaan kolam ikan dengan bunga teratai yang cantik. Keberadaan ornamen penghias berupa jembatan dengan ornamen berupa naga yang semakin mempercantik suasana di dalam bangunan klenteng. Tak ketinggalan, setiap bagian dari bangunan juga dipenuhi dengan ukiran dewa-dewa yang menjadi pemujaan umat Tri Dharma.

Kolam yang ada di bagian tengah klenteng sebenarnya bukan sekadar hiasan. Di dalamnya, Anda juga bisa menemukan keberadaan kura-kura. Selain itu, Anda juga bisa menemukan keunikan lainnya pada desain atap terbuka yang ada di bagian dalam klenteng. Konon, klenteng ini merupakan satu-satunya klenteng di Indonesia yang menggunakan desain atap terbuka.

baca juga: Wisata Gratis Menyaksikan Kemegahan Vihara Satya Dharma Pelabuhan Benoa

Klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja Menjadi Tempat Persembahyangan Tri Dharma

Hal yang cukup menarik dari keberadaan Klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja adalah keramahan para pengunjungnya. Anda perlu mengetahui bahwa klenteng ini merupakan tempat ibadah yang digunakan oleh tiga umat beragama sekaligus. Tiga umat beragama yang dimaksud adalah Tao, Konghuchu, serta Budha.

Klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja 3 1024x683 » Klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja, Klenteng Tua Dengan Arsitektur Unik di Tepi Laut   Buleleng

via Tradisi Tri Dharma

baca juga: Eks Pelabuhan Buleleng Singaraja, Pelabuhan Terbesar Bali di Zaman Dulu

Di dalamnya, Anda juga bisa menemukan beragam jenis mural yang memperlihatkan berbagai karakter dewa dalam kepercayaan orang-orang Tionghoa. Tak hanya itu, keberadaan benda-benda kuno peninggalan zaman dulu juga menghiasi suasana di dalam ruangan. Anda dapat menjumpai adanya lampu gantung bergaya Tiongkok serta Belanda di sini. Tak hanya itu, ada pula lonceng kuno buatan Inggris tahun 1800-an yang masih tersimpan awet di dalam klenteng.

Lokasi Klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja

Klenteng ini bisa dikunjungi wisatawan dengan begitu mudah. Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Ling Gwan Kiong bisa Anda temukan berada di alamat Jl. Erlangga Nomor 65 Denpasar. Lokasinya bersebelahan dengan bangunan masjid yang sama-sama berada di area kawasan eks Pelabuhan Laut Buleleng.

baca juga: Pura Goa Giri Putri Nusa Penida, Pura Unik yang Berada di Dalam Gua

Tak hanya itu, Klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja juga memiliki lokasi yang sangat dekat dengan destinasi wisata populer di Buleleng, yakni Pantai Lovina. Bagi Anda yang ingin singgah ke klenteng ini setelah puas menyaksikan lumba-lumba di Lovina, hanya perlu menempuh perjalanan berkendara kurang lebih 15 menit.

Selama berada di sini, pastikan untuk bersikap sopan, ya! Jangan sampai kedatangan Anda membuat ribut dan bahkan menganggu mereka yang tengah beribadah.