Menelisik Lebih Dalam Fungsi dan Peran Ayam Bagi Masyarakat Hindu Bali

ayam di Bali

via Keepo.me

Hewan apa yang memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat Bali? Kalau pertanyaan ini diajukan kepada masyarakat awam, sebagian besar bakal menjawab babi. Hal ini cukup masuk akal, karena Bali terkenal dengan penggunaan daging babi dalam berbagai aktivitas, termasuk ritual keagamaan.

ayam di Bali 2 » Menelisik Lebih Dalam Fungsi dan Peran Ayam Bagi Masyarakat Hindu Bali

via IDN Times

Namun, babi bukan satu-satunya hewan yang memiliki peran serta fungsi penting dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali. Ada pula satu hewan ternak lain yang eksistensinya sangat diperhatikan. Hewan ternak yang dimaksud adalah ayam. Ayam tidak hanya dipakai untuk diadu, tetapi juga sebagai sarana dalam upacara keagamaan.

Kegunaan Ayam di Bali Lebih dari Sekadar Hewan Ternak

Saat Anda berkunjung ke Bali, masakan dengan berbahan baku daging ayam cukup banyak digunakan. Menu ini bisa dimanfaatkan sebagai sarana berburu makanan halal oleh para wisatawan muslim. Namun, ayam bagi masyarakat Hindu Bali juga memiliki dua fungsi lain yang tidak kalah penting.

baca juga: Liburan ke Bali saat Perayaan Nyepi, Ini 5 Aktivitas Seru yang Bisa Anda Lakukan

ayam di Bali 1 » Menelisik Lebih Dalam Fungsi dan Peran Ayam Bagi Masyarakat Hindu Bali

via Keepo.me

Dua fungsi yang dimaksud adalah sebagai persembahan dalam ritual keagamaan serta sebagai hewan aduan. Terkait fungsinya sebagai hewan aduan, fenomena ini sudah menjadi tradisi yang berkembang sejak zaman dahulu. Apalagi, raja-raja terdahulu di Kerajaan Bali, dikenal sebagai sosok yang suka adu ayam.

baca juga: Sabung Ayam Tajen Bali, Tradisi Kuno Sebagai Bentuk Persembahan Kepada Dewa

Sabung ayam yang dikenal di Bali dengan istilah tajen, merupakan sarana hiburan tradisional. Tradisi ini layak untuk dipertahankan kalau pelaksanaannya dilakukan secara sehat. Artinya, dalam pelaksanaan tajen, tidak boleh ada oknum masyarakat yang menggunakannya sebagai sarana judi.

Selanjutnya, ayam juga digunakan sebagai hewan persembahan untuk dewa. Hanya saja, tidak semua jenis upacara keagamaan Hindu disertai dengan adanya persembahan daging ayam. Upacara yang paling sering memakai persembahan ayam adalah upacara Pitra Yadanya atau yang dikenal dengan istilah caru.

Pecaruan merupakan salah satu upacara keagamaan penting bagi umat Hindu Bali. Tujuan dari pecaruan adalah upaya untuk melakukan harmonisasi dengan alam. Penggunaan ayam dalam caru bukan tanpa alasan, yakni karena ayam dianggap sebagai hewan yang punya energi besar, kreatif, dan etos kerja tinggi.

baca juga: Mengenal Lebih Dekat Sosok Raja Udayana, Penguasa Bali dari Wangsa Warmadewa

Tidak Semua Jenis Ayam Cocok Digunakan Sebagai Hewan Persembahan Kepada Dewa

Pecaruan memang sering menggunakan ayam. Hanya saja, tidak sembarang ayam digunakan dalam pecaruan. Para pemuka Agama Hindu di Bali memiliki standar tersendiri terkait pemilihan ayam persembahan untuk caru. Ayam-ayam tersebut harus memiliki ciri khusus.

Lontar pengayam-ayam menyebutkan setidaknya ada 43 jenis ayam dengan ciri khusus yang bisa digunakan untuk pecaruan. Jenis-jenis ayam tersebut punya keutamaan tersendiri dibandingkan dengan ayam lain. Biasanya, ayam yang digunakan untuk pecaruan, dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan dengan ayam biasa.

Ciri khusus tersebut juga tidak bisa ditemui kalau ayam dikembangbiakkan dengan cara tertentu. Hanya saja, pengetahuan terkait cara mengembangbiakkan ayam yang ditujukan sebagai persembahan untuk pecaruan, masih sangat minim diketahui oleh para peternak ayam di Bali.

Oleh karena itu, msyarakat Bali saat ini berusaha untuk mempertahankan dan menjaga tradisi penggunaan ayam dalam setiap pecaruan. Apalagi, tradisi ini sudah diturunkan sejak zaman dulu. Apalagi, budaya ini juga berdampak positif pada perekonomian masyarakat lokal Bali.