Pura Ponjok Batu Buleleng, Pura Bersejarah dengan Perahu Batu yang Unik

Pura Ponjok Batu Buleleng

Pura dengan nilai sejarah yang tinggi banyak dijumpai di Pulau Bali. Pura Ponjok Batu Buleleng adalah salah satunya. Tidak ada catatan riil mengenai waktu berdirinya dari bangunan Pura Ponjok Batu. Hanya saja, keberadaan pura ini memiliki peran penting pada peristiwa datangnya Pendeta Siwa Sidanta Danghyang Nirartha pada abad ke-15 Masehi.

Pura Ponjok Batu Buleleng 3 1024x680 » Pura Ponjok Batu Buleleng, Pura Bersejarah dengan Perahu Batu yang Unik

Masyarakat Bali pun percaya kalau Pura Ponjok Batu Buleleng berdiri jauh sebelum abad ke-15 Masehi. Kepercayaan itu diperkuat dengan adanya bukti berupa sarkofagus, yakni peti mayat yang dibuat dari bahan batu cadas. Model pemakaman seperti ini digunakan oleh masyarakat Bali pada rentang antara 2500 sampai 3000 SM. Penempatan mayat di sarkofagus, merupakan upaya dari bentuk penghormatan kepada roh leluhur.

baca juga: Fame Hotel Sunset Road Kuta, Penginapan Murah dengan Suasana ala Hollywood di Bali

Sejarah Pura Ponjok Batu Buleleng

Pura Ponjok Batu Buleleng merupakan Pura Dang Kahyangan atau Penyungsungan Jagat. Selain pura ini, ada pula pura lain yang memiliki fungsi serupa, yakni Pura Pulaki di wilayah Desa Banyupoh. Selain itu, pura ini juga memiliki kedekatan hubungan dengan Pura Bukit Sinunggal. Setiap pelaksanaan upacara melasti di Pura Bukit Situnggal, lokasi pemelastiannya dilaksanakan di Pura Ponjok Batu.

Pura Ponjok Batu Buleleng 2 1024x747 » Pura Ponjok Batu Buleleng, Pura Bersejarah dengan Perahu Batu yang Unik

Pura Ponjok Batu memiliki arti tanjung batu. Penamaan tersebut disematkan pada pura ini karena lokasinya yang berada di wilayah semenanjung dan terlihat menjorok ke laut. Keberadaan pura ini pun cukup misterius. Lontar Dwijendra Tattawa merupakan satu dari sedikit bukti sejarah yang menceritakan tentang eksistensi Pura Ponjok Batu Buleleng.

baca juga: Pantai Gili Putih Sumberkima, Pantai Pasir Cantik yang Unik dan Selalu Berubah Bentuk

Dalam lontar tersebut, diceritakan kisah kedatangan Pendeta Siwa Sidanta, yakni Danghyang Nirartha pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong. Beliau melakukan perjalanan spiritual menuju ke berbagai pura, diawali dengan Pura Pulaki. Dia pun turut menghabiskan waktunya untuk singgah ke Pura Ponjok Batu dan bersemedi di sana.

Pura Ponjok Batu Buleleng 1 1024x768 » Pura Ponjok Batu Buleleng, Pura Bersejarah dengan Perahu Batu yang Unik

Dalam kedatangannya di Pura Ponjok Batu Buleleng, Danghyang Nirartha dikisahkan menolong bendega serta awak perahu yang berasal dari Lombok. Dalam kisah tersebut diciritakan bahwa awak perahu melihat adanya batu bersinar di tengah laut. Ketika berusaha mendatanginya, perahu tiba-tiba mengalami kerusakan dan tak dapat melanjutkan perjalanan.

Selanjutnya, Danghyang Nirartha pun membantu awak perahu sehingga bisa melanjutkan perjalanannya kembali ke Pulau Lombok. Beliau pun turut serta berangkat bersama rombongan ke Lombok. Konon, nilai spiritual dari lokasi Pura Ponjok Batu terus meningkat, dibuktikan dengan sinar yang memancar secara terus-menarus dari tempat ini.

Keunikan Pura Ponjok Batu Buleleng

Pura Ponjok Batu Buleleng tidak hanya memiliki nilai spritual tersendiri bagi umat Hindu Bali. Keberadaannya juga disertai dengan fenomena unik berupa perahu batu yang berada di tengah laut. Perahu ini terlihat berdiri di atas sebuah batu karang dan begitu disucikan oleh masyarakat setempat.

Para wisatawan pun bisa mendatangi secara langsung perahu batu yang ada di Pura Ponjok Batu Buleleng. Hanya saja, pastikan untuk tetap berhati-hati, karena ombak yang begitu besar di perairan ini. Selain itu, ada pula gua kecil yang berlokasi di depan perahu batu, digunakan sebagai tempat untuk melukat oleh masyarakat Hindu Bali.

Untuk menuju ke lokasi pura ini, wisatawan bisa datang secara langsung ke alamat Jl. Airsanih, Pacung, Tejakula, Kabupaten Buleleng. Lokasinya berada dekat dengan pantai dan tak jauh pula dari berbagai tempat wisata terkenal di Buleleng.

Foto via Pasek23