Mengenal Sosok Ida Bagus Kompiang, Tokoh Pariwisata Pendiri Hotel Tertua di Bali

Ida Bagus Kompiang

via Dasarbali.wordpress.com

Bisnis hotel menjadi ladang usaha yang menggiurkan. Apalagi, ketika bisnis tersebut dijalankan di Pulau Bali yang memiliki reputasi sebagai destinasi wisata utama dunia. Berbicara tentang kemajuan bisnis pariwisata di Bali, tidak lepas dari sosok penting yakni Ida Bagus Kompiang.

Ida Bagus Kompiang 3 » Mengenal Sosok Ida Bagus Kompiang, Tokoh Pariwisata Pendiri Hotel Tertua di Bali

via Dharmo Padesa

Ida Bagus Kompiang bersama dengan istrinya, yakni Anak Agung Mirah Astuti merupakan pioner pariwisata Bali. Gelar tersebut disematkan pada kedua pasangan suami istri ini karena mereka dikenal sebagai sosok pendiri hotel modern tertua yang ada di Bali, yaitu Segara Village Sanur.

Ida Bagus Kompiang Menjadi Simbol Kemandirian Masyarakat Bali

Keberadaan sosok Kompiang memang menjadi fenomena tersendiri dalam industri pariwisata Bali. Apalagi, mayoritas pebisnis yang memiliki usaha besar di Pulau Dewata, adalah orang-orang kaya dari luar Bali dan bahkan dari luar negeri.

baca juga: Hotel Segara Beach Sanur, Hotel Pertama yang Menjadi Cikal Bakal Industri Pariwisata di Bali

Ida Bagus Kompiang 1 » Mengenal Sosok Ida Bagus Kompiang, Tokoh Pariwisata Pendiri Hotel Tertua di Bali

via Dasarbali.wordpress.com

Beliau mendirikan Segara Village dengan nama Hotel Segara Beach di Sanur pada tahun 1956. Hotel tersebut masih eksis, berlabel sebagai hotel mewah bintang 4. Tidak hanya itu, pengelolaan hotel juga masih dilakukan oleh keluarga Kompiang, dan bahkan menjadi salah satu kebanggaan hotel.

baca juga: Mengenal Lebih Dekat Aksara Bali yang Memiliki Kerabat Dekat dengan Aksara Jawa

Dalam upaya menjalankan bisnis, Kompiang memang memiliki visi ke depan. Pendirian hotel di tepi pantai, membutuhkan upaya yang sangat keras. Apalagi, lokasi hotel di Pantai Sanur di zaman dahulu masih sangat terpencil dan dipenuhi semak belukar.

Tidak hanya itu, Kompiang juga menggunakan konsep berkelanjutan seperti yang tren dalam beberapa tahun terakhir. Bukti konsep berkelanjutan itu dilakukan dengan adanya program malam kesenian bertajuk “Bali Night” yang secara rutin dilaksanakan di Segara Beach Hotel.

Dalam program tersebut, pengelola Hotel Segara Village mengajak para tamu untuk menikmati pertunjukan seni Bali dengan cara menarik. Tidak hanya menyuguhkan pertunjukan kesenian dan budaya, tetapi juga disertai dengan pengalaman makan malam yang romantis.

Ida Bagus Kompiang yang Aktif dalam Organisasi Pengembangan Pariwista dan Budaya di Bali

Kompiang tidak hanya memiliki perhatian serius dalam upaya menjalankan bisnis. Pria yang lahir di Kota Singaraja pada 11 April 1927 dan meninggal dunia pada tanggal 19 Desember 2014 ini juga berperan aktif dalam dunia organisasi.

Dalam buku biografi Kompiang berjudul “Ida Bagus Kompiang-Anak Agung Mirah Astuti: Pasangan Pionir Pariwisata Bali” yang ditulis Darma Putra, Kompiang memiliki peran aktif dalam pendirian Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI). Tidak hanya itu, beliau juga turut andil mengabdi di Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

Masih belum cukup, pada tahun 1960, Kompiang ditunjuk pemerintah sebagai promotor budaya kesenian Bali ke luar negeri. Dalam program bertajuk `Indonesia Floating Fairs`, Kompiang melakukan safari ke berbagai negara seperti Jepang, Hawaii, Thailand, Filipina, Hong Kong, serta Singapura untuk mempromosikan budaya Bali.

Semasa hidupnya, Ida Bagus Kompiang juga pernah ditunjuk sebagai konsul kehormatan untuk beberapa negara Eropa yang terletak di wilayah Skandinavia. Negara-negara tersebut di antaranya adalah Norwegia, Finlandia, Denmark, serta Swedia. Berkat perannya dalam memajukan pariwisata Bali, beliau memperoleh gelar “Karya Karana Pariwisata” dari Pemprov Bali pada 2003.

Berkat perjuangannya, Bali kini berkembang sebagai destinasi wisata populer. Bahkan, popularitas nama Bali di mata wisatawan asing jauh lebih tinggi dibandingkan nama negara Indonesia.