Walter Spies, Seniman Legendaris dari Jerman yang Menjadi Generasi Ekspatriat Pertama di Bali

Walter Spies Bali

Saat ini, Pulau Bali tidak hanya menjadi tempat liburan para wisatawan mancanegara. Tak sedikit pula wisatawan asing yang jatuh cinta dengan keindahan alam dan budaya Bali, lalu memutuskan untuk menetap dalam waktu lama. Kecintaan para ekspatriat terhadap Bali merupakan hal yang lumrah, dan sudah terjadi sejak zaman sebelum kemerdekaan.

Walter Spies Bali 1 » Walter Spies, Seniman Legendaris dari Jerman yang Menjadi Generasi Ekspatriat Pertama di Bali

Adalah sosok pelukis legendaris dari Jerman, Walter Spies yang dikenal sebagai generasi awal kedatangan ekspatriat ke Bali. Pulau Dewata bukanlah tanah pertama di Nusantara yang didatangi oleh Spies. Sebelumnya, beliau sempat menetap di Yogyakarta dan bekerja di lingkup keraton. Keberadaannya, berperan penting dalam pengembangan kesenian di Keraton Jogja.

Sejarah Kedatangan Walter Spies ke Bali

Titik awal kecintaan Walter Spies kepada Tanah Bali terjadi pada tahun 1925. Saat itu, Spies datang ke Bali untuk pertama kalinya berkat undangan dari bangsawan Ubud Tjokorda Gde Raka Soekawati. Dalam pertemuan itu, keduanya pun terlibat dalam obrolan seru, terutama berkaitan dengan kesenian. Kunjungan tersebut kemudian menimbulkan kesan yang sangat mendalam di dalam diri Spies.

Walter Spies Bali 2 » Walter Spies, Seniman Legendaris dari Jerman yang Menjadi Generasi Ekspatriat Pertama di Bali

Hanya saja, saat itu Spies masih terikat kontrak kerja dengan Keraton Jogja. Alhasil, Spies tidak bisa menetap di Bali. Keinginannya untuk tinggal secara lama di Bali terwujud pada tahun 1927. Tjokorda Gde Raka Soekawati pun secara terbuka menyambut kedatangan Spies dan bahkan memperbolehkannya untuk mendirikan bangunan rumah di wilayah Campuhan.

baca juga: Adiwana Bee House Ubud, Penginapan Eksklusif Tengah Sawah yang Menenangkan di Bali

Hidup di lingkungan yang memandang tinggi kesenian, Walter Spies tidak mengalami kesulitan untuk beradaptasi. Bahkan, kultur budaya dan kesenian tinggi yang ada di Ubud, berperan penting bagi Spies dalam menjalani titik balik pada perkembangan artistik yang dimilikinya. Apalagi, Spies juga memiliki kecintaan besar terhadap alam indah yang saat itu bisa ditemukan dengan mudah di Bali.

Walter Spies Bali 3 » Walter Spies, Seniman Legendaris dari Jerman yang Menjadi Generasi Ekspatriat Pertama di Bali

Semasa tinggal di Bali, Walter Spies kerap menghabiskan waktu untuk melukis pemandangan alam yang memesona di Bali. Spies secara jenius mampu memperlihatkan lukisan Gunung Agung dengan kemegahannya. Beberapa karyanya yang terkenal di antaranya adalah Mountains and Pond (1938), Balinese Legend (1929), serta A View from the Heights (1934).

baca juga: Sekolah Tertua di Bali Ternyata Ada di Singaraja, Ini Kondisinya Sekarang

Kontroversi Kehidupan dan Kecintaan Walter Spies Kepada Bali

Spies memang seorang warga negara Jerman dan lahir di Moskow pada 15 September 1895. Namun, Spies memiliki rasa cinta yang sangat besar terhadap Bali. Hanya saja, kisah kehidupan Spies juga diwarnai kontroversi. Salah satunya adalah terkait orientasi seksualnya yang memiliki kecenderungan suka terhadap sesama atau homoseksual.

Karena orientasi seksualnya itu pula, Spies sempat mendekam di penjara selama 5 tahun. Alasannya, karena Pemerintah Hindia Belanda melarang homoseksual di lingkup wilayahnya. Setelah bebas, kehidupan Spies masih belum tenang. Apalagi, akibat Perang Dunia II, hubungan Jerman dan Belanda memburuk. Spies lagi-lagi ditahan oleh Belanda.

Oleh Belanda, Spies kemudian diasingkan ke Sri Langka menggunakan kapal Van Imhoff. Siapa yang menyangka kalau kapal ini menjadi kuburan terakhir dari Walter Spies. Dalam perjalanannya ke Sri Langka, kapal ini diserang oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Spies pun menjadi korban dalam penyerangan itu, dan tewas di usia 47 tahun.

Saat ini, lukisan dari Walter Spies menjadi karya seni berharga yang diburu oleh para kolektor. Tidak hanya itu, rumah yang pernah ditinggali oleh Spies juga memiliki nilai sejarah penting tersendiri bagi masyarakat Bali. Anda bisa melihat secara langsung bangunan itu ketika berkunjung ke Ubud.