Pura Langgar Bunutin, Keunikan Pura dengan Akulturasi Budaya Hindu dan Islam

Pura Langgar Bunutin

Masyarakat yang ada di Bali mayoritas adalah pemeluk agama Hindu. Maka dari itu tidak heran jika di Pulau Bali banyak sekali dijumpai bangunan pura. Pura ini selain dijadikan sebagai tempat beribadah umat Hindu, juga dapat dikunjungi oleh para wisatawan. Salah satu pura yang ada di Bali dan dapat dikunjungi oleh wisatawan adalah Pura Langgar Bunutin.

Mungkin beberapa dari anda sedikit merasa heran dengan namanya, karena pura ini memiliki nama Langgar. Langgar sendiri merupakan sebutan untuk musholla, yang merupakan tempat beribadah bagi umat Islam. Hal ini sendiri dikarenakan sejarah dari Pura Langgar Bunuti masih ada kaitannya dengan masuknya kebudayaan Islam di Bali.

baca juga: Pura Luhur Uluwatu, Pura Cantik dengan Pemandangan Laut yang Indah

Perpaduan Budaya Hindu dan Islam di Pura Langgar Bunutin

Keberadaan dari Pura Langgar juga menjadi sebuah simbol akan kerukunan antar umat beragama. Meskipun mayoritas penduduknya adalah umat Hindu, namun tetap menghargai adanya agama-agama lain.

Pura Langgar Bunutin atau juga dikenal dengan nama Pura Penataran Agung Dalem Jawa menjadi salah satu pura yang unik yang ada di Bali. Arsitektur dan pernak-pernik dari bangunan pura ini memiliki kemiripan dengan tempat ibadah agama Islam. Selain itu, Pura Langgar ini terletak di atas kolam yang dihiasi dengan bunga-bunga teratai yang menawan.

Pura Langgar Bunutin 2 1024x683 » Pura Langgar Bunutin, Keunikan Pura dengan Akulturasi Budaya Hindu dan Islam

via Baliwww.com

baca juga: Pura Ulun Danu Bratan, Perpaduan Wisata Religi dengan Pemandangan Indah Mengagumkan

Sama seperti pura pada umumnya yang memiliki fungsi sebagai tempat untuk upacara atau pemujaan. Namun, Pura Langgar memiliki sedikit perbedaan, dimana banten upacara atau sesajen yang digunakan untuk persembahan tidak diperbolehkan menggunakan daging babi, melainkan hanya daging ayam dan itik.

Pemotongan hewan kurban seperti yang biasanya dilakukan oleh umat Islam saat Hari Raya Idul Adha juga dilakukan disini. Tetapi pelaksanaannya bertepatan pada Tilem (bulan mati) sasih Kawulu, yaitu disekitar bulan Februari tepat 1 bulan sebelum perayaan Hari Raya Nyepi.

Hewan yang dijadikan kurban merupakan godel bang, yaitu anak sapi berwarna merah. Anak sapi ini harus jantan dan belum ditusuk hidungnya. Godel bang ini dikurbankan dengan tujuan untuk memohon keselamatan warga Desa Bunutin. Anak sapi ini merupakan simbol kesucian, sebelum dipotong anak sapi diupacarai dan kemudian dituntun mengelilingi area pura sebanyak tiga kali.

baca juga: Pura Goa Gajah Ubud, Pura Tertua dengan Desain Arsitektur yang Mengagumkan

Pura Langgar Bunutin ini memiliki beberapa fasilitas, seperti langgar atau musholla, tempat wudhu, toilet, serta area parkir. Jadi, bagi anda umat muslim yang sedang berwisata di tempat ini, anda tidak usah bingung mencari tempat untuk beribadah.

Bagi anda yang sedang liburan di Bali, dapat memasukkan Pura Langgar ke dalam list destinasi wisata anda. Anda bisa menikmati keindahan dan keunikan dari Pura Langgar ini, melihat bukti dari kerukunan umat beragama di Indonesia.

Lokasi Pura Langgar Bunutin

Anda yang penasaran ingin mengunjungi Pura Langgar atau Pura Penataran Agung Dalem Jawa, maka anda dapat langsung saja menuju ke lokasinya. Lokasi dari Pura Langgar ini yaitu di Desa Bunutin, Bangli, masuk dalam kawasan Kabupaten Bangli, Bali.

Dengan kota Denpasar, Pura Langgar Bunutin ini, berjarak kurang lebih 32 kilometer. Anda mungkin akan menempuh perjalanan kurang lebih selama 45 menit menggunakan kendaran bermotor. Apabila anda bingung dengan lokasinya, anda dapat menggunakan bantuan dari google maps.