Pura Pasar Agung Karangasem, Pura Sakral di Jalur Pendakian Gunung Agung

Pura Pasar Agung Karangasem

via @martamoscicka

Gunung Agung memiliki status yang istimewa bagi masyarakat Hindu Bali. Gunung ini, dikenal sebagai istana para dewata. Keistimewaan tersebut kemudian ditunjukkan dengan keberadaan Pura Besakih yang berada di kaki Gunung Agung. Namun, tahukah Anda bahwa Besakih bukanlah satu-satunya pura yang ada di Gunung Agung? Selain Besakih, Anda juga bisa menemukan keberadaan Pura Pasar Agung Karangasem.

Pura Pasar Agung Karangasem 3 » Pura Pasar Agung Karangasem, Pura Sakral di Jalur Pendakian Gunung Agung

via @aparapsa

Dibandingkan dengan Pura Besakih, Pura Pasar Agung memang kurang terlalu dikenal. Meski begitu, bukan berarti pura ini merupakan pura yang tidak penting. Pura Pasar Agung, secara khusus menjadi pura yang nilai kesakralannya dipandang oleh dunia. Bahkan, pura ini dikenal sebagai titik awal jalur pendakian menuju ke Gunung Agung. Lokasi Pura Pasar Agung berada di ketinggian 1.600 mdpl di tengah-tengah jalur pendakian Gunung Agung.

Mendaki Gunung Agung via Pura Pasar Agung

Para pendaki yang ingin menuju ke Puncak Gunung Agung, biasanya memilih jalur lewat Pura Besakih. Oleh karena itu, jalur via Pura Pasar Agung bisa dibilang merupakan jalur pendakian yang anti mainstream. Meski begitu, Anda akan menemukan kalau rute pendakian di sini, memberi akses yang lebih cepat menuju ke puncak 1 serta puncak 1 dari Gunung Agung. Anda juga bisa menemukan keberadaan pos serta jasa pemandu yang bisa dimanfaatkan.

Pura Pasar Agung Karangasem 2 » Pura Pasar Agung Karangasem, Pura Sakral di Jalur Pendakian Gunung Agung

via hamakyon1215

Popularitas yang masih rendah dibandingkan dengan jalur via Besakih, membuat para pendaki bisa menikmati perjalanan dengan lebih nyaman. Bahkan, rute yang lebih pendek juga berguna untuk menghemat waktu pendakian. Tidak tanggung-tanggung, Anda bisa memangkas waktu pendakian 2 jam lebih pendek. Di sini, terdapat pos pendakian yang melayani para pendaki, buka dari pukul 01.00 sampai 19.00. Di sini, Anda perlu membayar retribusi sebesar Rp20 ribu, termasuk parkir.

Ketika mendaki di sini, trek pertama yang bakal Anda temukan adalah anak tangga yang jumlahnya mencapai 280 buah. Selanjutnya, Anda bakal menjumpai trek dengan struktur tanah yang cukup licin ketika hujan. Di tengah perjalanan, situasinya bakal berganti menjadi area hutan basah serta tanah lapang. Anda bakal jarang menemukan bonus berupa tanah datar di sini, mayoritas berupa tanjakan. Namun, bonus yang bisa didapatkan adalah pemandangan Rinjani serta Gunung Batur di kejauhan.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Mendaki Gunung Agung via Pura Pasar Agung Karangasem

Pura Pasar Agung Karangasem 1 » Pura Pasar Agung Karangasem, Pura Sakral di Jalur Pendakian Gunung Agung

via @martamoscicka

Saat memilih melakukan pendakian ke Gunung Agung dengan start Pura Pasar Agung, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan, yakni:

1. Di sini terdapat mata air suci yang ada di tengah jalur. Kalau di gunung lain, Anda mungkin bebas menggunakan mata air tersebut. Namun, lain halnya dengan di jalur pendakian ini. Para pendaki dilarang mengambil air dari sini, karena air tersebut merupakan jenis air yang disucikan.

2. Hindari pendakian ketika berlangsung piodalan atau pujawali. Ada beberapa momen yang perlu Anda hindari ketika ingin mendaki, yakni Anggara Kasih, Buda Wage, serta Tumpek. Pada momen-momen ini, pengelola bakal melarang setiap aktivitas pendakian sampai piodalan selesai.

3. Anda juga dilarang untuk membawa barang-barang tertentu, di antaranya adalah perhiasan emas, daging sapi, daging babi, serta menghindari penggunaan kata RATU selain ketika menyebut Ida Betara.

4. Wanita yang tengah datang bulan atau seseorang yang anggota keluarganya baru saja meninggal dunia, tidak diperbolehkan mendaki Gunung Agung.

Ketika Anda ingin melakukan pendakian lewat jalur ini, tak ada salahnya kalau sejenak menikmati waktu di Pura Pasar Agung. Apalagi, pura ini memiliki desain arsitektur Bali yang khas. Di waktu yang sama, Anda perlu tenaga ekstra untuk bisa menempuh perjalanan sekitar 4,5 sampai 6 jam untuk bisa sampai ke puncak.