Munti Gunung Karangasem, Transformasi Desa Gepeng Menjadi Dewa Wisata

Munti Gunung Karangasem

via Halo Tour

Munti Gunung Karangasem, nama dusun yang satu ini memang kurang begitu populer. Namun, Munti Gunung memiliki potensi wisata yang begitu besar. Apalagi, dusun yang menjadi bagian dari wilayah Desa Tianyar Barat ini berlokasi di lereng Gunung Batur.

Munti Gunung Karangasem 1 » Munti Gunung Karangasem, Transformasi Desa Gepeng Menjadi Dewa Wisata

via KM Berugak Dese

Hanya saja, alam beberapa tahun ke belakang, Dusun Munti Gunung Karangasem memiliki reputasi yang sangat buruk. Meski memiliki keindahan alam yang memukau, Munti Gunung lebih banyak dikenal sebagai desa gepeng alias desanya para gelandangan dan pengemis.

baca juga: Tradisi Megoak-goakan Buleleng, Permainan Tradisional Unik dari Bali yang Seru

Sebutan desa gepeng yang melekat pada Muti Gunung memang sesuai dengan kondisi yang ada di sana. Hampir sebagian besar masyarakat Dusun Munti Gunung bekerja sebagai pengemis. Kondisi ini diperburuk dengan rendahnya tingkat pendidikan warga setempat.

Salah satu bukti rendahnya tingkat pendidikan itu bisa dilihat dari kemampuan berkomunikasi warga. Hanya sedikit orang yang mampu bercakap-cakap dengan bahasa Indonesia. Dengan konisi seperti itu, bisa dibayangkan bagaimana kondisi masyarakat dusun ini secara umum, kan?

Namun, penggambaran itu merupakan kondisi yang berlangsung pada beberapa tahun lalu. Saat ini, pemerintah kota setempat melakukan upaya untuk meningkatkan tingkat perekonomian warga. Kebijakan yang dipilih adalah mengubah identitas desa gepeng menjadi desa wisata.

baca juga: Rumah Pohon Pangeran Cilik Bali, Pilihan Tempat Menginap Unik dengan Nuansa Vintage

Wujud Baru Munti Gunung Karangasem Sebagai Desa Wisata

Pada tahun 2016, Pemerintah Provinsi Bali melakukan kebijakan untuk mengubah trademark Munti Gunung sebagai desa gepeng. Upaya yang dilakukan adalah dengan mengeluarkan SK Bupati Karangasem yang menetapkan Dusun Munti Gunung sebagai desa wisata. Penetapan ini pun dilakukan dengan tujuan agar masyarakat dusun setempat mengerti cara pengelolaan potensi wisata tempat tinggalnya.

Munti Gunung Karangasem 2 » Munti Gunung Karangasem, Transformasi Desa Gepeng Menjadi Dewa Wisata

via Berita Bali

Lokasinya yang berada di lereng Gunung Batur menjanjikan pemandangan yang indah kepada para pengunjung. Dengan begitu, para wisatawan pun bisa berbondong-bondong datang ke sana dan menjadi sumber pemasukan baru bagi masyarakat. Kebiasaan menggelandang dan menjadi pengemis pun sedikit demi sedikit ditinggalkan.

baca juga: Siobak Babi Khe Lok, Kuliner Khas Singaraja Perpaduan Unsur Bali dan Tiongkok

Sebagai pelengkap, masyarakat desa wisata Munti Gunung Karangasem juga mendapatkan pelatihan. Pelatihan ini tak hanya berkaitan erat dengan pengelolaan tempat wisata. Di waktu yang sama, masyarakat juga didorong untuk bisa memunculkan industri pendukung wisata, termasuk di antaranya adalah menawarkan produk kerajinan yang khas.

Pelatihan apa saja yang telah disediakan untuk masyarakat Dusun Munti Agung? Pilihan pelatihannya beragam. Pemerintah setempat telah menyediakan pelatihan membatik yang bisa menjadi sumber industri kreatif masyarakat setempat. Selain itu, ada pula usaha pengolahan daun lontal menjadi produk cinderamata.

Aktivitas Wisata di Dusun Munti Gunung Karangasem

Dengan keindahan alam yang dimilikinya, potensi wisata dari Dusun Munti Agung bisa dikembangkan dengan begitu luas. Di sini, para wisatawan bisa memperoleh pengalaman wisata yang penuh petualangan. Selain itu, Anda juga bisa memilih dusun ini sebagai destinasi wisata outbond.

Munti Gunung Karangasem 3 » Munti Gunung Karangasem, Transformasi Desa Gepeng Menjadi Dewa Wisata

via Halo Tour

Tak ketinggalan, Dusun Munti Agung Karangasem juga menjadi pilihan menarik bagi para pecinta wisata alam dan spiritual. Apalagi, warga dusun merupakan masyarakat yang senantiasa menjaga budaya tradisional yang mereka peroleh secara turun-temurun.

Nah, bagaimana? Apakah Anda tertarik ntuk menghabiskan waktu liburan ke desa yang satu ini? Cukup menarik untuk melihat kondisi desa yang dulunya dikenal sebagai desanya para gepeng, kan?