Sekolah Tertua di Bali Ternyata Ada di Singaraja, Ini Kondisinya Sekarang

sekolah tertua di Bali

Saat ini, fasilitas pendidikan tersedia secara lengkap di Pulau Bali. Sekolah bisa ditemukan dalam berbagai pilihan, mulai dari TK sampai perguruan tinggi. Namun, apakah Anda tahu bagaimana kondisi sekolah tertua yang ada di Pulau Dewata Bali? Sekolah tersebut tak lain adalah SDN 1 Paket Agung.

sekolah tertua di bali 1024x768 » Sekolah Tertua di Bali Ternyata Ada di Singaraja, Ini Kondisinya Sekarang

SDN 1 Paket Agung merupakan sekolah yang terletak di Kota Singaraja, tepatnya di alamat Jl. Veteran No.6, Kel, Paket Agung, Kabupaten Buleleng. Sekolah ini dikenal sebagai sekolah pertama di Pulau Bali, dibangun pada masa penjajahan Belanda, tepatnya pada tahun 1875.

Sejarah Berdirinya Sekolah Pertama dan Tertua di Bali

Penjajahan yang dilakukan oleh Belanda memang membuat masyarakat Bali menderita. Namun, di sisi lain, kehadiran Belanda juga memberi peran dalam memajukan dunia pendidikan masyarakat lokal. Sekolah pertama di Bali ini, dibangun oleh Belanda dengan nama Tweede Klasse School.

baca juga: Mengenal Konsep Catur Wana, Pemanfaatan Alam yang Menjadi Rahasia Warga Jatiluwih Bali

sekolah di masa lalu » Sekolah Tertua di Bali Ternyata Ada di Singaraja, Ini Kondisinya Sekarang

Tweede Inlandsche School merupakan sekolah kelas dua yang ditujukan untuk pendidikan warga pribumi. Pendirian sekolah untuk pribumi ini tidak lepas dari adanya peraturan pendidikan dasar yang dikeluarkan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1848. Di waktu yang sama, lulusan dari sekolah ini juga diharapkan bisa dimanfaatkan untuk menjadi karyawan di perusahaan yang dijalankan oleh Pemerintah hindia Belanda.

baca juga: Kampung Loloan di Bali, Kampung Kuno Tempat Berkembangnya Komunitas Muslim Terbesar Jembrana

Pendirian Tweede Klasse School dilakukan di wilayah pedalaman atau pedesaan. Tujuan dari pembentukan sekolah kelas dua atau yang juga disebut sekolah rakyat ini adalah untuk memberantas buta huruf di kalangan masyarakat kalangan bawah.

Tweede Klasse School di Singaraja menyediakan masa pendidikan selama 3 tahun kepada masyarakat pribumi. Selain Tweede Klasse School, Bali juga memiliki Hollands Inlandsche School (HIS) di Singaraja pada tahun 1914. Setelah itu, Pemerintah Hindia Belanda baru membangun sekolah serupa di Denpasar tahun 1918.

Sekolah Pertama di Bali Punya Andil Melahirkan Presiden Soekarno

Keberadaan Tweede Klasse School di Kota Singaraja memiliki peran dalam memunculkan salah satu tokoh penting di tanah air, yaitu Presiden Soekarno. Presiden Soekarno memang tidak pernah menempuh pendidikan di sekolah ini. Namun, di sinilah bibit kelahiran dari beliau muncul.

baca juga: Biografi Ida Bagus Oka Wirjana, Maestro Tari Tradisional Klasik Bali yang Fenomenal

Sekolah tertua di Bali ini merupakan tempat pertemuan dari kedua orang tua Presiden Soekarno, yaitu Raden Soekemi Sostrodihardjo dengan Ni Nyoman Rai Srimben. Saat itu, Soekemi merupakan salah satu tenaga pengajar di Tweede Klasse School. Sementara itu, Nyoman Srimben tinggal tak jauh dari lokasi sekolah.

Keduanya pun bertemu dalam perjalanan karier Soekemi sebagai seorang guru. Perkawinan keduanya memang sempat menimbulkan polemik tersendiri. Namun, akhirnya lahirlah sosok Soekarno kecil yang kemudian menjadi pemimpin besar di Indonesia.

Saat ini, sekolah yang memiliki nilai sejarah penting di Indonesia ini masih terjaga dengan baik. Setiap hari, terdapat ratusan siswa yang menempuh pendidikan untuk menjadi generasi penerus bangsa di sekolah ini. Tak menutup kemungkinan, dari sini pulalah hadir pemimpin besar di masa mendatang.

Sekolah tertua ini bisa Anda temukan berada di lokasi yang sangat strategis. Anda dapat menemukan bangunan ini memiliki desain arsitektur bergaya tradisional Bali yang masih terjaga dengan baik. Akses menuju ke lokasi sekolah juga sangat mudah, karena lokasinya hanya beberapa langkah dari bangunan Kantor Bupati Buleleng.