Mengenal Lebih Lanjut Sistem Kasta Masyarakat Bali

sistem kasta masyarakat Bali

via Britannica

Pulau Bali merupakan sebuah provinsi yang menjadi tetangga dari Jawa Timur dan dikenal sebagai daerah yang mayoritas dihuni masyarakat pemeluk Agama Hindu. Oleh karena itu, tidak heran kalau Anda akan menjumpai sistem kasta masyarakat Bali. Hanya saja, sistem kasta masyarakat Hindu Bali memiliki bentuk yang lebih sederhana dibandingkan dengan sistem kasta Hindu di India.

Sistem Kasta Masyarakat Bali 1 1024x576 » Mengenal Lebih Lanjut Sistem Kasta Masyarakat Bali

via KLM

Selain itu, penerapan sistem kasta masyarakat Bali juga tidak membuat aktivitas sosial mengalami gangguan. Apalagi, wialayah Bali terkenal sebagai daerah yang memiliki tingkat toleransi tinggi di Indonesia. Toleransi tersebut tak hanya antar umat beragama, tetapi juga dengan sesama pemeluk Hindu Bali.

baca juga: Fakta Unik Tentang Nama-Nama Khas Warga Bali

Pembagian Sistem Kasta Masyarakat Bali

Secara umum, Anda akan menemukan sebanyak 4 kasta yang ada dalam penerapan sistem kasta masyarakat Bali. Empat kasta tersebut adalah:

1. Brahmana
Brahama menjadi kasta tertinggi yang ada dalam sistem kasta masyarakat Bali. Tingkatan ini ditujukan kepada mereka yang termasuk sebagai seorang ahli ataupun pemuka Agama Hindu. Para pemuka agama tersebut, menjalankan tugasnya dengan memimpin upacara keagamaan. Anda pun bisa mendapati anggota kasta brahmana yang berjenis kelamin laki-laki ataupun perempuan.

2. Kesatria
Tingkatan kasta yang berikutnya adalah mereka yang ada dalam kasta kesatria. Kasta kesatria secara khusus diberikan kepada mereka yang menjadi abdi kerajaan, seperti para senopati, prajurit, ataupun mereka yang menjadi abdi negara.

baca juga: Tradisi Pemakaman Unik Warisan Leluhur di Desa Trunyan Bali

3. Wasya
Kaum wasya menjadi jenis kasta yang bisa didapatkan oleh mereka yang terlibat dalam industri perdagangan. Intinya, mereka yang masuk dalam golongan ini adalah orang-orang yang berperan penting sebagai penggerak ekonomi kerajaan ataupun negara.

4. Sudra
Golongan keempat atau yang paling rendah dalam sistem kasta masyarakat Bali adalah sudra. Fungsi utama dari keberadaan golongan sudra adalah untuk melayani 3 kasta yang berada di atasnya. Dalam sistem modern seperti sekarang, para buruh serta petani merupakan anggota dari golongan sudra.

Pengaruh Sistem Kasta Masyarakat Bali Pada Penggunaan

Sistem kasta masyarakat Bali memberi pengaruh dalam berbagai kehidupan sosial. Bahkan, nama dari orang yang masuk dalam kasta sudra memiliki perbedaan dibandingkan dengan mereka yang masuk dalam kasta kesatria ataupun kasta lain di atas sudra.

Secara umum, tata penamaan nama masyarakat Bali adalah Nama menempatkan gelar di bagian pertama, urutan lahir, lalu nama pemberian orang tua di akhir nama.

Sistem Kasta Masyarakat Bali 2 » Mengenal Lebih Lanjut Sistem Kasta Masyarakat Bali

via Britannica

Perbedaan yang paling mencolok adalah pada penggunaan nama gelar. Pada kasta brahmana, gelar yang diberikan adalah Ida Bagus ataupun Ida Ayu. Sementara itu, gelar Anak Agung atau Anak Agung Ayu merupakan gelar untuk kasta kesatria.

Untuk kasta wasya, ada 3 jenis gelar yang biasa disematkan, yakni gusti, dewa, dan desak. Sementara itu, golongan sudra menjadi masyarakat yang paling dominan di Bali, dengan persentasi mencapai 90%. Mereka yang masuk dalam kasta sudra, tidak punya gelar khusus. Pembedaan dalam kasta ini hanya dari pemakaian I serta Ni di bagian depan.

Dengan memperhatikan sistem penamaan tersebut, Anda tidak bisa memanggil seorang Bali dengan nama Wayan ataupun Made. Bisa dipastikan, bakal banyak orang yang menoleh. Sebagai gantinya, Anda bisa memanggil orang Bali itu dengan panggilan Artanadi, Widyana, Mahendra, ataupun Iriawan, sesuai dengan embel-embel nama paling belakang.

Meski penggunaan sistem kasta sudah tidak seketat dulu, tetapi masyarakat Bali tetap berupaya menggunakan tradisi nama yang telah diturunkan oleh para leluhur. Bagi mereka, itu adalah upaya untuk menjaga budaya yang telah berusia ratusan tahun.