Mengenal Lebih Dekat Aksara Bali yang Memiliki Kerabat Dekat dengan Aksara Jawa

aksar bali

via Bisnis

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan budaya tinggi. Di berbagai wilayah tanah air, Anda bakal menemukan bahwa setiap daerah punya budaya unik yang berbeda satu sama lain. Salah satu bukti kekayaan budaya bumi pertiwi itu dapat dilihat dari keberadaan aksara Bali.

aksar bali 1 » Mengenal Lebih Dekat Aksara Bali yang Memiliki Kerabat Dekat dengan Aksara Jawa

via Mau Belajar Apa

Aksara Bali merupakan aksara tradisional asli Nusantara. Sekilas, aksara tradisional ini memiliki bentuk yang sangat mirip dengan aksara Jawa. Hal ini tidak mengherankan. Apalagi, karena budaya Bali memang memiliki ikatan yang sangat erat dengan budaya Jawa. Bahkan, aksara Bali merupakan kerabat dekat aksara Jawa.

Fungsi Aksara Tradisional dalam Kehidupan Masyarakat Bali

Saat berkunjung ke Bali, Anda masih bakal sering menjumpai penggunaan aksara tradisional sebagai sarana penulisan. Aksara ini memang memiliki dua fungsi. Tidak hanya bisa dipakai untuk menulis dalam bahasa Bali, aksara tradisional Bali ini juga dimanfaatkan untuk menulis bahasa Sansekerta.

baca juga: Sejarah Kerajaan Badung di Bali

aksar bali 2 » Mengenal Lebih Dekat Aksara Bali yang Memiliki Kerabat Dekat dengan Aksara Jawa

via Bisnis

Hal yang menarik, aksara tradisional Bali juga memiliki hubungan yang sangat erat dengan huruf yang digunakan oleh suku Sasak di Lombok. Hanya saja, perbedaan tersebut terletak pada sedikit modifikasi yang dilakukan oleh masyarakat Lombok.

baca juga: 5 Rekomendasi Hotel Murah di Dekat Campuhan Ridge Walk Ubud

Namun, pemanfaataan aksara Bali di lingkup kehidupan masyarakat sehari-hari sangat minim. Masyarakat lebih terbiasa memakai huruf latin dalam percakapan atau pemakaian tulisan sehari-hari. Penggunaan aksara tradisional Bali, cenderung dilakukan hanya pada lingkup terbatas, seperti di area puri.

Huruf-Huruf dalam Aksara Bali

Dalam aksara Bali, Anda dapat menemukan sebanyak 47 huruf. Hanya saja, dalam praktiknya, 47 huruf yang ditulis tanpa menggunakan spasi itu, tidak harus digunakan secara menyeluruh. Untuk pemakaian dalam penulisan bahasa Bali, masyarakat setempat hanya menggunakan 7 huruf vokal dan 18 huruf konsonan.

Namun, lain halnya kalau aksara tradisional Bali dipakai untuk menuliskan kata serapan yang bersumber dari bahasa Kawi dan Bahasa Sansekerta. Dalam proses penulisannya, Anda memerlukan keseluruhan huruf yang ada dalam sistem abjad tradisional Bali.

Selain itu, aksara Bali juga memiliki kemiripan dengan huruf hijaiyah dalam abjad Arab. Dalam huruf hijaiyah, Anda akan mengenal yang namanya harakat. Nah, di aksara Bali, terdapat fungsi serupa yang dimiliki oleh tanda baca yang berguna untuk mengubah vokal.

Tidak hanya itu, tanda baca juga berfungsi untuk memberi tanda adanya ejaan asing serta membubuhkan konsonan akhir. Dalam praktiknya, tanda baca juga dapat digunakan secara bersama. Namun, kombinasi tanda baca harus dilakukan dengan cermat.

Selanjutnya, sistem aksara Bali juga memiliki hal yang disebut sebagai warga aksara. Warga merupakan cara pelafalan atau pengucapan dari sebuah huruf. Terdapat 5 warga aksara yang bakal Anda temukan, yakni warga kanthya, warga talawya, warga murdhanya, warga dantya, dan warga osthya.

Pendidikan Aksara Tradisional Bali di Era Modern

Meski tingkat pemakaiannya sangat rendah, tetapi pemerintah Bali berupaya agar generasi muda tetap mengenal budaya lokal. Oleh karena itu, di sekolah-sekolah terdapat mata pelajaran yang secara khusus mendidik anak tentang aksara Bali.

Harapannya, aksara Bali masih tetap eksis dalam beberapa tahun mendatang dan bahkan bisa berkembang menjadi lebih baik. Tak jarang pula para turis yang senang dengan bentuk unik dari aksara tradisional ini.

Di samping itu, aksara Bali juga penting untuk bisa mengetahui pengetahuan masyarakat Bali di zaman dulu. Alasannya, karena lontar-lontar di zaman dulu, semuanya dibuat dengan tulisan aksara Bali.