Mencicipi Kuliner Tum Khas Bali, Sajian Botok dari Pulau Dewata

Kuliner Tum Khas Bali

Botok menjadi makanan yang begitu sering dijumpai di Pulau Jawa. Di Bali, Anda dapat pula menemukan kuliner tradisional mirip botok. Hanya saja, makanan ala botok tersebut memiliki nama kuliner tum khas Bali. Anda bisa menemukan tum sebagai sajian pendamping saat menyantap nasi campur Bali.

Kuliner Tum Khas Bali 1 » Mencicipi Kuliner Tum Khas Bali, Sajian Botok dari Pulau Dewata

Kuliner tum khas Bali bisa saja dibuat dengan bahan yang halal ataupun non halal. Anda bisa menemukan tum yang dibuat dengan bahan utama daging ayam ataupun sapi. Namun, ada pula kuliner tum yang dibuat dengan campuran utama dari daging babi. Oleh karena itu, saat mencicipi kuliner ini, pastikan untuk mengecek jenis daging yang digunakan terlebih dulu.

Namun, jangan menyangka kalau botok atau pepes dari Bali ini hanya bisa dibuat dengan daging cincang. Anda juga bisa menjumpai varian yang begitu banyak dari kuliner tum khas Bali. Sebagai contoh, Anda bisa menjumpai tum ati yang dibuat dengan bahan utama hati ayam. Lalu, ada tum nangka yang dibuat dari nangka muda, ataupun tum klungah yang berbahan kelapa muda.

baca juga: Warung Mak Beng Sanur, Cita Rasa Kuliner Seafood Tradisional yang Sederhana dan Lezat

Nilai Filosofi Dalam Kuliner Tum Khas Bali

Masyarakat Bali selalu melakukan apapun berkaitan dengan budaya. Oleh karena itu, tidak heran kalau Anda mendapati makna filosofis yang begitu dalam berbagai hal yang dilakukan oleh orang-orang Bali. Anda juga bisa menjumpai nilai filosofi berharga dalam proses pembuatan kuliner tum khas Bali.

Kuliner Tum Khas Bali 2 » Mencicipi Kuliner Tum Khas Bali, Sajian Botok dari Pulau Dewata

Menurut masyarakat Bali, pembungkusan tum harus dilakukan dengan begitu rapi dan rapat. Hal ini bertujuan agar isi yang ada di dalam tum tidak meluber. Masyarakat Bali memaknai bungkus rapat dari kuliner tum khas Bali tersebut sebagai sarana introspeksi yang harus dilakukan oleh setiap orang. Setiap masalah yang dihadapi, harus disertai dengan instrospeksi.

baca juga: Warung Dandelion Canggu, Rumah Makan Tradisional dengan Nuansa yang Nyaman dan Menenangkan

Selanjutnya, proses pembuatan tum khas Bali dilakukan dengan proses pengukusan hingga matang. Masyarakat Bali menganggap bahwa pengukusan makanan sampai matang ini bermakna introspeksi menjadi tahapan untuk mencapai kedewasaan. Dalam kondisi seperti ini, manusia dituntut untuk tidak mencari kesalahan orang lain. Sebagai gantinya, kenali apa yang ada di dalam diri terlebih dahulu dan perbaiki kesalahan yang sudah dilakukan.

Cara Membuat Kuliner Tum Khas Bali

Cara pembuatan kuliner tum khas Bali ini tak jauh berbeda ketika membuat pepes. Anda bisa menyiapkan daging atau daging ikan dengan disertai kelapa serta daun pisang. Sebagai bumbunya, ada beberapa bahan yang bisa digunakan, seperti bawang goreng, bawang putih, jahe, sereh, cabe rawit, daun salam, lada, terasi, kemiri, garam, dan kencur.

Kuliner Tum Khas Bali 3 » Mencicipi Kuliner Tum Khas Bali, Sajian Botok dari Pulau Dewata

Semua bumbu dicampur dan dihaluskan. Bumbu yang sudah halus dapat dicampur dengan potongan daging, lalu ditambah air dan santan. Selanjutnya, Anda perlu membungkus ikan menggunakan daun pisang. Setelah Anda memastikan bahwa bungkusan kuliner tum khas Bali sudah rapat, Anda bisa mengukusnya. Tum yang enak dan hangat sudah siap untuk dinikmati.

baca juga: Restoran La Finca Bali, Nuansa Tradisional Pulau Dewata dengan Sajian Menu ala Spanyol

Kalau di Bali, kuliner tradisional ini bisa didapatkan dengan begitu mudah. Anda bisa menjumpai kuliner tum di warung-warung yang menyediakan nasi campur Bali. Harganya juga tidak terlalu mahal. So, sayang kalau liburan ke Bali tanpa mencicipi makanan yang satu ini.

Foto via Kooliner