Lebih Jauh Tentang Cara Penyucian Bayi Tiga Bulan Upacara Nelu Bulanin di Bali

Upacara Nelu Bulanin di Bali

via Imaji Bali

Kehadiran anggota keluarga baru selalu memberi rasa bahagia. Berbagai acara dilakukan untuk menyambut kedatangan bayi tersebut. DI Indonesia, Anda dapat menjumpai banyak tradisi dalam menyambut bayi. Kalau di Bali, Anda bakal menemukan tradisi yang disebut dengan Nelu Bulanin. Upacara Nelu Bulanin di Bali memiliki tujuan penting, yakni sebagai sarana penyucian bayi.

upacara nelu bulanin di bali 1 1024x683 » Lebih Jauh Tentang Cara Penyucian Bayi Tiga Bulan Upacara Nelu Bulanin di Bali

via Buletin Dewata

Upacara Nelu Bulanin dilaksanakan oleh masyarakat Bali ketika bayi sudah berusia 3 bulan atau sekitar 105 hari. Perhitungan umur tiga bulan tersebut dilakukan bukan berdasarkan kalender nasional. Masyarakat Bali melaksanakan Upacara Nelu Bulanan untuk bayi dengan memperhitungkan usia si kecil berdasarkan kalender tradisional, yang masing-masing bulan berdurasi selama 35 hari.

Tujuan Pelaksanaan Upacara Nelu Bulanin di Bali

upacara nelu bulanin di bali 2 1024x614 » Lebih Jauh Tentang Cara Penyucian Bayi Tiga Bulan Upacara Nelu Bulanin di Bali

via Imaji Bali

Seperti yang telah diungkapkan, tujuan utama dari pelaksanaan Upacara Nelu Bulanin adalah sebagai sarana penyucian bayi. Masyarakat Hindu Bali percaya bahwa bayi yang berusia tiga bulan mengalami proses penting dalam hidupnya. Pada usia ini, si kecil akan mulai bisa merasakan panca indera yang dimilikinya. Momen awal bayi aktifnya panca indera, berpengaruh pada tingkat kesucian roh atau atman si kecil.

baca juga: Upacara Omed-omedan, Tradisi Unik Mencari Jodoh di Bali

Bayi yang belum menjalani proses Upacara Nelu Bulanin dianggap masih dalam kondisi cuntaka atau belum suci. Karena masih berstatus cuntaka, bayi yang belum menjalani Upacara Nelu Bulanin, tidak diperbolehkan untuk dibawa ke pura. Pada momen yang sama, bayi tiga bulan juga mulai dibiasakan untuk menginjak tanah. Pada momen yang sama, orang tua juga memberi nama untuk bayi tersebut.

Pelaksanaan Upacara Nelu Bulanin juga memiliki makna penting selain sebagai sarana penyucian. Upacara ini juga menjadi wujud rasa terima kasih yang dilakukan oleh orang tua kepada Ida Hyang Widhi Wasa. Upacara pemotongan rambut yang disebut dengan upacara ngutangin bok juga sudah dapat dilaksanakan ketika Nelu Bulanin selesai.

baca juga: Upacara Tumpek Krulut, Perayaan Hari Kasih Sayang ala Masyarakat Bali

Tata Cara Pelaksanaan Upacara Nelu Bulanin

Upacara Nelu Bulanin biasa dilakukan ketika bayi berusia 105 hari. Namun, pada beberapa kasus, Anda juga bisa menemukan adanya penundaan pelaksanaan upacara. Sebagai contoh, ketika bayi berada jauh di luar kota dan terpisah dari kerabatnya. Pada kondisi tersebut, upacara dapat dilaksanakan ketika bayi berusia 6 bulan.

Lokasi pelaksanaan Upacara Nelu Bulanin tidak perlu di area pura. Apalagi, sebelum pelaksanaan Upacara Nelu Bulanin, bayi masih berstatus cuntaka. Oleh karena itu, cara pelaksanaan Upacara Nelu Bulanin biasa dilakukan di lingkungan rumah. Proses pelaksanaan upacara dipimpin oleh pendeta suci dalam Agama Hindu yang disebut dengan Pinandita atau Pandita.

baca juga: Upacara Otonan di Bali, Tradisi Penting yang Dilaksanakan 6 Bulan Sekali

Pada beberapa kasus, pelaksanaan Upacara Nelu Bulanin yang dilaksanakan oleh masyarakat Bali juga dilakukan secara massal. Cara pelaksanaan Nelu Bulanin secara massal ini telah berlangsung sejak tahun 1965. Warga Desa Pakraman Kliki menjadi salah satu masyarakat yang terbiasa melaksanakan Nelu Bulanin massal, dilakukan setiap 3 tahun sekali.

Dalam pelaksanaan upacara ini, Pinandita akan membacakan berbagai mantra yang berfungsi untuk menyucikan bayi. Mantra tersebut, merupakan ucapan doa-doa yang ditujukan kepada para dewa agar bayi bisa tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang berguna dan sehat.

Upacara ini menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup yang dilakukan oleh masyarakat Hindu Bali. Oleh karena itu, Anda bakal menemukan pelaksanaan upacara ini dalam berbagai kesempatan ketika berkunjung ke Bali.