Konsep Desa Pakraman yang Menjadi Upaya Pemersatu Masyarakat Bali Sejak Zaman Dulu

Konsep Desa Pakraman

via Joss.co.id

Budaya unik yang ada di Bali, membuat provinsi ini memiliki nilai wisata yang lebih baik dibandingkan tempat lain. Apalagi, masyarakat Bali terhitung sangat getol dalam mempertahankan budaya asli yang diturunkan oleh nenek moyang. Salah satu hasil budaya yang masih dipertahankan eksistensinya sampai sekarang adalah konsep desa pakraman. Konsep ini dikenal sebagai salah satu upaya memersatukan Bali yang dilakukan oleh Mpu Kuturan pada zaman dulu.

Dalam praktiknya, status desa pakraman merupakan status resmi yang keberadaannya diakui oleh Pemerintah Provinsi Bali. Pemerintah Bali mulai secara resmi mengakui status desa pakraman pada tahun 2001. Lewat aturan tersebut, pemerintah memunculkan status desa pakraman untuk desa-desa adat yang ada di Bali. Keberadaan desa pakraman punya peran penting dalam menjaga kelangsungan budaya leluhur.

konsep desa pakraman 1 » Konsep Desa Pakraman yang Menjadi Upaya Pemersatu Masyarakat Bali Sejak Zaman Dulu

via Republika

Sejarah Desa Pakraman di Bali

Status desa pakraman memang secara resmi digunakan di lingkup wilayah Republik Indonesia pada tahun 2001 lewat Perda Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2001 tentang Desa Pakraman yang kemudian diubah lewat Perda No.3 Tahun 2003. Namun, konsep ini sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu, tepatnya pada zaman Bali kuna. Sosok yang mencetuskan konsep desa pakraman di Bali zaman dulu tidak lain adalah Senapati Kuturan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mpu Kuturan. Nama yang satu ini sudah sangat terkenal di Bali, merupakan pencetus kahyangan tiga.

Pengenalan desa pakraman tersebut dilakukan oleh Mpu Kuturan pada masa abad ke-10 Masehi. Keberadaan status desa pakraman berkaitan erat dengan kondisi masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu. Mpu Kuturan menciptakan konsep ini dengan tujuan untuk mempertahankan nilai-nilai ajaran Agama Hindu dalam kehidupan sehari-hari. Dalam praktiknya, konsep desa pakraman mencakup unsur pawongan atau manusia, palemahan atau wilayah desa, serta wilayah suci atau parahyangan.

konsep desa pakraman 2 » Konsep Desa Pakraman yang Menjadi Upaya Pemersatu Masyarakat Bali Sejak Zaman Dulu

via Joss.co.id

Konsep yang ada pada desa pakraman juga tidak lepas dari keberadaan pura di masing-masing wilayah desa. Apalagi, lontar Mpu Kuturan menyebutkan bahwa Sang Catur Warna punya kehendak atas keberadaan pura puseh, pura dalem, serta pura bale agung di masing-masing desa pakraman yang berguna sebagai lokasi pemujaan. Penyebutan Catur Warna, menjadi indikasi bahwa keberadaan desa pakraman tidak lepas dari upaya meraih tujuan hidup dalam Agama Hindu, yakni dharma, artha, kama, serta moksa.

Konsep Desa Pakraman di Bali Era Modern

Upaya dalam menjaga kelestarian budaya warisan leluhur tetap dilakukan pada penggunaan status desa pakraman di era modern. Dalam pengelolaan desa pakraman, memiki cara yang berbeda dengan desa biasa. Bahkan, bisa jadi kalau masing-masing desa pakraman punya sistem pemerintahan serta tata hukum yang berbeda satu sama lain. Hal ini bersesuaian dengan definisi desa pakraman pada perda yang disebutkan memiliki hak untuk mengelola rumah tangganya sendiri.

Dalam praktiknya, tata hukum yang dimiliki oleh desa pakraman, biasanya bersesuaian dengan adat istiadat masing-masing desa. Tatanan hukum yang berlaku di sana, kerap disebut dengan awig-awig. Anda juga akan menemukan tatanan hukum serupa yang ada di tingkat banjar, disebut dengan awig-awig banjar pakraman. Selain itu, tak menutup kemungkinan kalau sebuah desa di Bali, memiliki beberapa wilayah desa pakraman ataupun sebaliknya.

Meski begitu, keberadaan desa pakraman tidak akan menganggu berjalannya sistem pemerintahan desa yang biasanya disebut desa dinas. Desa dinas punya peran untuk melaksanakan tugas keadministrafian yang berhubungan dengan negara. Sementara itu, status desa pakraman secara khusus ditujukan untuk menjaga kelangsungan budaya khas Hindu yang telah mendarah daging di masyarakat Bali.